Takdir Luna

Takdir Luna
MALAM PERTAMA....


__ADS_3

Rehan yang sedang mengendarai mobil nya kini terus tersenyum senang...


" Kenapa Tuan terlihat senang sekali... apa pernikahan ini membuatnya sangat bahagia


Setelah sesampainya dirumah Rehan langsung masuk kedalam kamarnya. masih dengan senyum di wajahnya


" Benar benar senang " Batin luna yang melihat tuannya terus tersenyum.


" Hueek... " luna yang merasa mual langsung masuk kedalam kamar mandi...


" luna.... " teriak Rehan yang sudah berada diruang tamu


" iya.... tuan" Buru buru luna langsung membersihkan mulutnya dan menyiram kloset supaya bersih lagi..


" Aku mau pergi ....walau sekarang pintu tak ku kunci dari luar tapi kau harus ingat kau sekarang istriku. dan kau tidak boleh kabur dari rumah ini."


Setelah rehan menjelaskan panjang lebar.


Rehan langsung pergi meninggalkan Luna sendirian


"Istri... Istri tuan Rehan.... " Batin Luna dengan sedikit senyum.


Tak bisa dipungkiri Luna memang masih mempunyai rasa sayang pada Tuan Rehan. walau selama ini Rehan memberinya Luka.


Malam kini semakin larut Tapi Rehan belum pulang juga, membuat Luna sedikit khawatir... meja makan pun kini sudah penuh dengan hidangan kesukaan Rehan..


" Sayang... hati hati "

__ADS_1


Luna yang mengenal Suara yang tak lain adalah Rehan pun langsung menuju asal suaranya..


Namun alangkah terkejutnya Luna saat melihat Rehan membawa Sasa pulang dan tanpa malunya Rehan langsung menci*m bibir sasa tanpa menghirraukan Luna.. dan langsung masuk kedalam kamar Rehan...


Luna yang melihat adegan yang membuatnya syokk. hanya bisa tertegun dan berdiri mematung


" Ahhh..... Rehan... kau hebat sekali" ucap sasa dengan nada yang membuat bulu kuduk merinding termasuk Luna yang langsung sadar akan syokk nya..


Luna yang tersadar pun langsung berlari


Tik... tok... tok....


" Tuan... tuan... apa yang tuan lakukan didalam kamar... " ucap Luna yang berusaha menghentikan Rehan dengan sasa


" ini tidak benar tuan hentikan tuan... " ucap Luna yang terus mengetuk pintu kamar Rehan, dan tak terasa air mata mengalir di pipinya


" Tapi tuan.. adalah suami saya sekarang.. seharusnya kalian tidak boleh begini, " ucap Luna yang masih menangis


plak... plak..


Sasa yang mendengar ucapan Luna pun menampar pipi Luna hingga berdarah, dan jatuh tersungkur dilantai...


" Sebaiknya kau pergi dan jangan kau ganggu.. "


Ucap sasa dan langsung menutup pintu


Luna yang melihat Rehan diam saja dan tersenyum saat sasa menampar nya.

__ADS_1


" Apakah ini yang kau maksud dengan Beruntung menikah denganmu tuan" Batin Luna yang sedang memegan dadanya yang terasa sakit, dan pergi meninggalkan kamar Rehan.


Hikzzz... hikzzz..


" Cobaan apa lagi yang akan engkau berikan padaku... " ucap Luna yang menangisi takdirnya sendiri didalam kamar,


" Baru tadi siang kita menikah, tapi malam pertama kita jadi suami istri kau habiskan dengan wanita lain.. kau benar benar keterlaluan Tuan.. tak cukup kah kau siksa tubuhku sekarang kau juga mau siksa perasaan ku.. " Batin Luna yang terus menangis tanpa henti dengan tangan yang masih memegang dadanya yang semakin sakit.


Byurrr....


" Bangun... jangan karena kau menikah dengan Rehan dan ber setatus istri. kau biasa bermalas malasan. ... cepat Bangun dan siapkan makanan"


Ucap sasa dengan ember masih ditangannya


Luna yang terbangun dari tidurnya pun langsung duduk dan mengatur nafasnya karena kaget.


" Cepat... bangun kenapa hanya duduk.. " ucap Sasa dengan marah saat melihat Luna masih duduk..


Karna tak ada respon Sasa langsung menarik rambut Luna


" Sakit mba sasa... tolong lepaskan"


mohon Luna. tapi tak dihiraukan oleh Sasa yang terus menarik Luna sampai didapur


" cepat buatkan kami makanan... " ucap Sasa yang sudah sampai didapur dan melepaskan rambut Luna


" Tuan kau akan menyesali semuanya... " Batin Luna yang melihat Rehan hanya duduk saja saat melihat Sasa menarik rambut Luna.

__ADS_1


Terima kasih... 🙏🙏


__ADS_2