
Arman yang tiba dirumah sakit langsung membaringkan tubuh luna di IGD.
" Bagaimana keadaan istri kecilku? " tanya Rehan dengan nafas yang masih tersengal.
" Masih ditangani oleh dokter tuan. " jawab Arman
Setelah lama menunggu. akhirnya dokter pun keluar dengan suter membawa luna yang masih setia dengan mimpinya, menuju ruang rawat.
" shayang... bangun... jangan tidur terus. " ucap Rehan yang duduk disamping ranjang luna.
"tuan... " ucap Arman
" pulang lah.. kau urus perusahaan"
" baik" jawab Arman singkat
" dok... bagaimana keadaan istri kecil ku? " tanya Rehan pada dokter yang menangani Luna
" tenang tuan... istri anda baik baik saja. mungkin butuh beberapa hari menginap dirumah sakit, untuk menjalani pemeriksaan"
" baik, tapi kenapa istri saya belum siuman"
" jangan kuatir tuan, itu hanya efek obat bius yang kami berikan. "
" terimakasih dok" ucap Rehan
Dilain tempat...
ibu Malik, sedang terbaring diruang rawat jalan, ditemani ayah Malik dengan setia.
Malik yang sedang ditangani oleh dokter, sedang menerawang entah kemana, pandangan matanya kosong.
Setelah memastikan istrinya baik baik saja, ayah malik, menuju ruangan anaknya. memastikan keadaannya baik baik saja.
" Nak... sebaiknya kita kembali ke China" ucap ayah Malik dengan hati hati.
__ADS_1
" ayah.. " jawab Malik tak percaya dengan ucapan ayah nya
" Kita lupakan kejadian disini, kita mulai hidup baru disana. kau fokus dengan Karir mu, restoran yang kau kembangkan juga butuh perhatianmu"
"tidak.. ayah.. aku ingin bersama Luna. "
" Nak... kau juga sadar 100% Luna, tak mencintaimu "
" tidak ayah... Luna hanya lupa ingatan, aku akan berusaha mengingat kan Luna, tentang kebersamaan kita ayah. "
" Nak... sadar lah... kalau memang Luna mencintaimu, sudah sedari dulu dia menjadi kekasihmu, tapi apa yang terjadi" ucap Ayah Malik berusaha menyadarkan anak laki lakinya.
" ayah... aku mau berjuang mendapatkan cinta Luna ayah, aku tak mau meninggal kan nya. "
"nak sadar lah.. Luna masih mempunyai suami"
" tidak ayah Luna sudah bercerai" Jawab Malik dengan nada yang keras
" Mau.. tidak mau kau harus ikut kami kembali ke China"
" Keputusan kau bilang, keputusan apa yang kau buat, dengan membawa Luna kerumah dan kau berusaha memperk*sanya. menyekapnya seumur hidupnya. supaya kau bisa memilikinya setiap saat. "
" iya.. ayah.. aku ingin memiliki Luna seutuhnya, walau dengan cara seburuk apapun aku akan mendapatkannya. " teriak Malik tepat dihadapan ayahnya..
PLAAAKKK....
Malik langsung memegang pipinya yang terasa panas, karna mendapat tamparan dari ayahnya.
" Ayah... tak pernah mengajarimu, bertingkah seperti ini"
" ayah... aku sangat mencintai Luna" ucap Malik yang mulai terisak
" kalau... kau mencintai nya, biarkan dia memilih jalan hidupnya. "
" ayah.... disini terasa sakit ayah... melihat Luna bersama orang lain" Ucap Malik, dengan tangan yang memegang dadanya, tak terasa air matanya pun ikut menetes.
__ADS_1
Ayah Malik yang melihat anaknya menangis langsung memeluk tubuh putranya, berusaha memberikan kekuatan untuk melepas Luna.
Tanpa mereka sadari.. sosok wanita paruh baya, yang tak lain ibu Malik sedang berada dibalik pintu. mendengarkan setiap percakapan antara ayah dan anak.
" Benar kata ayah nak... kau harus merelakan Luna, biarkan dia menjalani kehidupan yang dia inginkan" ucap Ibu Malik dan melangkah mendekat pada suami dan anaknya.
" Maaaa... " ucapan Malik yang melepas pelukannya
" Nak... aku tau kau itu laki laki yang baik, jadi lepaskan Luna, Buka lembaran baru. " ucap Ibu Malik, dengan mengusap lembut kepala Malik dengan shayang
Malik hanya bisa tertunduk memikirkan kalimat yang terlontar dari kedua orang tuanya.
.
.
.
Bersambung... ☺☺
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejaknya
like...
komen....
vote...
jangan lupa kasih Hadiah... walau cuma setangkai mawar..
__ADS_1
terimakasih semua😘😘😘