
Kreeekk..
Pintu kamar Luna kini telah dibuka oleh Rehan..
Luna yang melihat Rehan pun kini hanya diam. tak merespon kedatangannya
" Cepat... minum Obat ini... "
Rehan yang merasa ucapannya tak direspon pun langsung mendekat dan menampar pipi Luna.
Luna yang merasa sakit di pipinya hanya bisa memegangi pipinya. tanpa mau melihat Rehan..
Rehan yang merasa terabaikan oleh Luna....kini mulai jengah dengan sikap Luna yang hanya diam.
" Buka mulutmu... " ucap Rehan dengan tangan menarik rambut luna. membuat Luna teriak kesakitan. Rehan yang melihat mulut Luna terbuka memanfaatkan kesempatan untuk memasukan obat kemulut Luna...
" uhukkk... uhuuuk" Luna terbatuk akibat ulah Rehan.
Rehan yang melihat rencananya berhasil tersenyum dan meninggalkan Luna sendiri dikamar.
Hari demi hari Luna kini harus meminum obat. tepat dihadapan Rehan..
Luna yang tak tau obat itu pun berpura pura meminumnya, setelah Rehan pergi Luna langsung memuntahkannya ditoilet..
Setelah kejadian Luna melarikan diri. setiap Rehan pergi semua pintu selalu dikunci dari luar...
Luna bagaikan hewan yang dikurung didalam sangkar yang sangat mewah...
__ADS_1
Setelah Rehan pulang kerumah Luna selalu menyambutna, membuatkan makan, menyiapkan bajunya, sedikit kesalahan yang dibuat Luna, Rehan tak segan segan menghukumnya.
menyiram dengan air dingin, memukulnya hingga berdarah bahkan menarik rambut Luna sampai rambut luna rontok..
Air mata Luna pun kini sudah mengering tak ada lagi air mata saat Rehan menyiksanya...
" Luna... cepat carikan baju untukku" perintah Rehan
Dengan cekatan Luna menyiapkan kemeja yang cocok untuk Rehan...
" Kenapa kepalaku pusing sekali.. " Batin Luna
Setelah kepergian Rehan, Luna hanya tidur didalam kamar merasakan kepalanya yang pusing. dan sesekali mual...
Luna yang masih gadis tak mengerti akan keadaan tubuhnya sekarang..
Tanpa disadari Luna terlelap dan tak menyambut Rehan pulang, membuat Rehan sangat marah...
" Heyyy... kau enak sekali tiduran disini"
Luna yang sadar dari tidurnya pun berusaha bangun tapi kembali jatuh dikasur...
" jangan Akting di hadapan ku... " marah Rehan dan menyeret Luna dan melemparkan tubuh luna.
" huuekkk.... " Luna yang tak bisa menahan mualnyapun memuntahkan isi perutnya dilantai..
Rehan yang melihat pun langsung mendekat dan menampar Luna..
__ADS_1
" Berani sekali kau mengotori lantai ku.. "
" maaf tuan Nanti aku bereskan.. " ucap Luna dan berusaha bangkit dan membersihkannya
Rehan yang merasa jijik pun pergi masuk kedalam kamar... dan membersihkan tubuhnya dengan air hangat..
Saat Rehan ada dimeja makan. Rehan melihat Luna dari ujung kaki sampai ujung rambut membuat adik kecilnya menginginkan sesuatu..
Luna yang sedang fokus menyiapkan makannya tiba tiba langsung diterkam oleh Rehan tanpa meminta izin dari Luna.
" Tuan.. jangan.. jangan lakukan ini padaku.. " ucap Luna yang berusaha lepas dari cengkraman Rehan.
Rehan yang sudah tak sabar pun mulai menyobek baju Luna dan memainkan Gunung kembar milik Luna.
Luna yang terus meronta pun . kini kedua tangan nya sudah diikat membuat Luna tak bisa memukul Rehan..
Rehan yang semakin bringas pun melemparkan Luna diatas Sofa. dan menindih tubuh Luna. Luna yang sedari tadi tak enak badan membuat Rehan semakin leluasa menc*um bibir Luna.
Sebelum Memasukan adik kecilnya kegoa terindah pun. mengambil obat dan memaksa Luna meminumnya.
Setelah Luna meminum obatnya rehan pun langsung memasukkan kegoa milik Luna dengan paksa. membuat Luna meringis kesakitan.
Rehan yang menyadari Luna merasakan sakit pun tak menghiraukan nya. malah membuat Rehan semakin senang dan melanjutkan aksinya dengan berbagai gaya..
Setelah 1 jam Rehan Beraksi, datanglah kenikmatan yang tiada tara membuat Rehan tersenyum senang..
Sedangkan Luna hanya bisa melihat Rehan dengan tatapan Benci...
__ADS_1
" Hueeekk... " Luna langsung berlari menyadari perutnya mulai merasa mual lagi..
Terimakasih... 🙏🙏