
Ke'esokan paginya... Luna... sudah bangun pagi pagi... kedua matanya sekarang sudah seperti panda... dengan perlahan Luna membuka pintu...
" Buuughhh..."
Luna terkejut melihat suaminya terjatuh. tepat dibawah kakinya...
flashback...
Rehan yang tak ingin meninggalkan istrinya... memilih tidur didepan pintu... setelah menerima pesanan makanan yang di pesannya.. Rehan meninggalkannya diatas meja dapur begitu saja... tanpa menyentuhnya...dan kembali kedepan pintu kamar
Rehan yang mendengar Luna ...yang terus saja menangis... mengurungkan.. niatnya membuka pintu kamar.. membiarkan Luna menenangkan diri...
flashback and...
" sudah.. bangun shayang... " ucap Rehan yang mengucek kedua bola matanya... dan dengan perlahan berdiri...
" sudah... " jawab Luna singkat.. dan langsung.. berjalan melewati Rehan begitu saja...
" shayang... mau kemana...? " tanya Rehan yang mengekor di belakang Luna
Luna yang tak mau menjawab sama sekali terus saja berjalan... kedapur.. mengiris setiap sayuran...
Rehan yang mengekor dibelakang Luna...terus saja berusaha bertanya... bahkan sesekali bercanda....
Luna yang masih kecewa... pun tak menggubris Setiap ucapan Rehan... Luna terus saja mengris setiap sayuran... memasaknya.
Rehan yang mulai memberanikan diri... dan bersiap.. melabuhkan ciuman dipipi Luna.. langsung mendapat... tatapan tajam... bahkan Luna kini tengah.. mengangkat pisaunya... membuat Rehan bergidik ngeri... dan kembali... memundurkan langkahnya... dan mendudukkan bokongnya diatas kusi...
__ADS_1
" wahhh.. enak sekali... " ucap Rehan yang melihat... meja makanan sudah terdapat hidangan yang memanjakan lidah...
kriuk...
kriuk...
kriuk...
Cacing diperut Rehan kini telah menabuh genderang perangnya...
Dengan hati berbunga Rehan... mengambil piring dan bersiap mengambil nasi...
Namun harapan Rehan pupus sudah saat tangannya mendapat.. pukulan sendok dari istrinya..
" shayang.. aku lapar... " ucap Rehan dengan muka memelas..
" minta saja pada selingkuhanmu... aku melarangmu memakan makanan yang aku masak.. " jawab Luna.. yang asik melahap makananya...
Kini Rehan bagaikan kucing kelaparan dengan piring kosong dan sendok ditangannya.
Rehan yang melihat Luna dengan lahap memakan makanannya.. membuat Rehan menelan air liurnya..
" aagggghhhhh" sendawa.. Luna karna kini perutnya telah terisi penuh, bahkan... makanan yang ada diatas meja kini sudah habis tak tersisa...
" shayang ... " ucap Rehan tak percaya... dengan istrinya yang tega membiarkannya sebagai penonton dengan perut yang kosong..
" sabar... sabar .... beginilah nasib.. kalau bini sudah marah... " Batin Rehan
__ADS_1
Setelah.. membersihkan.. meja makan.. Luna bergegas kekamar mandi... membersihkan tubuhnya.. karna sedari kemarin... tubuhnya dibiarkan begitu saja.
" ayo... aku antar... " ucap Rehan yang sudah bersiap didalam mobil...
Langkah Luna terhenti.. saat melihat sisil sudah berdiri didepan gerbang.. ..
Rehan yang melihat... Luna terdiam.. pun keluar dari mobil... bersiap.. membukakan pintu... namun langkah Rehan ikut terhenti saat melihat sisil.. sudah bertengger didepan gerbang...
Susana yang sudah terasa dingin... kini semakin... dingin dan membeku...
" mas.... " panggil Sisil yang langsung berlari kecil menghampiri Rehan..
" Mau.. apa kau kesini.. " ucap Rehan ketus...
" aku mohon mas.. nikahi.. aku... aku tak seberani itu... menghilangkan nyawa bayi yang tak berdosa.. " ucap Sisil yang menangis dan bersimpuh.. dikaki Rehan
" jangan mimpi.. kau... " jawab Rehan dingin.
" aku mohon mas... setidaknya fikirkan... masa depan anak kita.. aku tak mau menambah dosa dengan menggugurkan anak ini.. " mohon Sisil dengan air mata yang mulai mengalir deras dipipinya...
Rehan yang tak menghiraukan tangis Sisil... menghempaskan tubuh Sisil yang sedari tadi memegang kakinya.. membuat Sisil terjerembab kebelakang...
Menarik tangan Luna.. dan memasukan istri kecilnya.. kedalam mobil... meninggalkan Sisil yang masih terduduk dilantai dan menangis.. . .
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...