Takdir Luna

Takdir Luna
PERGI KE TAMAN HIBURAN....


__ADS_3

Sesampainya dikamar Rehan membaringkan tubuh luna diatas ranjang dengan hati hati.


Rehan dengan teliti memandang wajah luna dengan intens... tanpa disadari kedua bola matanya berhenti, setelah melihat bibir mungil Luna, walau tak memakai lipstik, tapi bisa membuat Rehan menelan ludah.


Jiwa laki lakinya bergejolak seketika, pertahanannya runtuh seketika, dengan perlahan lahan Rehan mendekatkan bibirnya ke bibir luna, mengecupnya dengan penuh kasih sayang,


Setelah dirasa puas, akhirnya Rehan melepaskan kecupan nya, dan duduk disamping luna, menunggu Luna siuman.


Setelah hampir setengah jam, akhirnya Luna membuka matanya.


" tuan... " ucap Luna yang sudah benar benar sadar dari pingsannya


" iya"


" maaf tuan... tolong jangan hukum saya" ucap Luna dengan rasa takutnya


" Siapa yang akan menghukummu"


" Benarkah" ucap Luna tak percaya


" istirahat lah, kalau sudah merasa baikan cepat kekamar saya" perintah Rehan dan berlalu pergi meninggalkan Luna sendiri


Setelah sampai dikamar Rehan terus saja mondar mandir, terus saja berfikir bagaimana caranya supaya Luna tak takut padanya.


Setelah cukup lama berfikir akhirnya Rehan menemukan ide yang lumayan menarik.


Dilain sisi... Luna yang sudah baikan, langsung menuju kamar Rehan, dengan perlahan dan sedikit takut, tapi Luna tetap melangkah kan kakinya.


" Tuan" ucap Luna yang dibalik pintu


" cepat masuk"


Setelah dipersilahkan masuk, Luna terus saja berdiri tak tau apa yang akan dilakukannya,


" kenapa kau diam seperti patung, cepat mendekat"


Tanpa menjawab, Luna dengan hati hati mendekat, sedangkan Rehan terus saja menatap Luna dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Luna yang tau sedang diperhatikan, refleks tangannya menutup bagian dadanya.


Rehan yang melihat tingkah Luna langsung tersenyum geli.


" aku tak akan memakanmu sekarang, aku hanya bingung kenapa bajumu terlihat jelek, apa kau tak punya baju bagus ha... "


" tidak tuan" jawab singkat Luna


Karna tak percaya akhirnya Rehan menarik Luna kekamar nya dan menglefah isi lemari luna,


karna tak menemukan sehelai baju yang menurutnya bagus, akhirnya Rehan menarik luna dan membawanya pergi.


" Tuan.. mau kemana kita? "


" Diam"

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan tuannya akhirnya luna hanya terdiam dan memandang tingginya gedung pencakar langit dari dalam mobil.


Sesampainya disalah satu mall, Rehan langsung memarkirkan mobilnya, dan menarik Luna turun.


Dengan terus menggandeng Luna, akhirnya Rehan berhenti disalah satu toko baju wanita, dan memilih beberapa baju yang dirasa cocok untuk Luna, hingga pilihannya jatuh pada celana levis panjang dan baju kaos yang sederhana dan tak lupa sepatu. membuat Luna terlihat santai.


Setelah selesai dengan belanjanya, rehan membawa Luna ke taman hiburan.


" Tuan"


" udah jangan banyak tanya, hari ini kita main sesuka hati" ucap Rehan sambil mendorong tubuh Luna


" ok.... kita mulai dari kimedi putar" ucap Rehan sambil menunjuk komedi putar yang terlihat lucu.


Luna yang mengekor pun mulai tersenyum.


"Tuan aku takut" ucap Luna yang menolak ajakan tuannya


" tak usah takut kan ada aku" jawab Rehan yang berusaha menenangkan Luna.


" waaaaa....... " teriak Luna yang sedang naik wahana rollercoaster, dengan tangan yang memegang erat tangan Rehan.


"waaaaa.... " teriak Rehan yang tak kalah keras dengan Luna.


setelah selesai naik wahana rollercoaster Luna tersenyum senang.


lain halnya dengan Rehan. rehan yang tak pernah naik wahana rollercoaster sedang berjalan terhuyung, dengan tangan memegang perutnya.


" tuan... tuan baik baik saja kan? " tanya Luna yang khawatir dengan keadaan majikannya


" Hoooeeekk... " seketika Rehan memuntahkan semua isi perutnya karna tak sanggup lagi menahannya.


" tuan... " teriak Luna yang melihat majikannya muntah begitu saja.


Tanpa basa basi Luna akhir nya mendudukan Rehan disalah satu kursi dan bergegas mencari menum.


" Sial... kenapa aku punya ide segila ini, ini mah membunuh diri sendiri" Batin Rehan yang benar benar kecewa dengan idenya sendiri.


" tuan minum dulu" ucap lina yang sudah menyodorkan air mineral dihadapan Rehan.


Rehan yang merasa haus akhirnya meminun air yang diberikan Luna.


Sedangkan Luna tersenyum tak menyangka, kalau Rehan yang selama ini menakutkan sangat lah penakut.


" tuan ayo kita pulang" ajak Luna yang tak tega melihat majikannya


" tidak ayo kita main lagi" ajak Rehan dengan kembali menarik Luna menuju wahana kora kora


" tuan... tapi.... " ucapan Luna terputus karna Rehan menariknya


" waaaaaa....... " teriak Luna


" waaaa.... " teriak Rehan yang suaranya lebih keras

__ADS_1


Setelah turun dari wahana kora kora.


lagi lagi Rehan memuntahkan isi perutnya.


" tuan ayo kita istirahat dulu" ajak Luna dengan menarik Rehan ketempat duduk yang kosong dan tak banyak orang.


" tuan... ayo kita pulang" ajak Luna kembali


" tidak... kita tak pernah kesini semenjak kita menikah, jadi ayo kita main sepuasnya" tolak Rehan dengan tangan memijit kepalanya yang terasa pusing


" Tapi tuan... , kondisi tuan"


" kita istirahat sebentar lun.. " ucap Rehan dengan membaringkan kepalanya di paha Luna.


Luna yang terkejut dengan sikap Majikannya hanya bisa mematung dan membiarkan majikannya beristirahat.


Namun Luna semakin terkejut saat Rehan menarik tangan Luna, dan meletakkannya di dahi Rehan


" tuan.... "


" jangan berisik... tolong pijat kepalaku sebentar, rasanya pusing sekali" ucap Rehan


Luna yang melihat Tuannya, akhirnya menuruti kemauan majikannya.


" tuan... ayo kita pulang, aku lelah" bohong Luna


" kau jangan berbohong "


" tidak tuan, lain kali kita bisa kesini lagi, dan bermain sepuasnya " bujuk Luna


" baik lah" jawab Rehan yang memang tak bisa memungkiri kalau dirinya sungguh lelah.


Setelah Luna beranjak pergi dari taman hiburan, matanya masih melihat wahana wahana yang memang belum pernah dinaiki.


Rehan yang melihat kemana arah pandangan mata Luna, langsung menghentikan langkanya.


" ayo kita main lagi" ucap Rehan yang bersiap menarik Luna baikla


" tidak tuan... ayo kita pulang... lain kali kita kesini lagi"


" tapi kau belum puaskan bermain"


" tak apa tuan... lain kali kita kesini lagi" jawab Luna dengan penuh keyakinan.


" baiklah, kalau itu maumu tapi aku janji akan membawamu bermain sampai puas"


Setelah berjanji pada Luna akhirnya Rehan membawa Luna kembali......


.


.


.

__ADS_1


Bersambung... ☺☺


__ADS_2