
" cepat kau kirim alamat rumah malik padaku" perintah Rehan pada arman
Dengan muka yang B merah bagaikan tomat, Rehan mengambil jas. bergegas pergi ke alamat yang sudah dikirim oleh Arman.
Sesampainya dirumah malik,Rehan mendengar keributan dari dalam rumah.
Didalam rumah
" malik... sudah jangan seperti ini" ucap ibu susanti
" malik ayolah... "
" ibu.. aku hanya mau luna, ga mau wanita yang lain" teriak malik dengan membanting vas bunga yang ada dimeja.
" malik bukannya ibu tak setuju hibunganmu dengan luna tapi.. " ucapan ibu susanti tertahan
" ini semua gara gara ibu, seandainya ibu langsung merestui aku dengan luna, mungkin aku sudah menikah sekarang" ucap malik yang semakin keras.
ting.... tong...suara bell berbunyi menghentikan keributan yang telah terjadi.
Ayah malik yang mendengar suara bell berbunyi langsung menuju pintu, dan membukakan pintu.
" tuan... " ucap harun yang bingung, dengan kedatangan tuan Rehan yang tak pernah dibayangkan nya
" maaf menganggu, saya kesini ingin bertemu dengan putra Bpk, yang bernama malik"
__ADS_1
" oh... malik, kalau begitu silahkan masuk dulu saya akan memanggilnya"
Setelah mempersilahkan tamunya duduk, Harun langsung kekamar Malik dan memanggilnya supaya turun menemui Tamunya.
saat masih ditangga malin begitu terkejut saat melihat Rehan lah yang datang menemuinya. dengan muka kesal, malik langsung mengambil langkah seribu menemui Rehan.
Sedangkan Rehan yang melihat malik berlari menuruni tangga, dengan susah payah menahan emosinya.
Tanpa basa basi Malik yang sudah dekat dengan Rehan langsung melemparkan bogrm mentahnya melampiaskan semua kekesalannya.
Lain dengan Rehan yang sudah pandai berkelahi dengan dantainya bisa menghindar dan dengan cepat bisa melumpuhkan Malik begitu saja.
Ayah, dan ibu malik yang melihat Anaknya tiba tiba menyerang tamunya, yang tak lain adalah koleganya. langsung berlari mendekat.
Karna tak enak hati, akhirnya Rehan melepaskan Malik.
" ayah.. kenapa yah harus minta maaf pada ba* ingan ini" omel malik yang dengan muka kesalnya
" maafkan saya tuan, nyonya" ucap Rehan sopan
" mau apa kau kemari? " ucap Malik ketus
" Malik... " ucao bu susanti dengan nada penuh penekanan
" aaah.... pasti kau yang menculi luna dirumah sakit" ucap Malik yang tak menghiraukan ucapan ibunya..
__ADS_1
Ayah dan ibu Malik ... terkejut mendengar ucapan anaknya yang menuduh Regan menculik luna.
" jaga ucapanmu nak" ucap Ibu susanti
" ibu... ibu harus tau... luna adalah mantan istri dari orang jahat ini, bahkan luka yang ada ditangan luna itu disebabkan oleh orang ini, dengan tak berperasaan, orang jahat ini menyiksa luna tanpa ampun" ucap malik dengan penuh emosi.
Ayah dan ibu Malik hanya bisa terkejut mendengar perkataan anaknya.
" saya kesi hanya mau bilang. jauhi istri saya... jangan sampai aku mendengar atau melihat kau bersama istri kecilku. dan aku percejelas lagi luna adalah istri sah ku" ucap Rehan santai
" istri kau bilang, kau jangan bermimpi disiang bolong, luna adalah mantan istrimu, bahkan aku sendiri yang mengurus surat cerai mu" teriak malik
" kau harus tau, aku tak pernah menandatangi surat cerai " ucap Rahan dengan senyum dibibirnya
Ibu Susanti yang mendengar percakapan anaknya langsung merasakan pusing dikepalanya, tak percaya bahwa anaknya mencintai istri orang, dan berusaha merebutnya.
" kau yang bodoh.. kau sendiri yang menandatangi nya, aku bahkan menerima surat perceraian yang sudah di tanda tangi olehmu"
" kau yang bodoh... kau seharusnya bisa membedakan surat yang akun tanda tangani itu asli tau palsu" ucap Rehan dengan senyum kemenang
" apa... " teriak Malik tak percaya
" kalau begitu aku permisi, aku hanya datang mengingat kau, jangan kau muncul dihadapan istri keciku. dan ibu susanti dan pak Harun, aku mohon bantuannya, tolong jaga anak laki-laki kesayanganmu supaya tak menjadi PEBINOR" ucap Rehan dan langsung pergi meninggalkan kediaman malik.
"Dasar kau Rehan Ba*ingan, kembalikan luna padaku" teriak malik yang berusaha mengejar Rehan namun ditahan oleh ayahnya... Bersambunh
__ADS_1