Takdir Luna

Takdir Luna
Jaga kedua bola mata


__ADS_3

"nyonya....nona Luna sudah masuk kuliah... dan Tuan Rehan juga sangat menyayangi nona Luna... " ucap Ratih.. melaporkan.. semua hasil dari membuntuti Luna...


" syukurlah... " jawab Wulan.. yang tengah berbaring diatas kasur.. dengan selang infus terpasang di tangannya..


" Nyonya... apa sebaiknya.. kita menjelaskan semuanya pada nona Luna... " usul Ratih..


" Tidak usah... tih... biarkan semuanya berjalan seperti ini... aku sudah senang melihat Luna hidup senang dengan suaminya... lagi pula... atas hal apa aku bertemu dengan Luna.. " ucap Wulan.. dengan suara mulai bergetar...


" Tapi.. nyonya... Setidaknya... nona Luna mengetahui.. bahwa didunia ini dia masih memiliki ibu... " Ucap Ratih yang masih membujuk Majikannya..


" Ibu... ibu macam apa.. yang membiarkannya hidup susah.. bahkan meninggalkannya " ucap Wulan yang mulai menangis...


Ratih yang tak tega melihat majikannya pun... memilih memeluknya.. menenangkan nya.


tit...


tit....


tit....


( anggap aja suara monitor pendeteksi jantung..)


" nyonya.... nyonya.... " teriak Ratih yang berusaha menyadarkan majikannya


Ratih yang mendengar suara monitor pun berusaha menekan tombol... yang berada diatas ranjang...


Beberapa menit kemudian... para dokter dan suster langsung datang dan menangani Wulan...


Ratih yang diperintahkan menunggu diluar pun.. terus berjalan ke kanan dan kekiri...


" Bagaimana... bagaimana dengan majikan saya,...? " tanya Ratih dengan raut wajah yang sangat khawatir...


" maaf... tapi.. nyonya.. " ucapan Dokter hendrawan terhenti...

__ADS_1


Ratih yang mengerti pun langsung menangis... kakinya terasa lemas. tubuh Ratih langsung terduduk dilantai..


" Tenangkan dirimu.. nyonya masih bisa bertahan... tapi.. " Dokter hendrawan kembali terdiam


" Tapi.. tapi kenapa dok... katakan dengan jelas... " Ucap Ratih... yang memandang dokter hendrawan yang tengah berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Ratih


" nyonya hanya bisa bertahan dalam beberapa hari... " ucap Dokter hendrawan.. kembali menjelaskan..


Ratih... yang mendengar penjelasan dokter Hendrawan sedikit lega karna masih ada waktu mempertemukan majikannya dengan Luna...


Ke'esokan harinya... Luna terlambat... bangun... bahkan untuk berjalan kekamar mandi pun terasa sulit... ( para Raiders tau lah... apa yang mereka lakukan hingga Luna terlambat bangun.. 😅😅)


Rehan yang ikut terbangun karna pergerakan yang dilakukan istrinya pun langsung mengangkat Tubuh Luna membantunya kekamar mandi...


Mempersiapkan air hangat dibathup. tak lupa menyampurkan cairan air mawar...


Setelah mempersiapkan air hangat Rehan mengangkat tubuh Luna yang sedari tadi duduk diatas wastafel... meletakan tubuh Luna secara perlahan kedalam air...


" Mandilah.... bersihkan tubuh kecilmu... aku akan menyiapkan makan sebentar... " Ucao Rehan yang langsung keluar dari kamar mandi menuju dapur...


Setelah memilih baju yang cocok... tak lupa Luna mengikat Rambutnya.. menyelipkan hiasan ramput berbentuk bulan...memberikan polesan lipsbam berwarna salem... Membuat Luna terlihat sederhana namun sangat menawan...


Rehan yang masuk kedalam. kamar dengan makanan ditangannya dibuat mematung saat melihat senyuman istrinya.


Luna yang melihat suaminya membawa makanan dan minuman pun langsung bergegas membantu...


" maaf.. shayang... lain kali.. aku tak akan bangun terlambat... " sesal Luna


" Tak apa shayang... lagi pula kau terlambat bangun juga karna ulahku.. " ucap Rehan dengan senyum gigi kudanya...


" heeee..." tawa Luna dengan Pipi Luna yang langsung memerah... saat mendengar ucapan suaminya...


" sudah.. sudah... cepat.. makan... nanti kau terlambat... " ucap Rehan

__ADS_1


Luna yang menyadari pun langsung melahap makanannya...


Selagi Luna memakan makanannya.. rhan bergegas mandi dan memakai baju... bersiap berangkat kekantor...


" Shayang.., kau tak makan...? " tanya Luna yang melihat suaminya, langsung mengambil tas kerjanya...


" Tidak.. shayang.. nanti jam 8 ada pertemuan.. jadi aku sengaja tak makan.. " jelas Rehan...


" ok... baiklah.. ayo.. berangkat... "ucap Luna yang bersemangat ...


Dilain sisi... Ratih yang sudah menunggu Luna sudah bertengger didepan gerbang.. kampus...


Setelah berkutat dengan padatnya jalanan... akhirnya Luna sampai dikampus...


" cup... " Rehan memberikan kecupan singkat dibibir Luna...


" ingat... jaga kedua bola matamu... kalau kau berani melihat laki laki lain selain aku...


aku pastikan kau mendapatkan hukuman seperti tadi malam... " uncam Rehan


" iya... iya..., aku akan menjaga kedua bola mataku.. " patuh luna


" kalau begitu.. semangat belajar... "


" Shayang.... terimakasih... " ucap Luna dengan senyum dibibirnya...setelah turun dari mobil Luna pun masih setia berdiri ditempat.. sampai mobil suaminya hilang dari pandangannya.


" Luna.... " teriak... Ratih


Luna yang mendengar namanya dipanggil pun mencari asal suara..


.


.

__ADS_1


.


Bersambung... 🤔🤔🤔🤔


__ADS_2