Takdir Luna

Takdir Luna
Ngambek...


__ADS_3

Setelah 2 minggu menjalani honeymoon ... Rehan dan luna kini kembali ke tanah air...


Rehan yang setiap hari semakin bucin... selalu ada hal yang bisa membuat Luna geleng geleng kepala...


Dari memotong kuku...menyisir rambut, menjabut jenggot... yang seharusnya lebih mudah kalau dicukur... kini tugas Luna untuk membersihkannya..


Pulang kerja... Luna sendiri yang harus membuka pintu... dan harus tersenyum lebar... dan menyambut kepulangan suaminya dengan pelukan shayang...


" shayang... aku lapar... emmm menu hari ini apa? " Tanya Rehan yang sedang memeluk Tubuh kecil istrinya..


"menu.. hari ini... adalah sayur terong balado... dan tahu.. goreng shayang... " jawab Luna


cup..


cup...


cup...


Kecupan... shayang selalu didapatkan Luna dari suaminya.. membuat Luna terasa sangat bahagia..


" Kau memang istriku yang paling pintar.. " ucap Rehan yang menyadari sayur kesukaannya telah disiapkan oleh istri tercinta...


Perut Rehan yang sudah meminta jatah pun.. membuat Rehan bergegas kekamar dan menganti baju santai...


" shayang.... " Panggil Luna yang selesai menyiapkan makanannya...


Rehan yang mendengar panggilan istrinya pun langsung berlari kecil, menuju meja makan...


Dengan wajah yang sumringah... Rehan membuka mulutnya... meminta jatah suap nasi...


" Sebenarnya... disini siapa yang anak kecil.. " Batin... Luna dengan tangan tengah sibuk menyuapi suami tercinta...


" Tak usah... menggerutu... , menyuapi.. suami itu juga ladang pahala bagi istri.. " ucap Rehan yang mengerti jalan fikiran istrinya


Luna yang mendengar ucapan suaminya... langsung melempar senyum kebahagiaan..


" oh.. ya.. shayang.. kapan aku mulai melanjutkan kuliah..? " tanya Luna hati hati... karna dari sepulang honeymoon.. Rehan tak pernah membicarakan tentang keinginannya untuk kembali belajar.


" kuliah... astaghfirullah... shayang.. aku benar benar lupa.. " jawab Rehan yang menepuk jidadnya

__ADS_1


Luna yang mendengar suaminya telah melupakan keinginannya.. langsung menghentikan aksi menyuapi suaminya.


tak... (anggap saja suara sendok yang terjatuh.. diatas piring)


Tanpa menunggu penjelasan lebih panjang lagi... Luna langsung pergi meninggalkan Rehan yang terkejut.. melihat Luna yang meninggal kan tanpa permisi...


" Shayang... mau kemana..? aku kan belum selesai makan..? " ...


" Bok*r.... shayang mau ikut... atau perlu hasil panggilan alam ini aku goreng.. dan menjadikannya lauk untukmu makan... " Jawab Luna yang sudah kesal... karna keinginannya untuk kuliah lagi... tertunda...


" Dasar... suami tak berperasaan... sudah tau.. aku menunggu untuk kuliah lagi... pake acara pikun pula... " Batin Luna sambil berjalan menaiki tangga


" uhuk... uhuk... " Rehan yang mendengar jawaban istrinya... langsung terbatuk... perutnya terasa ngilu.. membayangkan... Benda kuning... hasil panggilan alam... tengah tersaji dimeja makan.


" hiks... hikss.. hikss.. " Tangis Luna diatas tempat tidur... menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut...


Bahkan Rehan yang sudah masuk kedalam kamar pun... tak digubris Luna..


" shayang... maaf... dengerin penjelasan suami kamu dulu dong.." ucap Rehan dan berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya


" Bodo...ga penting... dan ga mau tau... " jawab Luna ketus... tanpa membuka selimutnya


" Bodo... pokoknya... ga ada jatah... itu hukuman buat kamu.. karna sudah melupakannya.. "


" ko.. gitu si... terus... adikku gimana dong nasibnya? " tanya Rehan sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal


"... Lah.. adik.. adik kamu... ya kamu lah yang urus.. ngapa harus aku.. " Jawab Luna yang sudah BT karna ulah suaminya


" kok.. jadi kamu.. kamu si.. shayang...? "


" Bodo amat... dan ga mau mikirin... "


" segitunya... yang ga jadi kuliah... " ejek Rehan dengan senyum dibibirnya..


" Iya.. lah... udah seneng seneng mau didaftarin..ehhh pulang pulang ditanya.. palah jawabnya Lupa" ucap Luna yang masih setia menutup dirinya


" heee... sudah.. sudah.. ngambeknya... kalau istriku terus ngambek.. dan ga mau ngasih jatah... kertas pendaftaran ini.. aku buang ni.. " Ucap Rehan dengan senyum melengkung dibibirnya


Luna yang mendengar surat pendaftaran.. pun langsung bangkit dan duduk menghadap suaminya tak percaya...

__ADS_1


" ni.... " Rehan memberikan selembar kertas, dan berhasil membuat Luna tertegun tak percaya


sekian detik kemudian...


" hwuaaaaa... wuuuaaa.. " Tangis Luna kini benar benar kencang.. membuat Rehan semakin bingung...


" Ko tambah kenceng si shayang nangisnya? udah dong... aku minta maaf karna sudah membohongi istri kecilku... " Panik Rehan.. yang melihat istrinya menangis...


cup....


Luna kini tengah mengecup bibir Rehan sekilas...


membuat Rehan terdiam... namun... Rehan langsung tersenyum... penuh.. arti...


.


.


. '


SKIP.... kalian lanjutin... sendiri ya... apa yang sedang mereka lakukan... πŸ€”πŸ€”πŸ˜…πŸ˜…


.


.


.


Bersambungan... 😊😊


jangan lupa tinggalkan jejak...


like...


komen....


vote....


Dan berikan hadiah... walau sekuntum bunga 🌺🌻🌹🌷...

__ADS_1


__ADS_2