Takdir Luna

Takdir Luna
KECEWA..


__ADS_3

" Tuan " sapa seorang laki laki paruh baya


" ya... " jawab malik


Setelah selesai membisikan sesuatu pada malik, malik langsung menghentikan aktifitasnya membaca majalah..


" Terimakasih"


" kalau begitu saya permisi" pamit laki laki paruh baya


" ternyata kau tak pernah berhenti mencari luna.. " Batin malik.


Luna yang menerima telfon dari malik langsung bergegas memasukkan barang barangnya kedalam koper.


" Tiara... tolong kau urus semua urusan restoran saya akan kembali ke Indonesia. " perintah Luna dibalik telfon


Tiara yang mendapat perintah menerima tanggung jawab yang diberikan oleh Luna dengan senang hati.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Malik sampai di apartemen Luna.


Luna yang sudah menunggu. .membiarkan malik membawa kopernya kedalam bagasi mobil.


" Kenapa mendadak sekali kita pulang ke Indonesia, bukannya besok? " tanya Luna


" tadi aku mendapat kabar ibuku sakit dan menyuruhku pulang, tidak mungkinkan aku meninggalkan wanita cantik sendirian dinegara orang" Bohong malik pada Luna, dan fokus mengendarai mobil menuju bandara.


Setelah sampai di bandara malik meninggalkan Luna sendiri untuk membeli minuman.


Saat Luna sedang duduk dan asik memainkan hpnya. tanpa sadar Luna melihat sosok laki laki yang pernah dikenalnya, Reflek Luna langsung memakai masker menutupi sebagian wajahnya.

__ADS_1


Rehan yang sangat bersemangat menuju apartemen Luna tak menyadari kalau wanita yang sedang duduk dengan Rambut panjang adalah sosok wanita yang selama ini dicari.


Luna yang sangat gugup berusaha menenangkan dirinya sendiri, bahkan Luna bisa mendengar suara degupan jantungnya sendiri.


Saat Rehan sudah melewati Luna barulah Luna bisa menghembuskan nafas lega.


Malik yang sudah kembali membeli minuman langsung duduk disamping Luna membuat Luna kaget, dan membuat malik bingung.


" kenapa kau kaget begitu, apa kau pikir aku penjahat. penjahat juga tak setampan aku" ucap Malik


" Kau ini.. sudahlah mana minumannya"


" ini" jawab Malik sambi menyodorkan air minum yang dipesan Luna.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Luna dan malik masuk kedalam pesawat...


" Sebentar lagi" jawab Arman


Setelah sampai di apartemen Luna, Rehan langsung mengetuk pintu, namun tak ada jawaban dari dalam.


" Tuan ... mungkin Nyonya sedang di restoran"


" Ayo kita kesana" ucap Rehan yang langsung jalan menuju mobil


Setelah sampai di restoran, lagi lagi Rehan harus menelan kekecewaan nya, karna menurut pegawainya, Luna baru saja pulang ke indonesia.


" Tuan... apa kita harus kembali pulang atau"


" pulang" jawab rehan dengan muka yang putus asa

__ADS_1


" Kita cari hotel untuk istirahat tuan"


" ayo pulang... untuk apa kita di sini jika istri kecilku juga tak ada dinegara ini"


" Baik"


Setelah mendengar ucapan atasannya Arman langsung menuju mobil dengan Rehan mengekor dibelakang Arman


Sepanjang perjalanan menuju bandara Rehan tak lagi tersenyum. bahkan Rehan hanya memandang keluar jendela mobil, entah apa yang difikirkan.


Setelah sampai di bandara Arman langsung membeli tiket pesawat, namun penerbangan menuju Indonesia telah habis.


Dengan terpaksa Arman dan Rehan menuju hotel terdekat dengan bandara.


" Tuan... " Ucap Arman berusaha memulai pembicaraan


" Hemmm"


" ayo kita makan, perutku lapar"


" Aku tak selera makan" jawab Rehan yang terus melihat keluar jendela hotel.


Arman yang mengerti dengan perasaan majikannya akhirnya meninggalkan Rehan sendiri dikamar hotel.


" Luna.. " ucap rehan lirih, namun air matanya jatuh tak bisa ditahan lagi.


Arman yang sebenarnya tak benar benar pergi, melainkan berdiri di balik pintu, melihat majikannya yang menangis sambil memegang dadanya.


Bersambung.... ☺☺

__ADS_1


__ADS_2