
" Apa yang harus ku lakukan... kenapa semuanya jadi seperti ini. bagaimana dengan nasib anakku, apa tuan Rehan akan menerimanya. apa aku harus memberitahukannya. " Batin luna
" Kenapa kau melamun? " ucap malik yang kembali dari apotik
" Ahh.. maaf tuan, saya tidak menyadari kedatangan tuan.. " ucap Luna dengan canggung
" Jangan panggil aku Tuan, panggil aku malik. "
" Baik... mas malik" jawab Luna menurut
" Siapa namamu? "
"Luna ...mas malik" jawab Luna
" Gadis ini sangat penurut.. " Batin Malik dengan kedua mata yang tak henti hentinya memandang Luna
" oh.. ya tadi aku membeli beberapa baju, cepatlah kau ganti bajumu, bajumu sangat kotor. " perintah Malik
" Baik Mas... " ucap Luna dan langsung mengganti bajunya di toilet
" Gadis yang sangat penurut. andai dia belum menikah.. aku pasti akan mengejarnya mati matian" Batin Malik
" terimakasih mas Malik, sudah membantuku apa lagi repot repot membelikan baju untukku" ucap Luna yang sudah keluar dari toilet
" Tak apa... kemana suamimu, ? "
" Suamiku sedang bekerja... " ucap Luna berbohong
" Kalau begitu dimana rumahmu.. biar aku antar.. "
" Tidak usah mas malik... aku bisa pulang sendiri"
Tolak Luna
" kamu yakin... sekarang sudah siang"
" Kalau begitu.. maaf membuat mas Malik repot lagi.. " jawab Luna menyetujui ide malik untuk mengantarnya. dan mengingat dirinya tak punya uang sepeserpun.
" Semoga Tuan Rehan sudah pergi... " Batin Luna yang berjalan Mengekor menuju mobil Malik
Dikediaman Rehan... sasa masih saja menempel pada Rehan.
" Apa kau tak gerah selalu menempel padaku" ucap rehan dengan sedikit mendorong tubuh Sasa
" Tidak.. bagiku tak ada kesempatan sebagus ini.. kapan lagi aku bisa bermanja-manja padamu" ucap Sasa dengan kembali mendekatkan tubuhnya menggoda Rehan
"Kemana Luna ini membeli makanan aja bisa selama ini" Ucap Rehan
" kenapa kau mencari Luna, kan sudah ada aku disini" Ucap sasa
__ADS_1
"apa dia melarikan diri lagi.... ahhh... siall kenapa aku bisa se ceroboh ini" Batin Rehan dan berniat pergi
" Rehan kau mau kemana... aku juga mau ikut. "
" Jangan kau ikut campur urusanku" bentak Rehan membuat Sasa menghentikan langkahnya
" Menyebalkan sekali kau Rehan.. " Batin Sasa.
flasback on...
Di sebuah kafe.. Rehan sedang meminum minumannya. sedang memikirkan cara apa lagi yang bisa membuat Luna menangis..
Saat itu lah Sasa datang dan bergelayut manja pada Rehan.
"Sasa... aku tau kau menyukaiku.. "
" lalu kenapa kau selalu menolakku, aku bisa melakukan apa saja asal aku bisa berdekatan denganmu setiap saat. " ucap Sasa dengan manjanya
" kalau begitu kau harus membantuku. "
" Baiklah.. aku mau"
" Aku mau kau berpura pura jadi kekasihku dan tinggal bersamaku, "
" apa... bukannya dirumahmu itu ada istri kecilmu itu? "
"darimana kau tau aku sudah menikah? "
" Aku juga mau kau berpura pura tidur bersama ku, dan saat itulah kau harus berakting mengeluarkan desahanmu itu sekeras mungkin"
" Kenapa kita tak melakukannya saja, kenapa harus berakting. aku bahkan Rela tidur denganmu" ucap sasa yang masih saja bermanja ria ditubuh Rehan.
" Kau mau tidak...kalau tidak aku akan mencari wanita lain. " ancam Rehan
" Iya... iya aku mau... " jawab Sasa
flasback off.
" Dimana rumahmu.. ? " tanya malik
" Dijalan xxxxx" ucap Luna
Malik yang sudah tau alamat rumahnya Luna pun menancapkan mobilnya.
Dia lain sisi Rehan yang akang mengeluarkan mobilnya pun menghentikan langkahnya saat melihat Luna turun dari mobil dan diantar oleh seorang laki laki..
Bughhhhk... Rehan kini menghajar malik tanpa basa basi membuat Luna teriak histeris dan berjongkok menutup matanya dengan kedua tangannya.
" Stop... stop... aku takut... Hiks.. hiks.. " Teriak Luna dan terus menangis
__ADS_1
Rehan yang mendengar teriakan Luna pun berhenti dan mendekat pada Luna.
" Kemana saja kamu.. " ucap Rehan dengan suara yang dibuat selembut mungkin, tapi tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Luna. menyalurkan semua emosinya.
Luna yang merasa sakit di pergelangan tangannya pun meringis kesakitan namun ditahannya.
Malik yang melihat semuanya. sedikit bingung namum ujung matanya masih bisa melihat Luna menahan sakit .
" Sebenarnya apa yang terjadi" Batin Malik
Rehan yang tak sabar ingin menghukum Luna pun langsung mengusir laki laki yang mengantar Luna pulang.
Malik yang diusir Rehan pun memilih pergi, tapi tak jauh dari rumah Rehan dia menghentikan mobilnya dan langsung berjalan melihat apa yang akan terjadi pada Luna. dengan mengintip dibalik pagar
" Tuan maaf.. tuan, jangan sakiti saya lagi" mohon Luna dengan tangan yang terus diseret Rehan
" Apa maaf.. katamu.. "
Plak... Rehan menampar pipi Luna sampai bibir Luna mengeluarkan darah segar..
" Dengan melihatmu pulang diantar laki laki, aku harus memaafkan mu, dasar wanita ja*ang" ucap Rehan dan menarik rambut luna, supaya masuk kedalam rumah..
Malik yang melihat Luna disakiti hanya bisa tertegun dengan kedua tangan mengepal sangat keras.
" aku pastikan akan merebut Luna dari suaminya yang kasar itu. " Batin Malik
Didalam Rumah Kini Rehan sedang melemparkan tubuh Luna hingga kepala Luna terbentur sudut meja. membuat penglihatan Luna sedikit kabur
" Dasar wanita Ja*ang, sudah bersuami tapi pulang diantar Laki laki lain, kau benar benar hebat" omel Rehan yang tak menghiraukan Kepala Luna yang sudah berdarah
" Bukan begitu tuan.. " Ucap Luna berusaha menjelaskannya
" Lalu ini apa... kenapa bajumu berbeda saat berangkat dan pulang haa.. " ucap Rehan yang kini semakin marah menyadari baju Luna tak lagi sama
" Kau sebaiknya mendapatkan Hukuman yang setimpal. berani sekali kau berselingkuh disaat baru kemarin kita menikah" omel Rehan dan menarik Luna kedalam Toilet dan menguncinya dari luar..
" Tuan buka pintunya... tuan" Hikzz hikzz
Sasa yang melihat dari atas tangga hanya tersenyum melihat pemandangan yang sangat indah baginya..
Rehan yang sangat emosi kini pergi keluar rumah dengan membawa mobilnya entah kemana
Dilain sisi Malik menghentikan mobilnya karena sangat emosi mengingat Luna yang disakiti oleh suaminya. dan mencoba mengambil air minum dikursi belakang
" Apa itu.. " ucapan malik dan melihat sekantong plastik
" Bukankah ini vitamin Luna, ternyata tertinggal disini
Sedangkan Luna yang berada di dalam toilet sedang duduk berjongkok berusaha menghangatkan diri
__ADS_1
" Aku tak akan membiarkan Tuan Rehan tau kalau aku hamil anak nya. Bisa bisa dia membunuh anakku. " Batin Luna