
Rehan... yang mendengar kata sarang.. langsung.. mendudukan tubuhnya, dan langsung menyergap tubuh sang istri.. dan dengan perlahan.. rehan mulai mendekatkan bibirnya.. pada bibir Luna...
" hoooeekkk... " muntah Luna.. sebelum Rehan mendaratkan bibir mulusnya dengan brutal...
dengan segera.. Luna langsung menyingkirkan tubuh sang suami.. dan pergi kekamar.. mandi.. memuntaahkan cairan yang ada didalam perut...
Sedangkan Rehan yang melihat sang istri muntah muntah langsung mengekor dibelakang Luna.. dan memijit tengkuk leher sang istri.. berharap dengan pijitannya dapat mengurangi rasa mualnya..
" Bagaimana... apa sudah lebih baik.. ? " tanya Rehan dengan wajah khawatir...
" emmm... " jawab Luna yang mencuci mulutnya...
Dengan sigap Rehan langsung menggendong sang istri.. menuju ranjang..
" istirahat lah... " perintah Rehan sambil menyelimuti tubuh sang istri
" tapi.. bagaiman dengan adikmu shayang..? " tanya Luna yang merasa bersalah
" tak apa.. itu urusanku... " jawab Rehan yang ikut berbaring disamping sang istri.. dan melingkarkan tangan kanannya tepat diatas perut sang istri.. dan dengan perlahan kepala Rehan diletakkan diatas bahu sang istri. dan kakinya ikut melingkar diatas paha sang istri kecilnya..
Jadilah Luna bantal guling yang bernyawa.. bagi Rehan
" hhhuuuueeekkk... " mual Luna yang tak dapat dibendung ... lagi lagi Luna menyingkirkan sang suami dan berlari kekamar mandi...
Sedangkan Rehan hanya bisa tertegun dengan sikap sang istri...
__ADS_1
Setelah dirasa perutnya nyaman... Luna kembali kekamar beraiap istirahat disamping sang suami..
Namun belum sempat rehan melingkarkan tangannya kembali.. Luna kembali berlari kekamar mandi.. dan memuntahkan kembali isi perutnya...
lagi lagi Rehan mengekor dibelakang Luna.. dan kembali memijit tengkuk leher Luna..
" shayang.. sepertinya kau.. sakit.. besok kita periksa'ya..? " ajak Rehan
" emmm... " jawab Luna seadanya..
Setelah dirasa mendingan Luna kembali kekamar.. Rehan yang berniat menggendongnya kembali.. tapi ditolak Luna dengan halus..
setelah.. merebahkan dirinya ke kasur Luna berusaha memejamkan matanya.
" mau apa shayang...? " tanya Luna yang melihat suaminya hendak menuju ke kasur
" stop... " ucap Luna keras... saat menyadari rehan akan memeluknya
" lah.. kenapa..? " tanya Rehan
"aku merasa mual.. jika kau memeluk ku.. " jelas Luna...
" ko gitu si... kan perutmu yang ga enak.. kenapa aku yang disalahkan.. " protes.. Rehan yang langsung memeluk tubuh sang istri
" huuueeeekkkk... " lagi lagi Luna merasa mual.. dan lagi lagi rehan disingkirkan Luna..
__ADS_1
" aku kan sudah bilang.. kau jangan memeluk ku.. pergi sana.. tidur disofa " usir Luna sambil melempar bantal guling
" shayang.. ko gitu si.. kasihani aku dong... udah ga jadi masuk sarang... malah di suruh tidur disofa.. pula.. " gerutu Rehan sambil memeluk bantal guling yang dilempar Luna..
" kau juga harus kasihani aku dong.. masa iya aku harus muntah terus.. ga enak tau... " ucap Luna memelas
Dengan kesal akhirnya Rehan memilih sofa sebagai alas tidurnya... Rehan yang sudah terbiasa tidur dengan memeluk istri nya harus bergonta ganti posisi mencari tempat yang nyaman...
Berbeda dengan Luna yang langsung tertidur pulas.. bahkan mulutnya sedikit terbuka.. menyebabkan air liur'nya sedikit keluar..
Rehan yang tidak bisa tertidur.. akhirnya memilih.. berjalan mendekati sang istri dengan hati hati..
memandang sang istri yang sedang tertidur pulas
" dasar... jorok.. tidur.. pake acara ngiler segala... " ucap lirih Rehan sambil tersenyum geli melihat gaya tidur sang istri...
cup....
kecupan shayang kini mendarat tepat di kening Luna... setelah dirasa puas memandang wajah sang istri.. Rehan kembali ke sofa.. dan tidur disana.. walau harus merelakan tubuhnya sakit harus menekuk kedua kakinya yang tak muat dengan panjangnya sofa
.
.
.
__ADS_1
Bersambung... 😂😂🤣🤣