
" sebenarnya.. kau masak untuk siapa... kenapa manis seperti ini.. ? " tanya Arman setelah melihat sang bos telah keluar dari kamar mandi..
" tentu lah aku masak untuk istri kecilku dan calon bayiku... apa iya aku rajin masak hanya untuk membuatmu menjadi bab*.. , " jawab Rehan kesal dengan pertanyaan sang sekertaris
" wah... istri kecilmu.. hamil... selamat ya... aku tak sabar melihat Rehan junior... " ucao Arman dengan senyum gembira...
" emmmm... " jawab Rehan dan langsung duduk dihadapan sang sekertaris...
" oh.. ya apa luna.. memakan ini semua.. kalau dia memakannya.. pastilah.. dia langsung eeeeekkk... " ucap Arman sambil menggorok lehernya sendiri
" heeyyyy.. aku memasak ini dengan penuh cinta... barani berani ya kau.. " ucap Rehan bersiap melepaskan sepatunya..
" penuh.. cinta... penuh cinta ko masakan rasanya ancur... " ejek Arman... yang langsung bergegas pergi saat melihat sang atasan bersiap melempar sepatu...
" yaaaa... dasar asisten ga punya ahlak.. kemari kau... " Teriak Rehan.. yang langsung melempar sepatu.. namun lemparan nya kini meleset...
" hallo... cepat kesini dan rapih kan meja didalam kantor ku... " perintah Rehan dengan gagang telfon di telinganya..
Tak menunggu lama... kini seorang OB.. tengah membersihkan meja dengan cekatan...
Setelah lama tak masuk kekantor.. Rehan harus berkutat dengan kertas kertas yang menunggu untuk ditandatangani.. bahkan Rumah susun yang dirancangnya.. kini sudah selesai dibangun.. dan bersiap untuk pembukaan...
" huuuff.... , selesai juga... " hela nafas panjang kini terlontar dari mulutnya.. tubuh yang sedari tadi terasa pegal karna harus duduk tanpa bersandar.. kini Rehan rebahkan tubuhnya diatas sofa yang nyaman... tak menunggu lama.. Rehan yang sudah penat dengan pekerjaanya pun tertidur pulas...
Dilain sisi.. Luna dengan cekatan keluar rumah.. dan berhasil mengelabui CCTV.
Setelah masuk kedalam taksi yang di pesannya.. Luna langsung menuju Rumah sakit..
__ADS_1
" Bagaimana dok... ? " tanya Luna dengan penasaran
" kau harus memilih.. dirimu atau bayi didalam kandungan mu ini... , karna cepat atau lambat.. kau harus menjalani perawatan.. kalau ditunda lagi akan berakibat fatal.. " jelas Dokter yang menangani Luna...
Seketika air matanya menetes... tubuhnya kembali kaku... fikirannya langsung kosong seketika.. saat mendengar penjelasan sang dokter...
Dengan tubuh yang gontai.. Luna kembali kerumah.. secarik kertas... kini di genggamnya erat erat...
" cobaan apa lagi ini... kenapa engkau.. harus membuatku memilih... " ucap Luna yang berada didalam taksi...
sesampainya didalam Rumah Luna langsung masuk kekamar dan menyembunyikan kertas laporan kesehatannya dibawah kasur.
" hallo... shayang... " ucap Luna yang menelfon sang suami dengan benda pipih di telinganya..
" hallo.. shayang.. cintaku.. baby ku.. my sweety ku.. eeemmmmuach.. " jawab Rehan alay...
" issshhh.. kau wanita atau bukan... " jawab Rehan tak percaya dengan jawaban sang istri
" iss... aku wanita tulen... buktinya aku hamil hasil dari kecebong yang kau keluarkan... " jawab Luna dengan muka jemberut
" waahaaaaa... " tawa Rehan keluar begitu saja mendengar jawaban sang istri...
" ketawa.. aja terioosss... lama.., lama aku pecat kau jadi suami..." ancam Luna yang melihat sang suami tertawa senang
" ko gitu si.. " protes Rehan.. seketika tawanya pudar..
" makanya jangan buat aku BT. . "
__ADS_1
" iya.. iya tuan putri... aku minta maaf... " jawab Rehan
" gitu dong... "
" ada apa shayang...? "
" shayang aku ingin makan rujak... nanti sepulang kerja tolong bawakan aku rujak... "
" siap ibu negara.. ada lagi.. ? " tanya Rehan
" jangan pake jambu air.. aku ingin ada buah kedondong nya.. sedikit nanas.. nanasnya dua iris aja.. kasih timun juga.. sambelnya jangan pake sambel kacang.. cuma pake bawang , garem, gula merah dan cabenya satu biji aja.. jangan kebanyakan... " pesan Luna panjang lebar..
Sedangkan Rehan hanya mendengarkan dengan alis diangkat satu.. kepalanya terus saja mengulang setiap pesanan sang istri..
" shayang... apa kau tak ingin mempersingkat pesanan mu... " ucap Rehan hati hati.. takut sang istri mengeluarkan jurus kereta api...
" shayang.. yang benar saja.. aku ini sedang menginginkan rujak... dan itu semua pesanan dari calon anakmu juga.. apa begitu sulit untuk mencari pesanan mu dan calon buah hatimu ini.. " omel Luna.. panjang lebar
Sedangkan Rehan hanya mendengarkan suara sang istri dengan patuh... dan benar saja... sang istri langsung mengeluarkan jurus omelannya yang panjang seperti gerbong kereta api....
.
.
.
Bersambung... 😅🤣🤣🤣
__ADS_1