
Luna yang harus memasak tanpa mengganti pakaian pun, harus merelakan dirinya kedinginan..
" Luna.... belikan cemilan di swalayan terdekat. " perintah Sasa tanpa memperbolehkan Luna berganti pakaiannya..
Luna yang paham sikap Rehan pun melihat Rehan meminta persetujuan untuk keluar rumah...
" Pergilah... dan jangan coba coba melarikan diri" ucap Rehan yang mengerti tatapan Luna
Karna hanya diberikan uang pas, Luna akhirnya memilih berjalan kaki menuju swalayan.
Sesampainya di swalayan Luna langsung membeli apa yang diperintahkan sasa.
Bukggghh...
Luna terjatuh karna tertabrak seorang lelaki.
" maaf.. kau tidak apa apa. " ucap laki laki yang bernama Malik, dan mengulurkan tangannya berniat membantu Luna.
" tidak apa apa mas.. " jawab Luna dan langsung membereskan belanjaannya dan buru buru pergi dari swalayan
" kenapa pakaiannya sedikit basah , Bukannya diluar panas.. , tapi dia cantik dan imut" Batin laki laki itu, dan melanjutkan belanjaannya.
" Kepalaku... " ucap Luna dengan tangan memegang kepalanya.
Buu ughh... tubuh luna terjatuh dan matanya mulai terpejam.
Setelah malik selesai berbelanja.
malik langsung menuju mobilnya dan kembali pulang..
__ADS_1
"Ada apa... kenapa banyak sekali orang ditepi jalan" Batin malik dan menepikan mobilnya.. dan pergi melihat ada kejadian apa yang membuat banyak orang berkumpul
"mas.. mas tolong bawa gadis ini kerumah sakit terdekat.. " ucap salah satu ibu ibu yang terlihat khawatir.
Refleks Malik langsung mempersilahkan warga untuk membawa gadis yang pingsan ditepi jalan, masuk kedalam mobilnya.. dan pergi kerumah sakit terdekat.
" Bukakankah dia gadis yang ada di swalayan tadi... " Batin Malik yang sudah berada didalam mobil
" Suster... suster" Panggil Malik dengan menggendong Luna. dan membaringkan nya ditempat tidur.
" maaf mas... Biar kami periksa dulu.. " ucap salah satu dokter
Karna cukup lama menunggu akhirnya Malik memilih duduk dan bermain HP
" Maaf mas... anda di suruh masuk" Ucap suster yang keluar dari ruang perawatan.
" Dengan mas siapa... " ucap Dokter perempuan dengan tersenyum ramah
" Selamat... anda akan menjadi ayah.. "
" Ayah.... "
" iya... ayah, istri kecil anda sedang mengandung usia kehamilannya baru memasuki 5 minggu. " ucap dokter dengan panjang lebar
" Benarkah.. Terima kasih dok" ucap Malik berpura pura
Dilain sisi Luna yang sudah sadar dari pingsannya. mendengar semua percakapan dokter dengan air mata yang mulai menetes.
" Cobaan apa lagi ini... " Batin Luna
__ADS_1
" Karena usia kehamilan masih sangat muda, saya sarankan istri bp jangan terlalu lelah. melihat kondisinya yang sekarang ditambah lagi usia istri Bpk termasuk masih Remaja, tolong di perhatikan asupan makanannya. " Ucap dokter dengan tangan terus menulis vitamin yang akan diberikan.
" Baik dok... "
" ini resep vitamin buat istri bp, setelah istri bp siuman kami perboleh pulang. " ucap dikter dan berlalu meninggalkan Malik.
" Hamil... dia sudah menikah" Batin Malik dan membuka ghorden dimana Luna sedang berbaring.
" Kau sudah siuman. " ucap Malik yang melihat Luna sudah terduduk ditepi ranjangnya
" Terima kasih tuan sudah menolongku.. "
" sama sama. tapi apa kau sudah menikah. "
" Sudah Tuan." Jawab Luna yang menyembunyikan air matanya supaya tak terlihat
" Kemana suamimu. kenapa kau pergi sendiri"
" Suamiku... sedang bekerja tuan.. " jawab Luna Berbohong
" Apa kau sudah tau tentang kondisimu"
"Sudah tuan tadi aku mendengar semuanya, dan maaf telah merepotkanmu tuan" Ucap Luna yang masih berusaha menahan tangisnya
Malik yang melihat ada gelagat aneh dari gadis yang baru ditemuinya. akhirnya berpamitan untuk membeli vitamin.
hikzzz.. hikzzz... hikzzz ,....... Tangis Luna yang akhirnya pecah setelah melihat laki laki yang menolongnya pergi...
Namun di balik pintu Malik masih berdiri dan mendengar tangisan gadis yang baru ditolongnya.
__ADS_1
" Kenapa dadaku Terasa sakit mendengarkan dia menangis.. apa ada yang tak beres dengan Rumah tangganya" Batin Malik dann pergi membeli Vitamin