
Sepanjang perjalanan, kekampus... Luna terus saja diam... Rehan yang melihat istrinya tak bersuara... memilih fokus dengan mobilnya...
Sesampainya dikampus.. Luna langsung turun dari mobilnya... menutup pintu dengan keras...
Membuat Sang empunya mobil, terdiam... bulu kuduknya berdiri, melihat Luna yang penurut kini bagaikan es batu...
" sial.... " ucap Rehan sambil mengacak acak... rambutnya...
Setelah memastikan Luna masuk kekampus Rehan melajukan mobilnya ke perusahaan...
Walau dengan baju biasa.. tak menghilangkan ketampanan Rehan... terbukti dengan karyawan wanita selalu tersenyum... dan sesekali mencuri pandang pada Rehan..
" lihat.. lihat.. bos kita... walau tak memakai baju kebesaran nya... bos kita masih saja tampan... "
Bisik salah satu resepsionis yang tengah berdiri dibalik meja..
Rehan yang sedang frustasi.. hanya membiarkan para gadis membicarakannya... terus melangkah.. menuju lift...
Setelah pintu lift terbuka... dengan galau.. rehan masuk dan menyandarkan tubuhnya di dinding...
Rehan yang tengah Frustasi.. dengan keadaanya...
(ooohh.. Rehan.. kau tamvan sekali.... πππ author... klepek klepek.)
Sesampainya... diruangan'nya... Rehan langsung menuju sofa.. membaringkan tubuhnya yang terasa pegal... karna semalaman harus tidur didepan pintu....
kriuk....
kriukk.....
kriukk....
Rehan yang merasa lapar... langsung mengambil benda pipih di sakunya...
" hey... Arman... cepat.. bawakan aku... makanan... " Perintah Rehan dengan tubuh yang masih setia diatas sofa...
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit... Arman yang datang membawa makanan ditangannya...
mengangkat sebelah alisnya... melihat big bosnya dengan keadaan amburadul...
" makanan.. bos... " ucap Arman yang meletakan sebungkus makanan yang di pesannya direstoran terdekat..
Rehan yang sudah lapar.. tanpa basa basi langsung duduk.. dan menyantap makananya...
" jangan liat..liat.., kau tak pernah lihat orang makan... " ucap Rehan yang menyadari sangat asisten tengah memperhatikannya..
" apa... istri kecil tuan tak memasak untuk suaminya.. " ucap Arman..
" Memasak.. tentu saja memasak... bahkan memasak hingga membuat air liur ku jatuh.. "ucap Rehan.. dengan mulut penuh makanan.. dan mengingat kembali.. betapa jahat istri kecilnya...
" lah.. terus... " ucap Arman yang merasa heran dengan Bosnya yang tengah melahap makanan dengan rakusnya..
" sebaiknya... kalau kau menikah nanti tetaplah mempunyai ART, Jadi.. sewaktu waktu istrimu marah.. kau tak akan kelaparan seperti aku ini... " ucap Rehan yang menyesali... memberhentikan Bi inah... dengan alasan menyuruhnya berlibur ke kampung halaman.. hanya karna ingin berdua dengan istrinya
" hahahah... " tawa Arman yang mendengar big bosnya tengah mendapat hukuman dari istri kecilnya.
" isshhh.. jomblo ko di perpanjang... awas nanti ga laku... keburu tua... dan semakin keriput tuh si otong... " Jawab Rehan... langsung keinti permasalahan...
" keriput.. keriput... keriput gini bisa bikin dedek bayi tau... " jawab Arman enteng..
Mendengar kata dedek bayi... Rehan langsung teringat dengan Sisil... yang tengah mengandung dedek bayi.. hasil tanam kecebong miliknya.. Rehan mengacak acak rambutnya yang Gondrong...
Membuat Arman semakin bingung dengan bosnya...
" Tuan... ada masalah...? " Tanya Arman yang mengerti dengan kondisi Rehan
" aku.. menghamili wanita lain... selain Luna... " jawab Rehan yang mengusap kasar wajahnya
" haaaaa... " jawab Arman tak percaya dengan jawaban Big bosnya
"Bodohnya aku... " ucap Rehan yang frustasi
" ko Bisa.." Ucap Arman kepo...
__ADS_1
" waktu itu... saat aku mau menjemput Luna dari rumah mbah yemmm... aku tak sengaja menabrak wanita... karna dia tak bisa berjalan... jadi aku mengantarnya ke apartemen... dan disitulah musibah terjadi... " jelas Rehan dengan muka menyesal.. telah melakukan hal diluar dugaan..
" wah.. kacau... , lalu... bagaimana dengan Luna. ?"
" jangan kau tanya... bagaimana sikap Luna... , bahkan istriku.. melihat sendiri dan mendengar semuanya... wanita sialan itu datang kerumah dan meminta pertanggung jawaban..atas kehamilannya.. "
" wah.. enak tu... bentar lagi punya dua istri dong... " ucap Arman yang senyum senyum membayangkan sesuatu...
" Enak.. pala lu peang... " jawab Rehan yang mulai emosi dengan jawaban sang asisten...
" kalau begitu... Luna si pendek itu... buatku aja bos.. dari pada puyeng.. walau bekas istri majikan..tetep cantik ko.."jawab Arman dengan tersenyum senang..
Rehan yang mendengar... ucapan asistennya langsung memberikan tatapan membunuhnya...
membuat Sang asisten.. berdiri dan melangkah pergi meninggalkan bosnya sendiri...
(ayaaa... Rehan... author padamu... ππππ bisa mati author lihat tatapanmu... bukannya takut palah jatuh cintrong author... ππππππ)
.
.
.
Bersambung..., π€¦ββοΈπ€¦ββοΈ
jangan lupa tinggalkan jejak
like....
kome...
vote...
Dan juga berikan hadiah.. walau sekuntum πΊπ»πΉπ·
__ADS_1