Takdir Luna

Takdir Luna
kedatangan malaikat kecil dan kepergian luna


__ADS_3

. " shayang.. terimakasih sudah bertahan.. " ucap Rehan sambil mengecup shayang tangan Luna.


Setelah tiga hari tak melihat istrinya, Rehan begitu terkejut melihat sang istri yang berubah total, tubuh kurusnya semakin kurus lengannya kini semakin banyak lebam lebam berwarna merah keunguan.


" maaf... shayang maafkan aku yang terlalu bodoh untuk menyadari bahwa istriku ini tengah sakit. " ucap Rehan..


" tuan.. apa tuan tak ingin melihat buah hati tuan yang sangat menggemaskan.. " ucap Arman


" buah hati... "


" iya.. anak kalian.. " ucap Arman dengan senyum lebar


" dimana dia..? "


" ayo.. aku antar.. " ucap Arman


Tak dipungkiri Rehan juga sangat ingin melihat anaknya. tanpa ragu Rehan pun ikut mengekor dibelakang Arman.


Sedangkan bi inah tetap tinggal menjaga Luna.


Setelah sampai diruangan khusus bayi.. kedua bola mata Rehan kembali menangis, senyum bibirnya pun merekah sempurna..



" bidadari kecilku.. " ucap Rehan


" Arman bolehkah aku mengendongnya..? " tanya Rehan tak sabar ingin menggendong Anaknya


" maaf tuan.. tapi anak anda terlahir prematur jadi harus tetap didalam inkubator.. " jelas Arman.


Rehan yang mendengar penjelasan sang Asisten pun mengangguk mengerti..


"maaf dengan tuan Rehan.. " ucap Suster yang sudah berada diantara Arman dan Rehan

__ADS_1


" iya... " jawab Rehan spontan


" silahkan masuk anak anda perlu diazankan. "


" baik.. " jawab Rehan begitu tegas


Karna bidadarinya tak bisa digendong akhirnya Rehan pun mengazankan diluar kotak inkubator, tepat di sebelah telinga anaknya..


Lantunan azan diruangan bayi yang begitu berisik oleh suara bayi bayi yang baru saja lahir, mampu menenangkan tangis setiap bayi, begitu merdu dan menggetarkan hati.


Bahkan Rehan pun menangis saat mengazankan bayinya sendiri.


Sedangkan Arman yang melihat dari kejauhan pun ikut menangis


" Dasar bos.. lain dihati lain dimulut, tadi aja teriak teriak tak menginginkannya tapi sekarang dia menangis bahagia.. " batin Arman


Setelah selesai mengazankan anaknya Rehan dipersilahkan keluar ruangan.. karna tidak baik bagi para bayi yang baru lahir


" tuan. ayo cepat.. " ajak bi inah dan langsung menarik majikannya kembali keruangan Luna


Kebahagiaan yang baru saja terjadi, seketika kembali sirna karna sekarang dengan kedua bola matanya sendiri Rehan menyaksikan para dokter yang kembali berusaha menyelamatkan istri kecilnya..


Dengan langkah lemas, Rehan mendekat pada tubuh istrinya.. tetesan air mata kini kembali mengalir..


"tinnnnnn,....... " suara monitor detak jantung begitu nyaring terdengar


para dokter pun tak berhenti berusaha.. hingga beberapa menit berlalu akhirnya..


"waktu kematian.. PUKUL 08.23 MENIT.. HARI JUM'AT TEMPAT RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA.. " dengan terpaksa Dokter menyiarkan waktu kematian Luna


Sedangkan Rehan terdiam mendengar ucapan sang dokter.. tubuhnya terasa kaku bagaikan manekin, detak jantungnya seketika terasa berhenti


" hiks.. hiks.. hikss.. " suara tangis bi inah pecah seketika

__ADS_1


" minggir minggir kalian "usir Rehan pada para dokter dan suster yang menangani Luna


Sedangkan Dokter dan suster pun langsung pergi memberikan ruang pada keluarga yang ditinggalkan.


" shayang.. shayang bangun kau jangan bercanda ini semua ta asik.. " ucap Rehan yang menghampiri tubuh istrinya


" Luna cepat bangun atau aku akan menyiksamu kembali seperti dulu" Ancam Rehan namun tak ada respon dari Luna


"shayang ayo bangun, kau mau apa akan aku turuti kau mau kita berlibur atau kau ingin aku menjadi naruto, aku pasti akan melakukannya.. " ucap Rehan namun lagi lagi Luna tak merespon


" shayang.. ayo bangun anak kita menunggu, apa kau tak ingin bertemu dengan bidadari kecil kita, dia sangat cantik sepertimu, ayo kita besarkan anak kita bersama sama, kita buat dia merasakan betapa besar cinta kedua orang tuanya.. " mohon Rehan namun lagi lagi Luna tak merespon


" hiks.. hikss.. " Rehan menangis sambil memeluk tubuh Luna yang sudah tak bernyawa lagi, tubuh hangat Rehan tak mampu merasakan hangatnya tubuh istri kecilnya, yang tersisa hanyalah tubuh Luna yang mulai terasa dingin..


Sedangkan bayi kecil yang tengah tertidur didalam kotak inkubator pun langsung menangis keras merasakan kepergian ibunya untuk selamanya, bahkan dekapan sang ibu belum pernah dirasakannya tapi kini bayi kecil itupun harus kehilangan sosok ibu, sosok malaikat tak bersayap yang ada didunia.


Tangis bayi kecil Luna begitu menyayat hati, membuat para suster harus berusaha keras supaya menghentikan tangisan bayi yang terlahir prematur itu..


Disamping Makam sang ayah kini terbaring dengan nyaman tubuh Luna, tanpa rasa sakit yang melanda tubuhnya, selama ini


Sedangkan Rehan tak terlihat dalam proses pemakaman istri kecilnya, Rehan masih saja terduduk di samping ranjang sang istri dengan penampilan yang sangat berantakan, wajah yang pucat pasi, bahkan seperti mayat hidup, tatapan matanya begitu kosong, dengan sesekali air mata kelaur dari kedua kelopak matanya. .


Bayang sang istri yang tertawa bahagia sambil mengusap shayang pada perut buncit nya membuat Rehan kembali menangis


" aaaa aaaa... " teriak Rehan dalam tangisnya..


.


.


.


Bersambung.. 😭😭

__ADS_1


__ADS_2