Takdir Luna

Takdir Luna
SIFAT ASLI....


__ADS_3

luna yang sudah menginap beberapa hari dirumah malik, akhirnya berpamitan pergi, mencari apartemen


Ibu malik yang senang akhir nya bisa terlepas dari sandiwara pun tersenyum lebar, mengantar kepergian luna.


" mas Malik.. ada yang ingin aku bicarakan"


" Baik.. aku juga ada yang ingin dibicarakan"


Setelah sampai disalah satu restoran, malik menghentikan mobilnya, dan membukakan pintu. akhirnya malik dan luna duduk disalah satu kursi yang kosong dan memesan minuman.


" Mas aku tak ingin kejadian kemaren kemaren terulang lagi"


" maksudmu? "


" aku tak ingin mas tiba tiba menyiruhku bertemu dengan kedua orangtua mas"


" itukan hanya bertemu"


" Mas... mas tau sendiri statusku dengan jelas. walaupun kita hanya teman, tapi kedua orangtua mas, tak semudah itu percaya"


" Apa ibuku mengatakan sesuatu" ucap malik dengan nada serius


" Tidak"


" lalu"


" aku masih belum siap untuk menerima laki laki dalam kehidupanku mas"


" Sudah lah.. aku lelah dengan jawabanmu yang tak pernah berubah, apa kesabaranku tak pernah menyentuh hatimu sama sekali"


" Bukan bukan seperti itu"


" aku tak bisa bersabar lagi ayo.. sebaiknya kau siapkan hatimu mulai sekarang" tanpa mendengarkan jawaban dari luna, malik sudah menyeret luna pergi dan memasukkan kedalam mobil

__ADS_1


" Mau kemana kita mas"


" Nanti kau tau"


luna yang baru tau akan kemarahan malik yang sangat menakutkan berusaha kabur namun kalah cepat karna malik sudah mengunci pintu mobil


" Mas aku mohon jangan begini"


Malik yang menghiraukan luna. kembali kerumah dengan tangan menggenggam lengan luna sangat erat.


Ibu malik yang sedang duduk tersenyum langsung dibuat bingung dengan kedatangan malik dan luna.


" Malik luna apa yang kalian lakukan? "


" Ibu cepat pangil kan penghulu kemari, aku akan menikahi luna sekarang juga"


" apa" jawab serentak luna, dan ibu malik


" ibu tak setuju"


" tidak mas.. aku tak setuju mas" ucap luna


" Habis sudah kesabaran kumenunggumu. lima tahun sudah aku bersabar tapi kau selalu menolakku"


" tapi untuk saat ini aku tak mau menikah mas"


" Kau harus menikah denganku" ucap malik dengan keras, bahkan genggamannya semakin erat membuat Luna menahan sakit.


" Tante... tolong tante" ucap luna memohon pertolongan


" Nak.. fikirkan dulu matang matang" ucap Ibu malik berusaha menenangkan anaknyaa


" Tidak ibu" jawab malik dengan kembali menarik luna dan membawanya kekamar malik.

__ADS_1


" mas... mas kenapa kau bawa aku ke kamarmu"


" Kenapa apa tak boleh ini kamarku, itu hak ku membawa siapa saja masuk"


Luna yang berusaha kabur dari malik terus saja berusaha melepaskan tangannya dari genggaman malik.


" nak.. sebaiknya kau lepaskan luna dulu" ucap Ibu malik yang menyusul kekamar malik


" Tidak ibu"


" Baik kami akan telfonkan penghulu untukmu tapi lepaskan luna" ucap ayah malik yang sudah berada didalam kamar malik.


Saat luna mendengar ucapan ayah malik, luna langsung membulatkan matanya melihat ayah malik.


Ayah malik yang dipandang luna langsung mengedipkan mata menandakan sesuatu.


Luna yang mengerti akan isyarat ayah malik. langsung berlari saat malik telah mengendurkan gengamannya.


Malik yang sadar luna berniat kabur langsung berusaha mengejar namun dihalang oleh orangtua malik.


malik yang tak mau kehilangan luna akhirnya mendorong kedua orangtuanya dan mengejar luna.


Namun naas bagi nasip luna, saat berlari menuruni tangga, luna terpeleset dan jatuh. benturan demi benturan luna rasakan hingga kepala luna membentur vas bunga yang besar. menyebabkan vas bunga juga hancur karna terbentur kepala luna membuat darah segar keluar dari pelipisnya.


Malik yang melihat luna terjatuh langsung berteriak dan menuju luna.


Kedua orangtua malik juga ikut melihat kondisi luna yang sudah terkulai lemas.


" luna luna" ucap malik berusaha membangunkannya


Ayah malik tak habis akal, dia langsung menelfon ambulance


" maaf luna.. maaf" sesal malik

__ADS_1


Setelah ambulance datang, malik langsung membawa Luna kedalam.


Bersambung😁😁


__ADS_2