Takdir Luna

Takdir Luna
sudah jatuh.. tertimpa tangga pula


__ADS_3

Luna yang sudah sampai didepan Rumah... dengan langkah yang lemas... terus saja melangkah...


Luna yang sudah dekat dengan pintu masuk.. mendengar suara ribut dari dalam Rumah...


" aku hamil mas... dan itu ulahmu... " ucap Seorang gadis


Bagaikan tertimpa... tangga... Luna yang mendengar.. suara wanita yang tengah menangis dan meminta pertanggung jawaban. dengan sekuat tenaga melihat... apa yang terjadi didalam Rumah...


Luna yang melihat seorang gadis tengah melempar sesuatu tepat mengenai wajah suaminya..


nyawa Luna terasa tercabut dari Raganya... begitu sakit... sakit yang tak bisa digambarkan oleh kata kata... melihat sendiri seorang gadis tengah menangis dan meminta pertanggung jawaban kepada suaminya sendiri... bahkan.. suaminya tak bisa berkutik menandakan... telah terjadi sesuatu diantara mereka...


Disisi lain Rehan yang dilanda kebingungan tak menyadari istri kecilnya tengah menjadi penonton setia dalam setiap adegannya dengan Sisil


Luna yang berusaha tagar.. menghapus air matanya yang tak henti hentinya mengalir deras dipipinya. dengan perlahan.. Luna mendekat.. berjongkok mengambil benda yang tadi dilempar oleh gadis yang tengah memeluk tubuh suaminya...


Dengan perlahan.. Luna melihat dengan teliti... benda kecil.. terdapat dua garis merah disana... bahkan Luna mengambil dua benda kecil itu


Brugh....


Luna yang mengerti dari fungsi benda kecil itu.., langsung terjatuh dari jongkok nya... tatapannya kosong... air mata yang tadi dihapusnya.. kembali menetes...


" hamil... " ucap Luna lirih


Rehan yang sedari tadi mematung langsung tersadar mendengar suara istri kecilnya...


Rehan yang menyadari Luna tengah terduduk dibawah kakinya... langsung melepas pelukan Sisil.. mendorongnya menjauh... bahkan Sisil hampir saja terjatuh...


" shayang... shayang... " panggil Rehan yang melihat istrinya terus menangis dalam diam.. tak mengeluarkan suara sedikitpun...


" shayang.. shayang... aku bisa jelaskan semuanya... " ucap Reha yang terus saja menggoyang goyangkan tubuh Luna... yang terdiam

__ADS_1


Luna yang menyadari Rehan tengah menyadarkannya.. dengan perlahan melihat suaminya.... dengan nanar.. rasa kecewa terlihat jelas dikedua bola matanya...


" shayang.. " ucap Luna lirih...


" iya... aku disini.. " ucap Rehan lembut...


Sepersekian detik Luna langsung mencari keberadaan Gadis yang sedari tadi memeluk suaminya...


Duaaarrr....


" Sisil... " ucap Luna tak percaya... siapa yang sedari tadi memeluk suaminya...


" Luna... " ucap Sisil.. dengan suara terkejutnya


Luna yang berusaha menetralkan semuanya... langsung bangkit dari keterpurukan nya... dengan dibantu oleh Rehan.


" Lanjutkan ... percakapan kalian... aku tak akan mengganggu kalian... bicarakan semuanya baik baik. dan ambil jalan keluarnya.. " ucap Luna dingin... tangan Rehan yang sedari tadi memapahnya... kini disingkirkan oleh Luna...


" shayang..." panggil Rehan.. yang berusaha menghentikan langkah istrinya...


" jangan ikuti saya... , biarkan saya sendiri.. " ucap Lirih Luna... yang terus meninggalkan Rehan dan Sisil


" aaaaggghhhhh" teriak Rehan yang frustasi dengan keadaan nya..


" kau.. kau... pergi dari rumahku... " usir Rehan pada Sisil


"Kau.. kau mengusir ku... lalu bagaimana dengan anak didalam kandungan ku ini... dengan susah payah aku mencarimu.. tapi ini semua perlakuanmu padaku.. " teriak Sisil


" lalu.. aku harus bagaimana..? " ucap Rehan yang mengacak ngacak Rambutnya


" Nikahi aku.. " ucap Sisil... dengan lantang

__ADS_1


Luna yang tengah melangkah perlahan... langsung terjatuh... saat mendengar Sisil meminta dinikahi oleh suaminya...


" kau.. gil*.., aku sudah menikah... dan kau mau aku menikahimu... jangan mimpi... " ucap Rehan dengan tegas..


"lalu bagaiman dengan anak ini.. " teriak Sisil yang kembali menangis...


" gugurkan anak itu... aku tak sudi... mempunyai anak dari rahimmu... " ucap Rehan lantang..


" kau... gil*... kau bajing*n... mas... aku tak mau tau... kau harus bertanggung jawab atas semua kelakuanmu.. " teriak Sisil yang


" kau.. kau... nikahi saja hantu.... sampai matipun.. aku tak mau menikah denganmu" teriak Rehan tak mau kalah...


Luna yang sedari tadi mendengar perdebatan yang sangat menyakitkan hati... pandangannya mulai kabur... kepalanya terasa berat... dengan perlahan Luna memejamkan mata... tubuhnya kini benar benar lemas... tubuh kecilnya.. kini benar benar berada diatas lantai... terkulai lemas... kedua pipinya yang basah dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir sedari tadi...


" pergi... pergi... " usir Rehan... yang menarik tubuh Sisil keluar Rumah...


Setelah mengeluarkan Sisil dari dalam Rumah... rehan mengacak acak Rambutnya frustasi...


"Luna... " ucap Rehan yang sadar sedari tadi telah melupakan istri kecilnya... dengan langkah yang cepat Rehan langsung menuju kamarnya.. namun setelah mencari.. Regan tak menemukan keberadaan istrinya...


Rehan yang kembali berlari pun.. langsung menuju kamar pembantu... sebelum... sampai didepan pintu... Rehan sudah melihat tubuh istrinya yang tengah terkulai lemas diatas lantai... buru buru Rehan langsung menghampiri Luna... meletakan kepala istrinya dipangkuannya..


" shayang... shayang... bangun... " ucap Rehan dengan air mata dipipinya


" maaf... aku mohon maafkan aku... " ucap Rehan dalam tangisnya...


.


.


.

__ADS_1


Bersambung... 😳😳


__ADS_2