
" Dingin... dingin sekali... " Batin luna dengan tubuh meringkuk mencoba menghangatkan diri
" Nak... kau harus kuat didalam perut ibu, ibu akan bertahan dengan semua kelakuan ayahmu, dan pada waktunya tiba ibu akan pergi dari kehidupan ayahmu" ucap Luna dengan tangan memegang perutnya yang masih rata...
" Heyy... tumben kau ada disini biasanya kau akan mengurung diri didalam rumahmu" ucap Rangga yang mengagetkan Lamunan rehan
" oh... kau. . Rangga"
" Kenapa mukamu kusut sekali seperti baju yang belum disetrika.. "
" Lagi suntuk aj"
" Kenapa memang... ? "
" Luna... tadi pulang diantar oleh laki laki"
" Haaa.... hanya karna itu kau jadi seperti ini"
" Entah lah"
" Apa kau sudah jatuh hati dengan istri kecilmu itu" Canda Rangga
" Ga mungkin lh" jawab Rehan dengan cepat
" Kalau begitu ... setidaknya kita nikmati aja dulu salah satu gadis yang ada di klub ini, sia sia kan sudah datang tapi ga dimanfaatkan. " ucap Rangga memberi ide
" Kamu aja lah.. Q lagi ga selera.. " Jawab Rehan dan meminum, minumannya
__ADS_1
Rehan dan Rangga kini menikmati alunan musik dengan riang gembira.
Hingga jam menunjukkan jam 3, baru lah Rehan dan Rangga pulang kerumah masing masing
Dilain sisi, sasa yang sudah tertidur dikamar Rehan,
tak menghiraukan teriakan Luna yang meminta tolong dibukakan pintunya
Rehan yang pulang dari klub pun langsung menuju dapur dan mengambil segelas air putih
" buka... pintunya... tolong" ucap Luna dengan suara paraunya
" Luna... kenapa q sampai melupakan dia.. " ucap Rehan yang mendengar suara luna.
krekkk...
Rehan yang melihat keadaan Luna, yang sedang duduk dan meringkuk sedikit merasa iba, dan mengulurkan tangannya dan berniat membantu Luna berdiri.
Luna yang melihat Rehan mengulurkan tangannya pun tak menghiraukan nya dan bangkit berdiri sendiri
" Sekarang kau sudah berani...jangan karena aku mencoba membantumu kau... "
" Tuan... aku sudah lelah besok saja kau menghukummu" ucap Luna menyela ucapan Rehan, dan duduk di meja makan.
dan Luna mulai mengambil nasi untuk mengisi perutnya...
" Kau Bahkan berani mengambil nasi tanpa seizin ku" uca Rehan yang ikut duduk didepan Luna
__ADS_1
" Tuan... besok saja kau mengomel. aku sangat lapar.. "
" Huuueeekk.... " Luna yang baru memasukan satu sendok ke mulutnya langsung merasa mual dan kembali ke toilet.
" Ada apa dengan Luna, kenapa akhir akhir ini dia sering muntah.. apa dia hamil.. tapi Bukannya dia selalu meminum obat dihadapanku, tidak mungkin dia hamil. " Batin Rehan yang melihat Luna pergi ke toilet
Rehan yang penasaran pun ikut menyusul Luna ke toilet dan terkejut melihat Luna yang sudah pingsan dilantai.
" Luna... Luna" ucap Rehan dengan menepuk pipi Luna. karna tak mendapat Respon akhirnya Rehan membawa Luna kembali kekamar
" Maaf Luna.. " Batin Rehan, setelah membaringkan Luna ditempat tidur. kemudian pergi kekamarnya.
Mentari kini sudah menampakkan sinarnya di ufuk timur. Luna yang sudah sadar dari pingsannya kini sudah menyiapkan makanan. dan bersiap membangun kan majikannya
" Shanyang... bangun.. apa begitu melelahkan bagimu tadi malam" ucap sasa dengan suara menggoda
Luna yang sudah berada dibalik pintu. tanpa terasa air matanya kini mengalir.
" Kenapa seperti ini... kau menikahiku tapi aku kau anggap apa Tuan" Batin Luna dan pergi kembali kedapur.
sedangkan Rehan yang mendengar suara sasa pun terbangun dan langsung menepis tangan sasa yang kini sedang asik mengusap bibir Rehan
" Jangan kau berani menyentuh tubuhku. "
" Kenapa,... kenapa aku tak boleh menyentuh tubuhmu"
" cukup sasa, aku sudah berbaik hati meminjamkan tempat tidurku, dan kau tak boleh meminta lebih"
__ADS_1
ucap Rehan yang pergi berlalu meninggalkan sasa.