
Rehan yang sudah menunggu luna di dalam kamar, terus saja tersenyu dan memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapih.
" tuan... " ucap Luna yang dibalik pintu kamar Rehan
" masuk... " jawab Rehan yang masih setia duduk diatas kasurnya
Luna yang sudah mendapat jawaban langsung membuka pintu.
" kenapa diam saja cepat kesini dan masukkan baju bajumu di dalam lemari.
Dengan patuhnya Luna memasukkan baju bajunya kedalam lemari milik rehan,
Rehan yang melihat baju kuna yang sudah usang langsung berdiri.
" tunggu... " ucap Rehan
" kenapa tuan... aku salah... maaf tuan" ucap Luna takut dan menundukkan kepalanya
" singkirkan baju bajumu yang jelek itu" ucap Rehan
" baik.. tuan... " jawab Luna dan langsung memasukkannya kembali kedalam tas
" bukankah aku sudah memberikanmu baju tadi siang? kau kemanakan baju barumu? "
" masih didalam mobil tuan" jawab Luna singkat
" cepat ambil... dan buang semua baju jelekmu"
" baik tuan... " jawab Luna dan pergi mengambil baju sesuai perintah Rehan.
" Rehan yang melihat Luna patuh, langsung tersenyum senang.
Matahari kini bener benar pergi, malam pun sudah menunjukkan dirinya...
Rehan yang tersenyum karna mulai malam ini dia akan tidur bersama Luna.
__ADS_1
Luna yang membawa teh hangat untuk Rehan langsung meletakkan gelasnya diatas meja samping tempat tidur.
" Luna.. kemari"
" iya tuan"
Rehan yang beranjak dari duduknya langsung menghampiri laci, mengambil sesuatu.
" ini... kau pakailah" perintah Rehan
Luna yang melihat baju yang dilempar majikannya langsung membesarkan kedua bola matanya, karna yang diberikan majikannya adalah baju haram...
" cepat kau pakai... aku memberikannya bukan untuk kau pelototi "
" tapi tuan ini baju"
" cepat kau pakai, jangan kau buat aku marah"
Luna yang takut akan dihukum langsung pergi kekamar mandi.
setelah menunggu beberpa menit, akhirnya Luna keluar dari kamar mandi, dengan tangan berusaha menutupi dadanya.
Rehan yang melihat tubuh Luna, langsung tak bisa berkedip, apa lagi saat kedua bola matanya melihat, dua gundukan yang tak bisa ditutupi oleh tangan Luna.
" tuan.. " ucap lina yang malu karna dilihat oleh Rehan.
" kemarilah" ucap rehan
Luna yang perlahan mendekat, tiba tiba saja langsung teringat, kejadian kejadian, dimana Tuan Rehan merenggut paksa kesuciannya.
" tuan... " ucap Luna lirih dengan kaki yang tak mampu menahan badannya sehingga Luna langsung bersimpuh, dan kedua bola matanya yang mulai berair
" Luna... Luna.. " ucap Rehan yang berlari menghampiri Luna yang duduk bersimpuh.
" tuan ... jangan siksa aku... " ucap Luna yang menangis dan tubuh bergetar karna ketakutan
__ADS_1
" maaf Luna maaf.. aku tak akan menyiksamu lagi" ucap Rehan yang sembari memeluk tubuh luna
" takut... aku takut" ucap Luna lirih
Rehan yang memeluk Luna, tanpa sadar kedua tangannya memegang bekas Luka cambuk di punggung Luna.
Sekilas Rehan mengingat kembali dimana Rehan memukul Luna dengan ikat pinggang tanpa menghiraukan rintihan Luna.
Seketika Rehan langsung meneteskan air matanya, Rasa bersalahnya kini semakin besar.
" Luna.. Luna... " Rehan berusaha menenangkan Luna dan mengangkat tubuh Luna keatas kasur
" luna... Luna dengar.. aku tak akan menyakitimu lagi.. aku berjanji akan menebus semua kesalahnku, dan membuat senyum bahagia terukir diwajahmu" ucap Rehan dengan kedua tangannya menakup pipi Luna,
" benarkah... tuan"
"iya... aku janji.. "
Seketika Luna langsung menghentikan tangisannya mendengar janji yang dibuat Rehan
" sudah.. jangan menangis lagi, ayo kita tidur... "
" tapi... "
" aku tak akan menyentuhmu.. aku hanya ingin tidur disampingmu " ucap Rehan dan membaringkan Luna disampingnya.
Tak butuh lama... rehan dan Luna akhirnya menuju alam mimpi bersama...
.
.
.
Bersambung... ☺☺
__ADS_1