
Luna yang mulai sadar dari tidurnya, perlahan lahan mulai membuka matanya.
" mas... " ucap Luna lirih.
Rehan yang tertidur disamping ranjang Luna, langsung terbangun.
" mas... "
" Luna... Luna..., kau sudah sadar, mana yang sakit hem... ? " tanya Rehan dengan rait muka yang khawatir
" Mas malik... mas...! " ucap Luna yang belum sepenuhnya, melihat dengan jelas
Rehan yang mendengar Luna memanggil Malik langsung terdiam... Rasa cemburu, jengkel benar benar melanda hati, Namun dengan sekuat tenaga Rehan menekannya.
Tanpa berfikir panjang Rehan langsung memeluk Luna dengan.. erat.
" shayang... akhirnya kau siuman... jangan sakit lagi, aku sudah bosan menunggu, dirumah sakit" ucap Rehan yang belum melepas pelukannya.
" Mas... aku tak bisa bernafas.. " ucap Luna uang belum menyadari siapa yang memeluk nya.
Rehan yang mendengar ucapan Luna langsung melepaskan pelukannya.
"aahhh.... pergi... pergi... jangan dekati aku lagi.. tuan... aku tak melakukan kesalahan.. " teriak Luna.. yang sadar sepenuhnya, dan melihat siapa yang memeluk nya.
" shayang.. tenang.. " ucap Rehan yang terus saja menenangkan Luna. yang terus saja berteriak dan tak mau didekati oleh Rehan.
" Mas.... mas... Mas... Malik... tolong.. Luna" teriak Luna
Rehan yang mendengar Luna, terus saja memanggil Malik. tubuhnya terasa lemas. tulangnya seperti lunak. membuat Rehan jatuh terduduk.
__ADS_1
" mas.. mas Malik.. kau kemana? " racau Luna yang meringkuk diatas ranjang dan selimut yang menutupi tubuhnya.
Rehan yang tak mau menyerahpun. berusaha berdiri, kembali mengguncang tubuh Luna.
" Pergi.. pergi kau.. dasar PEMBUNUH... " teriak Luna
Rehan yang d mendengar dirinya disebut sebagai Pembunuh langsung terdiam, mencerna setiap perkataan Istri kecilnya.
" Pembunuh... aku pembunuh, siapa yang aku bunuh... aku tak pernah melakukan pembunuhan terhadap siapapun" ucap Rehan yang tak Terima dirinya disebut sebagai pembunuh
"Kau.. kau pembunuh ayah ku, Tuan... dimalam itu aku melihat dengan jelas.. ku membunuh ayahku.. Bahkan tuan Rangga yang mengatakan nya sendiri bahwa Tuan yang menyuruhnya menculik aku dan ayah. "
" Tidak.. sayang.. aku tak pernah menyuruh Rangga melakukan semuanya. " Jelas Rehan
" Bohong... jelas jelas, tuan Rehan sangat dendam terhadap keluarga ku, Bahkan Tuan dengan kejamnya memukulku, dan memperk*sa ku, dan tanpa ampun memukulku, sampai sampai anakku pergi" ucap Luna dengan Marah dan air mata yang menetes mengenang setiap penderitaan.
" Maaf shayang... untuk semua yang aku lakukan.. tapi aku tak pernah menyuruh Rangga menculikmu. "
" TIDAK... shayang, semua itu Tak benar"ucap Rehan yang terus berusaha menjelaskan.
" pergi.. pergi.. "
" tidak.. aku tak akan meninggalkan mu"
" pergi... "
" Kalau kau tak percaya juga.. ayo aku ajak kau bertemu langsung dengan Rangga " ucap Rehan yang langsung menarik Luna,
Luna yang masih lemas pun langsung jatuh karna kedua kakinya tak mampu menopang tubuh Luna.
__ADS_1
Keributan sepasang suami istri, langsung terhenti setelah dokter masuk henhendak memeriksa Luna.
" ya.. ampun mba... " teriak Suster yang melihat Luna terjatuh dari ranjangnya. dan dengan sigap membantu Luna kembali keranjang nya.
Rehan yang melihat Luna, jatuh hanya bisa melihatnya dan mengusap mukanya kasar. bingung dengan apa yang terjadi pada istri kecilnya.
Dokter dan suster pun dengan sigap.. memeriksa Luna, sedangkan suster dengan sigap membetulkan selang infus. yang sudah rusak.
Rehan yang melihat Luna sedang ditangani, memilih duduk disofa, melihat istri nya yang terus membuang muka. tak mau melihat dirinya.
" dok.. bagaimana keadaan istri saya.. ? "
Tanya Rehan setelah melihat dokter selesai memeriksa Luna
" Sepertinya, nona Luna sudah mengingat semua nya, tapi saya sarankan, tuan mendekatinya secara perlahan, melihat kondisi Nona yang baru siuman" jelas Dokter yang menangani Luna.
" Baik "
Selepas kepergian dokter dan suster, Rehan kembali duduk disofa nya.
" Besok setelah kau keluar dari Rumah sakit, aku akan membawa mu keRangga, biar dia yang menjelaskan semuanya" ucap Rehan
Luna yang mendengar ucap an tuannya memilih merebahkan tubuhnya, dan kembali memalingkan mukanya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung... ☺☺