Takdir Luna

Takdir Luna
istri.. atau adik perempuan...


__ADS_3

Setelah.. menjemput Luna dikampus... Rehan memilih... jalan jalan disalah satu mall...


Rehan benar benar memanjakan Luna... dari membelikan baju... sepatu memasukan Luna ke salon...


Bahkan Luna yang melihat antusiasme Rehan hanya menggeleng geleng kan kepalanya....


" aku ini... istri apa.. anak perempuannya... kenapa semuanya dia yang memutuskannya" Batin Luna


Luna yang lelah... dan perutnya sudah meronta meminta asupan energi pun. tak sungkan sungkan memesan makanan. .


Rehan yang melihat mejanya sudah penuh dengan makanan.. hanya bisa tersenyum...


Luna yang sudah lapar pun memasukan setiap makanan.. yang di pesannya kedalam mulutnya...


Luna yang susah mengambil irisan daging chicken pun... memilih menggunakan tangan... mencocolkan daging ayam kedalam saus...


memasukan kedalam mulutnya... mengambil setiap lalapan dan kembali memasukannya kekedalam mulutnya...


" shayang... pelan pelan makannya... " Ucap Rehan dengan membelai rambut Luna dengan sayang...


Luna yang terus mengunyah tak menghiraukan tatapan para pengunjung yang lain... terus saja menikmati setiap hidangan yang ada dihadapannya...


" aaaggghhhhh.... " Sendawa Luna... yang kekenyangan....


" sudah.. kenyang shayang... ? " tanya Rehan yang terus menatap setiap gerakan luna. ..


" sudah... " jawab Luna


Setelah membayar semua makanan.. Rehan menggandeng tangan Luna tak lupa Rehan membawa barang belanjannya...


Setelah sampai dimobil Rehan membukakan pintu untuk istri kecilnya. memasukan semua barang kedalam bagasi...

__ADS_1


Tanpa mereka sadari... ada sosok yang wanita yang memperhatikan setiap langkah Luna dan Rehan...


Sesampainya dirumah... Rehan menggendong Luna. mendudukan nya diatas sofa ruang tamu... dan kembali membawa barang belanjaannya.


Luna yang merasakan betapa lembut nya Rehan memperlakukannya, tersenyum senang...


Saat Luna melihat Rehan membawa barang belanjaannya.. Luna langsung berlari memwluk Tubuh Rehan...


cup...


cup...


cup...


Luna mengecup kening dan pipi Rehan... membuat sang empunya tertegun dengan aksi istrinya...


" Sepertinya ada yang merindukanku... " ucap Rehan percaya diri... dan tersenyum


" kalau begitu... kau bersiaplah... kau akan bergadang nanti malam... " ucap Rehan yang tersenyum membayangkan apa yang akan dia lakukan...


" ok.... siap bos... " Teriak Luna dan memberikan tanda hormat... kemudian berlari menuju kamarnya...


Rehan yang melihat istrinya masuk kamar... langsung mengekor... meletakan setiap barang belanjaannya.. dan menyusun ya kedalam lemari bajunya..


" Sepertinya.. aku harus membeli lemari lagi... " Batin Rehan... yang melihat lemari baju Luna kini sudah penuh....


20 menit sudah Luna berada didalam kamar mandi.... membuat Rehan mengetuk pintunya...


tok...


tok....

__ADS_1


tok...


"iya shayang.. sebentar lagi... " ucap Luna...


Rehan pun memilih duduk diatas kasurnya. menunggu istrinya selesai mandi...


Rehan pun.. terpana saat melihat Luna yang keluar... dari kamar mandi hanya memakai handuk..


Rambut yang masih basah membuat Luna terlihat begitu menawan...


Rehan yang melihatnya... langsung menelan ludahnya... namun kesadarannya kembali saat Luna memanggilnya dan menyuruhnya bergegas mandi...


Tanpa menunggu aba aba... Rehan langsung berlari menuju kamar mandi...


2 menit kemudian Rehan sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dipinggang nya..


Luna yang sudah memakai baju tidur... melihat bingung, Rehan yang secepat kilat dalam membersihkan tubuhnya.


" kenapa shayang...? kok melihat aku seperti itu... , awas... nanti kedua bola matamu copot melihat tubuh suamimu ini yang bagaikan roti sobek ini... " ucap Rehan yang percaya diri...


" percaya diri sekali... " ucap Luna yang langsung mengalihkan pandangannya.. dan kembali menyisir rambutnya.


Rehan yang melihat istrinya menyisir rambut pun langsung membantu Luna.. menyisir rambutnya mengeringkan nya dengan hair dryer.


.


.


.


Bersambung... 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2