Takdir Luna

Takdir Luna
PANIK...


__ADS_3

Malam kini berganti pagi... Rehan yang terbangun dari tidurnya langsung menuju kamar mandi tanpa melihat kondisi Luna.


Setengah jam Rehan berada dikamar mandi.. namun saat keluar Rehan, melihat Luna yang masih terlelap.


" Mungkin dia masih mengantuk.. " Batin Rehan dan menuju kamarnya sendiri.


" Rehan... cepat buka ikatanmu ini" teriak Sasa yang melihat Rehan masuk ke kamarnya.


" ahh... aku lupa kalau aku mengikatmu" ucap Rehan dan membuka ikatan Sasa.


Sasa yang sudah terbebas dari ikatannya pun langsung memakai bajunya. dengan muka yang sangat marah namun ditahannya.


" akan ku balas perbuatanmu, akan ku singkirkan anakmu yang ada didalam kandungan istri kecilmu" Batin Sasa


Setelah melepaskan sasa, Rehan menuju ruang makan, namun tak menemukan Luna.


" Apa dia masih tidur, awas saja kalau aku lihat dia masih tidur" Batin Rehan dan berjalan menuju kamar dimana Luna masih tertidur.


Sasa yang melihat Rehan menuju kamar utama langsung mengekor, penasaran akan apa yang akan terjadi.


sesampainya dikamar tamu, Rehan melihat Luna masih tertidur dengan kedua tangan yang masih terikat.

__ADS_1


Rehan yang mengetahui Sasa mengikutinya langsung menutup pintu dengan keras.


" sial... kenapa ditutup pintunya" Gerutu Sasa


" Luna bangun... Luna " ucap Rehan sambil membuka ikatan Luna.


selang beberapa menit Luna tak merespon, membuat Rehan semakin geram dan mengambil segelas air dan menyiram Luna


Namun setelah disiram Luna masih tak merespon, membuat Rehan kawatir dan menyingkirkan selimut ditubuh Luna.


Saat Rehan sudah menyingkir kan selimut, alangkah terkejutnya Rehan melihat banyak darah yang sudah mengering dibagian selakangan Luna.


Rehan yang kembali melihat tubuh Luna, kini semakin merasa bersalah melihat tubuh Luna yang memar dan banyak luka cambukan akibat ulahnya..


" Luna... Luna" Rehan kembali berusaha membangunkan Luna kembali.


" Dokter Gunawan... iya benar" ucap Rehan dan pergi meninggalkan kamarnya mencari HP yang tertinggal dikamarnya. tanpa menutup pintu


Sasa yang melihat Rehan begitu panik.. langsung masuk kedalam kamar Tamu.


Saat sasa masuk alangkah terkejutnya dia saat melihat tubuh Luna penuh luka, dan darah yang mengering diselakangannya.

__ADS_1


" menakutkan sekali... apa dia mati" Batin Sasa yang tak berani mendekat atau menyentuh Luna.


Rehan yang sudah kembali membawa hpnya, langsung menelfon dokter Gunawan supaya cepat datang.


Rehan yang melihat tubuh Luna belum memakai sehelai pakaian pun kembali pergi menuju kamar Luna, dan mengambil baju untuk Luna.


saat akan keluar kamar ujung matanya melihat buah mangga yang ada di dalam plastik putih,


Seketika Rehan mengingat kembali saat Luna memohon, dan memberi taunya kalau Luna sedang hamil.


" Apa dia benar benar hamil... kalau iya.. aku.. aku.. harus bagaimana, lalu apa yang terjadi dengan kandungannya. " Batin Rehan yang menerka nerka dan mengingat kelakuannya saat menyiksa Luna dengan Tali pinggang nya.


"Sudah lah.. nanti saja berfikir nya. " ucap Rehan dan berlari menuju keberadaan Luna.


Sesampainya dikamar Tamu Rehan langsung memakaikan baju ketubuh Luna, dengan sesekali mengingat saat Luna memohon untuk tidak menyakitinya lagi.


Sasa yang melihat kekhawatiran Rehan pada Luna, langsung mendapatkan ide dan senyum dibibirnya berkembang penuh arti.


" Melihat kondisi Luna, aku yakin Rehan sudah menyiksanya, seandainya tebakan ku benar kalau Luna hamil. pasti dia mengalami keguguran melihat begitu banyak darah kering di selakangan dan pahanya, seandainya Luna benar benar keguguran, akibat Ulah Rehan sendiri berarti rencanaku menyingkirkan anaknya gagal dong" Batin Sasa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2