Takdir Luna

Takdir Luna
MENOLAKNYA...


__ADS_3

Ke esokan harinya Rehan menelfon dokter Gunawan menanyakan perihal pasien yang kabur dari bangsal nya.


Luna yang sudah lebih tenang kini sedang membantu bi inah, dan mbah yem yang sedang masak di dapur.


Rehan yang seharusnya berangkat ke kantor, lebih memilih tinggal dirumah, dan menyuruh Arman mengantar berkas berkas yang harus ditandatangani.


" Tuan... sarapannya sudah siap.. " ucap Luna menyadarkan Rehan yang sedang asik memandang Luna tanpa berkedip.


" aaaahh.... baik" jawab Rehan dibarengi langkah menuju meja makan.


Luna yang siap siaga melayani Rehan, dibuat bingung karna Rehan menolak dilayani oleh Luna.


Bahkan kini Rehan lah yang menyuruh Luna duduk, dan mengambilkan makanan buat Luna.


Bi inah yang menyusul duduk di meja makan, dan menyuruh mbah yem ikut makan bersama.


Luna yang melihat semuanya semakin bingung, karna seingatnya dulu Tuan Rehan tak pernah mengizinkan siapapun makan bersamanya. berbanding terbalik dengan yang Luna lihat saat ini.


Suasana meja makan terasa sangat Hangat. membuat Luna tersenyum.


Rehan yang melihat Luna tersenyum, langsung memandang bi inah, dan mbah yem, dengan perasaan senang. karna selama Luna bersamanya, baru sekarang dia melihat Luna tersenyum lagi.


dreeeet... dreeeet...


Suara HP Rehan bergetar membuat yang punya langsung mengangkatnya saat melihat dokter Gunawanlah menelfon nya.


Sesaat setelah Rehan menerima telfon, rehan langsung berpamitan. dan pergi dengan tergesa-gesa.


Sesampainya Rehan dirumah sakit xxxx.

__ADS_1


Rehan langsung disambut oleh dokter Gunawan dengan raut muka yang tak bisa diartikan.


" jelaskan semuanya padaku? "perintah Rehan


" Memang beberapa waktu lalu ada seorang pasien yang kabur, dan menyebabkan keributan besar. tapi saat itu saya, tak begitu memperhatikan, baru tadi pagi saat kau menelfon, baru saya tau kalau yang kabur itu adalah luna. istri kecilmu" jelas dokter Gunawan tapa basa basi langsung ke inti permasalahan nya.


" lalu" tanya Rehan semakin penasaran


" kamu ingat saat kau menelfon, dan menyuruh ku mengantarkan obat. bukankah aku mengatakan ada pasien yang harus aku tangani karena jatuh dari tangga dan harus dilakukan oprasi "


” iya.. lalu"


" ternyata itu Luna, dan aku lebih terkejut karna beredar kabar kalau calon suaminya yang sangat marah melihat istrinya kabur"


" calon suami... ? "


" iya.. karna saat itu yang bertanggung jawab atas Luna adalah seorang laki laki yang mengaku calon suaminya.. "


" itu yang akan aku beri tahu kan padamu, setelah aku membaca hasil laporannya. ternyata Luna mengalami amnesia akibat benturan dikepala"


" apa... amnesia"


" iya.. "


" tapi kenapa dia masih mengingatku dan bi inah? "


" mungkin karna dia sangat menyukaimu, jadi didalam hati kecilnya, dia menolak melupakanmu. "


" haaa.... kau sungguh sungguh aneh.. mana ada hal seperti itu di dunia kesehatan" tawa Rehan yang tak percaya dengan perkataan dokter Gunawan

__ADS_1


" semua itu bisa terjadi... aku sering menemui masalah seperti Luna. ada yang begitu terluka terhadap pasangannya jadi bisa melupakannya, bahkan pada kasus Luna, aku sudah mengalaminya sendiri dengan salah satu pasien lainnya"


" Sepertinya kau pantas jadi dokter psikiater dari pada dokter spesialis. " ucap Rehan yang meninggalkan dokter Gunawan


Saat dalam perjalanan pulang... Rehan tersenyum sendiri mengingat ucapan dokter Gunawan, bahkan Rehan sesekali tertawa lepas.


" jika perkataan dokter Gunawan benar... aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menebus semua kesalahanku selama ini"


Dilain sisi...


Luna yang sedang duduk dikamarnya sedang memijat kepalanya yang terasa sakit..


Rehan yang sudah sampai dirumah, langsung menuju kamar Luna. dan langsung memeluk Luna dari belakang.


Luna yang kaget dipeluk dari belakang hampir saja teriak, namun di tutup oleh tangan rehan.


" jangan bergerak.. biarkan seperti ini dulu" ucap rehan yang masih memeluk luna


" Tuan... aku minta maaf kalau aku melakukan kesalahan. tapi aku mohon jangan siksa aku lagi" ucap Luna


Rehan yang mendengar kalimat Luna, hatinya terasa sakit.. mengingat berapa kejamnya dirinya pada Luna.


" maaf Luna.. maafkan sikapku padamu, aku akan berusaha menebusnya. "


" Tuan... "


" mau kah kau kembali padaku, mari kita memulai dari awal lagi." ucap Rehan yang sudah melepaskan pelukan nya dan menatap kedua bola mata Luna lekat lekat. "


" maaf tuan... " jawab Luna yang langsung menundukkan kepalanya

__ADS_1


" Baiklah aku mengerti... " jawab Rehan yang melepaskan tatapannya pada Luna.


Bersambung....


__ADS_2