Takdir Luna

Takdir Luna
INGIN... MAKAN MANGGA


__ADS_3

Rehan yang sudah berpakaian rapi, kini sudah turun dengan sasa yang terus menempel pada Rehan.


Luna yang melihat kemesraan majikannya terus berusaha memalingkan pandangannya supaya tak melihat pemandangan yang membuat dadanya sesak.


" Waw... sepertinya menu hari ini sangat enak. " ucap sasa, dan duduk berdampingan dengan Rehan.


" Shayang Aaaaa..... " ucap sasa yang siap menyuapi Rehan.


Tanpa babibu Rehan pun langsung memakan nasi yang di ulurkan Sasa dengan senyum di pipinya.


" Aku bahkan seperti obat nyamuk" Batin Luna


"Shayang... nanti setelah makan aku mau jalan jalan bolehkan... " ucap sasa dengan nada yang dibuat imut


" Boleh... " jawab singkat Rehan dan langsung memberikan kartu ATM pada sasa.


Sasa yang melihat Rehan memberikan kartu ATM nya pun langsung mengambilnya.


" Terima kasih shayang... " ucap Sasa dan langsung mencium pipi Rehan.


" menjijikan sekali mereka. apa tidak punya tempat lagi untuk bermesraan. "" Batin Luna


" Aku berangkat shayang.. " ucap Rehan yang sudah menghabiskan makanan nya dan menciup pipi Luna, dan sesekali kedua bola matanya melihat Luna.


" Hati... hati shayang... " Jawab Sasa yang masih memakan sisa makanannya.


Selepas kepergian Rehan Sasa pun ikut pergi berbelanja.. baju .


Sedangkan Luna langsung membereskan piring kotor yang ada dimeja makan..


" kayanya makan mangga muda enak.. " Batin Luna yang sudah menyelesaikan makanannya


" Tapi aku tak punya uang, ohhh... iya ayah... "


Seketika Luna pun langsung menuju rumah Ayahnya

__ADS_1


"Ayah... " ucap Luna dan memeluk tubuh ayahnya


" Luna... kau tak apa apa, dirumah tuan Rehan kan. apa tuan Rehan begitu kasar padamu nak"


" Dia sangat berubah ayah, dia buka Rehan yang dulu lagi"


" Apa kau masih menyukainya nak"


"Ayah... sejak kapan ayah tau kalau aku menyukai Tuan Rehan yah... "


" itu terlihat jelas diwajahmu saat kita masih bekerja disana" ucap Bayu mengingat anak gadisnya dulu suka memperhatikan anak majikannya itu


" Itu dulu ayah, sekarang aku sangat membencinya, sejak.. dia membuat ayah seperti ini, dan memperlakukan kita seperti kotoran yang harus dibuang.


flash back on...


setelah beberpa minggu kedua orang tua Rehan menginggal, semua pembantu dirumah tuan Rehan pun dipecat, hanya tersisa bi inah..


Dulu rumah yang begitu ramai kini menjadi rumah tak berpenghuni.


" Kau kenapa hidup.. kenapa harus kedua orangtuaku yang pergi, semua ini karna kesalahanmu dasar pembunuh.. " teriak Rehan yang berada didepan pintu.


Sasa dan Bayu pun keluar Rumah melihat siapa yang membuat keributan di tengah malam.


Saat Bayu membuka pintu, tanpa aba aba Rehan langsung memukuli Bayu tanpa belas kasihan


Luna yang terkejut langsung melindungi ayahnya namun na'as. Rehan yang sangat emosi turut memukul tubuh Luna dan mengenai kepalanya hingga terjatuh dan pingsan.


Luna yang merasa pusing dikepala masih sempat melihat Tuan Rehan terus memukul ayahnya.. sampai akhirnya Luna tak mengingat apapun.


Flash back off


Tanpa terasa air mata Luna ikut menetes saat mengingat kejadian masa lalunya.


" Sudah nak jangan kau ingat ingat lagi, Ayah juga bersalah atas kecelakaan yang menimpa keluarga Rehan, seharusnya ayah juga berhati hati saat mengendarai mobil" ucap Bayu dan menghapus air mata anaknya

__ADS_1


" Kau kesini sendiri nak"


" iya Ayah, jangan ayah tanyakan Tuan Rehan, ayah sendiri sudah tau seperti apa sifatnya"


" Kalau begitu kau kesini.. "


" mangga ayah.. aku kesini mau mencari mangga" Ucap Luna memotong perkataan ayahnya


" apa dirumahmu tak ada mangga? "


"Ayah kau sendiri sudah faham dengan sifat tuan Rehan kenapa ayah bertanya terus... Bahkan aku kesini naik ojek.


" Dari mana kau dapatkan uang nak, apa kau mencuri"


"Tidak.. ayah mana berani aku mencuri"


" Lalu.. "


" aku mendapatkan Uang , saat aku mencuci baju tuan Rehan"


" kenapa kau tak mengembalikannya, itu tak baik Luna"


" ayah aku belajar dari pengalaman ayah, saat dulu aku kabur dari rumah tuan Rehan, aku tak punya uang untuk naik taksi atau ojek. jadi aku harus berlari dan aku tertangkap lagi oleh Tuan Rehan" ucap Luna mengingat kejadian saat dulu hampir diperk*sa preman dan diselamatkan Tuan Rehan dan membawanya kembali kerumah.


" Maaf nak.. karena ayah.. kau jadi begini"


" tak apa ayah... bagaimana dengan ayah,? "


" ayah dibantu oleh para tetangga, setiap hari ada saja yang memberikan makanan buat ayah. usaha bibit cabai yang ayah tanam selepas kau pergi. banyak yang membeli, uangnya bisa untuk membeli makanan. "


" Maaf ayah... aku akan berusaha lepas dari tuan Rehan dan pergi dari kota ini bersama ayah" ucap Luna


" Bukankah kau kesini mau memetik mangga, cepat kau lihat pohon dibelakang rumah siapa tau ada buahnya" ucap Bayu mengingatkan anaknya


" ahhh.. iya aku sampai lupa" jawab Luna dan langsung pergi kebelakang rumah...

__ADS_1


__ADS_2