
liburan.. kini telah usai... Rehan dan Luna pun kembali kerumah.. dengan penuh canda tawa.. hari hari yang dipenuhi air mata.. hilang begitu saja...
Dengan mesranya.. Rehan tersenyum hangat.. dan mengulurkan tangannya membantu sang istri tercinta turun dari mobil.. menggandeng tangan Luna sesekali kecupan hangat mendarat di punggung tangan Luna...
Membuat Luna tersentum bahagia...
Namun baru saja beberapa langkah... Rehan dan Luna langsung menghentikan langkahnya.. saat menyadari sisil tengah bertengger didepan pintu rumah...
"sedang apa kau disini...? " tanya Rehan dengan wajah ketusnya..
" aku datang mau menagih janji.. Luna.. yang akan menikahkan ku denganmu hari ini.. " jawab Sisil penuh penekanan..
deg...
Seketika Luna teringat.. dengan janjinya pada sisil..
tatapan Luna seketika kosong.. refleks kakinya mundur satu langkah... sedangkan tangannya berusaha memegang ranting tanaman hias yang berada disampingnya..
Sontak Rehan yang melihat istri nya hampir jatuh... langsung menangkap tubuh Luna.. dan menggendongnya..
Setelah dengan susah payah membuka pintu yang terkunci.. Rehan langsung mendudukkan sang istri diatas sofa..
dengan cekatan... Rehan langsung ke dapur.. mengambil segelas air..
" minum dulu shayang... " perintah Rehan yang langsung dituruti oleh Luna..
__ADS_1
" Luna.. aku mohon.. tepati janjimu.. kalau kau tak menepati janjinya aku akan mati disini juga... " ancam Sisil yang langsung mengambil kater dari dalam tas'nya...
" niat sekali kau mau mati... " sindir Rehan tanpa melihat kearah Sisil..
" iya.. iya aku tepati janji ku... " ucap Luna yang langsung mengiyakan kemauan Sisil...
Tanpa terasa air matanya kembali mengalir di'iringi detak jantung yang begitu cepat... kulitnya terasa tersayat.. sayat.. harus merelakan suaminya menikahi gadis lain.... Hati Luna terasa begitu sakit.. mulutnya ingin sekali menolak.. untuk berbagi suami..
" Terimakasih.. Luna.. terimakasih... "ucap Sisil senang sembari memasukkan kembali kater kedalam tas'nya.
sedangkan Rehan yang mendengar ucapan sang istri langsung melempar vas bunga yang tak bersalah keatas lantai.. membuat sura yang begitu nyaring didengar telinga..
" prangggg... " kepala Rehan langsung berdenyut... mendengar ucapan sang istri...
Luna yang melihat kemarahan sang suami langsung.. mengangkat kedua kakinya keatas sofa.. dan memeluknya erat erat..
" yes... berhasil... ini baru awal keributan yang aku buat untuk kalian.. jangan harap kalian bisa hidup senang diatas penderitaan kakak'ku yang tengah meringkuk kedinginan didalam sel yang sempit itu.. " Batin Sisil penuh kebencian..
Seketika.. Rehan yang sudah meluapkan kemarahannya pada vas bunga... langsung mendekat pada Sisil... mengitari tubuh sisil.. melihat dari ujung kaki sampi ujung rambut...
" ****** mu cukup besar.. ukuran dad*mu 38..bibirmu..sedikit tebal.. tubuhmu tercium bau wangi... " itu cukup membuat laki laki ingin menjamahmu.. dan menikmati semuanya... " ucap Rehan yang terus mengitari tubuh Sisil...
Sedangkan Luna yang melihat suminya tengah melihat tubuh gadis lain... tanpa terasa telapak tangannya mengenggam bantal sofa... dengan erat... mukanya terlihat merah padam.. menahan amarah
" ok... baik.. lah... aku akan menikahimu... dan kau bersiaplah... melayani ku setiap malam... bahkan jangan harap kau bisa berjalan dengan tegak... dan mulai sekarang.. kau harus membersihkan arena sensitif mu.. karna aku akan melahapnya... , bahkan kau akan berteriak meminta ampun padaku... " ucap Rehan yang tengah berkacak pinggang..
__ADS_1
Bughhh....
" auuuwww... shayang sakit tau" teriak Rehan yang menyadari kepalanya dipukul oleh luna
" hilangkan... fikiran mesum'mu dari kepalamu... dasar bajing*n.. " omel Luna yang mendengar ucapan Rehan
" ko aku yang disalahkan.. bukannya kamu sendiri yang memintaku menikahi gadis gil* ini... lagi pula aku cape harus menolak terus... dan menjelaskan semuanya padamu... "
" apa cape kau bilang... ? "
" iya.. aku cape dan lelah menjelaskan semuanya padamu.. lagi pula tak ada salahnya mempunyai dua istri... kita fikirkan aja keuntungan punya dua istri.. kalau aku bosan aku bisa ke kamar istri kedua.. atau istri pertama... kalau aku lagi fit.. dan junior ku sedang meminta hal yang baru.. aku bisa bermain dengan dua istri sekaligus... soal..uang aku jamin kalian tak akan kekurangan.."jawab panjang lebar Rehan penuh dengan kemenangan...
" kau gil*... kau pesiko... kau jal*ng... kau bajing*n.. kau.. kau menyebalkan... " teriak Luna yang terus memukul rehan dengan batal sofa nya... tak puas dengan itu.. Luna yang melihat ada sapu lantai yang bertengger dipojok ruangan langsung melangkah dan mengambilnya.. dan bersiap memukul Rehan dengan gagang sapu...
Sedangkan Rehan yang menyadari mara bahaya langsung berlari mengitari meja... melindungi dirinya dari amukan sang ibu negara..
" mau kemana.. kau.. kemari cepat.. sini aku bersihkan.. otak kotormu itu.. " ucap Luna yang terus berlari mengejar sang bapak Presiden..
Jadilah mereka saling kejar mengejar... membuat Sisil tersenyum senang dengan keributan sepasang suami istri yang ada dihadapannya..
" ampun.. ampun... " Teriak Rehan yang sudah tertangkap oleh Luna.. bahkan Rehan harus menerima pukulan demi pukulan gagang sapu...
.
.
__ADS_1
.
Bersambung... 😅😅😅