
Setelah cukup lama duduk didalam mobil, akhirnya Luna dan Rehan sampai dirumah sakit, dimana dokter Gunawan bekerja.
Karna Rehan keponakan dari dokter Gunawan, Rehan dengan leluasa bisa menemui dokter Gunawan sesuka hati.
" silahkan masuk" ucap dokter Gunawan.dengan nada yang ramah.
Namun setelah melihat siapa yang datang Dokter Gunawan langsung mendengus kesal.
" mimpi apa semalem...bisa bisanya... orang beginian dateng" Batin dokter Gunawan yang melihat keponakannya datang tanpa memberi tau.
" kenapa... mukanya. ga suka liat ponakan dateng? ucap Rehan yang tak mau basa basi.
Kekesalan dokter Gunawan langsung sirna saat, Luna terlihat di belakang Rehan.
" Luna silahkan duduk" ucap Dokter Gunawan ramah, dan memperlihatkan gigi putihnya.
" ga usah.. ganjen deh om... udah tua, pake senyum senyum segala sama Luna" protes Rehan yang melihat Dokter Gunawan
" ishh... dasar, sapa yang ganjen...ada apa? " tanya dokter Gunawan langsung ke intinya
"dok... saya ingin bertanya dengan kondisi saya saat ini, kenapa aku tak mengingat, kejadian beberapa tahun belakang ini? " tanya Luna, yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan.
" baik... aku akan memanggil temanku, karna dia lah yang menanganimu, saat itu. "
Setelah menunggu beberapa menit, dokter yang Ditunggu tunggu akhirnya muncul.
" maaf membuat kalian menunggu" ucap dokter heru
__ADS_1
"tolong jelaskan pada gadis ini tentang kondisinya pada waktu kau menangani nya" perintah dokter Gunawan
Walau sedikit Bingung, tapi saat doter Heru melihat Luna, dan berfikir sejenak, dokter heru bisa mengingat kembali dengan kondisi Luna.
" maaf nona Luna, setauku anda dibawa kemari dengan kondisi sudah pingsan, karna jatuh dari tangga, saat itu kondisi nona sangat parah, menyebabkan kami harus menangani anda dengan lebih lanjut, se ingatku waktu itu, nona Luna bersama kedua orang tua, dan suami anda, tapi suami anda bukan yang ini" ucap Dokter Heru sambil tangan menunjuk Rehan
sedangkan Rehan yang ditunjuk, hanya diam, walau dalam hati merasa sebal karna dirinya ditunjuk tunjuk.
" lalu" jawab Luna yang masih penasaran
" akhirnya kami mengoperasikan anda, walau nilai keberhasilan nya sangat kecil. Bahkan setelah di oprasi, nona Luna mengalami koma, "
" setelah itu? "tanya Luna yang masih penasaran
" setelah Anda siuman. nona tak bisa mengingat lagi kenangan beberapa tahun sebelumnya, itu disebabkan, benturan yang Sangat keras dan merupakan efek dari oprasi yang kami lakukan" kalimat dokter heru panjang lebar.
Dilain sisi Malik yang selalu memikirkan Luna, sekarang semakin kurus, kedua orang tua Malik selalu memeriksakan Malik, supaya Malik lebih baik.
rasa penasaran kini timbul, dengan sosok Malik, yang dulu perlahan dia lihat, setelah siuman dari tidurnya.
" kemana aku hhatusencari dia? " Batin Luna.
" ada apa?, kenapa menjadi melamun" tanya Rehan yang melihat Luna berjalan dengan tatapan kosong
" tidak tuan" jawab Luna singkat
" kalau begitu ayo ikut aku" ucap Rehan sambil menarik tangan Luna
__ADS_1
Luna yang tak mengerti dan mau dibawa kemana lebih memilih diam, dan mengikuti kemana Rehan akan membawanya.
Namun tanpa Luna sadari, sosok Malik sedang melihat dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
" nak... ayo" ajak Ibu Malik yang melihat anak nya berdiri dalam diam.
"ibu.. ibu pulang saja... aku mau jalan jalan sebentar" jawab Malik,
" tuannn" panggil Luna yang terus saja digandeng oleh Rehan
" iya... "
" aku ingin ke toilet, bisa lepaskan tanganku"
" sungguh.. ingin ke toilet, bukan ingin kabar" selidik Rehan yang melihat ekspresi luna yang mencurigakan
" tidak tuan"
" kalau begitu... kau bawa ponsel ku ini, kalau ada apa kau cepat telfon aku" cerocos Rehan
Luna yang mendengar ucapan Luna hanya bisa melihat tuannya bingung, namun tetap mengambil HP, yang diberikan tuannya.
" baik... terimakasih tuan" jawab Luna sambil berlalu menuju kamar mandi.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung... ☺☺