Takdir Luna

Takdir Luna
Bertemu wulan


__ADS_3

Sampailah.. luna didepan Rumah sakit... Tak dipungkiri... didalam hati kecil Luna.. terdapat rasa penasaran... dengan sosok Wulan.. yang selalu diceritakan oleh Retih...


flashback ...


Luna yang selalu ingin keluar.. membuat Ratih... geram dan memberhetikan mobilnya dijalan yang sepi...


" aku mohon nona... temuilah ibu nona sekali ini saja... setelah nona bertemu, dan tak ingin mengakuinya... itu hak nona.. tapi aku mohon... untuk sekali ini saja... ikutlah dengan ku" mohon Ratih yang terus menangis... dan memohon pada Luna


Luna yang melihat Ratih terus saja memohon... akhirnya diam.. tak mengiyakan, atau menolak...


Ratih yang menyadari Luna terdiam... lebih memilih melanjutkan perjalanan...


flashback and...


" ayo nona... ikut denganku... " ajak Ratih yang menggandeng tangan Luna....


Detak jantung Luna... terasa berdetak lebih cepat... ketika langkahnya berhenti tepat didepan pintu ruang VIP... tangannya terasa sedingin es... langkahnya terasa berat untuk melangkah masuk...


Ratih yang melihat keraguan dalam diri Luna... terus saja menggenggam tangan nona'nya... dan menganggukan kepalanya... saat Luna menatapnya...


Bagaikan dapat energi... Luna memberanikan diri melangkah melewati pintu masuk...


Tatapannya terasa kosong... air matanya tak terasa mengalir begitu saja... mulutnya terasa kaku... suaranya tertahan di tenggorokannya... langkahnya pun berhenti saat kedua bola matanya... melihat wanita paruh baya yang sedang terbaring lemah diatas ranjang... dengan begitu banyak selang menancap diseluruh tubuhnya..


Mukanya putih pucat... tubuhnya kurus kering.


" Nyonya... sadarlah nyonya... anak gadis nyonya sudah datang... dia sangat cantik... walau tubuhnya kecil dan sedikit pendek... tapi dia sangat cantik.. nyonya.... aku mohon.. bukalah mata nyonya... " Ucap Ratih yang sudah berdiri disamping wulan.

__ADS_1


Luna yang mendengar ucapan Ratih sedikit tersenyum geli mendengar pujian Ratih namun terdengar seperti penghinaan baginya...


" nona... kemarilah... " ucap Ratih yang melihat Luna terdiam seperti patung...


Lunapun melangkah menghampiri wanita paruh baya yang diakui Ratih sebagai Ibu kandung Luna...


" ibu..... " kalimat pertama yang keluar dari mulut Luna.... entah apa yang difikirkan Luna sampai mulut Luna bisa mengeluarkan kata kata yang sangat menggetarkan hati...


Ratih yang mendengar pun langsung menangis...


" nyonya kau.. dengar... anak gadis muda sudah datang dan memanggilmu... aku mohon sadarlah."


Luna yang ikut menangis pun tanpa sadar memegang tangan Wulan...


" bangunlah... " ucap Luna...


Bagaikan magnet... ucapan Luna terdengar sangat syahdu... ditelinga Wulan


" nyonya.... " Ucap Ratih... yang sangat senang melihat majikannya dengan perlahan membuka matanya...


Luna yang melihat semuanya.. hanya terdiam.. tangisannya pun terhenti... tubuhnya terasa kaku... perasaan tak menentu..


Detak jantungnya semakin cepat... entah apa yang harus diucapkannya... melihat sesosok wanita paruh baya yang mengaku sebagai ibu kandungnya... kini telah sadar....


" nyonya... aku sudah membawa nona Luna... " ucap Ratih yang antusias...


" Luna... anakku... ? " tanya Wulan... yang melihat sesosok gadis yang mirip dengan foto yang selalu diberikan oleh asisten nya...

__ADS_1


Tubuh Wulan... langsung bergetar, air matanya mengalir deras dari pelupuk matanya... Rasa rindu yang selalu ditahannya kini tumpah berbarengan dengan air mata yang terus mengalir...


Dengan sekuat tenaga... Wulan mengangkat kedua tangannya menyambut kedatangan putrinya kedalam pelukannya...


Reflek Luna yang melihat berapa besar usaha wanita paruh baya itu mengangkat kedua tangannya... Luna langsung mendekat... membukukan badannya membiarkan Wulan memeluknya sambil tertidur...


" Maaf.. shayang... maafkan ibu mu yang jahat ini... " ucap Wulan dengan suara yang sangat lirih.


Luna yang mendengar semuanya... hanya terdiam... dalam hatinya Luna merasa senang bertemu dengan ibunya... tapi otaknya selalu menepis semuanya... karna selama ini ibu kandungnya telah tiada. .


" Maaf... nak.. " ucap Lirih Wulan... kedua tangannya yang sedari tadi memeluk erat tubuh Luna.. kini dengan perlahan terlepas...


Luna yang menyadari... sesuatu yang salah langsung terdiam... waktu terasa berhenti seketika... otaknya tak bisa mencerna semua kejadian yang baru saja dilewatinya...


"bughhh... " kedua tangan Wulan terjatuh tepat diatas kasur menyadarkan Luna dari aksi diamnya


" nyonya.... " teriak Ratih... yang melihat majikannya telah terkulai lemas...


Ratih yang panik langsung berlari keluar mencari dokter...


Luna yang mulai melepas pelukannya... dengan perlahan memundurkan langkahnya secara perlahan... tubuhnya merosot ke lantai begitu saja... air mata yang sedari tadi keluar tanpa henti... kini tak bisa mengeluarkan cairan bening lagi...


Ratih yang sudah datang dengan dokter pun. terus saja menangis... disamping Luna yang masih terduduk dilantai.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.... 😭😭😭


__ADS_2