Takdir Luna

Takdir Luna
Senyum kebahagiaan..


__ADS_3

Setelah menetapkan keputusannya.. Rehan pun bangkit.. berlari menuju ruang operasi..


sedangkan Arman dan bu inah.. ikut berlari mengekor dibelakang mahikannya..


" buka... buka.. buka pintunya... aku mohon selamatkan istriku.. dok.. dok.. dokter... aku mohon selamatkan istriku... aku tak bisa hidup tanpa istriku.. aku mohon selamatkan istriku..tak.. apa aku tak menginginkan bayi itu.. biarkan dia mati saja.. aku tak ingin istriku mati.. aku mohon selamatkan istriku.. " ucap Rehan keras... keras.. sambil menggedor.. pintu ruang operasi..


Rehan terus saja berteriak.. dan membuat keributan.. membuat penjaga Rumah sakit harus turun tangan membuat Rehan tenang..


" tuan... tuan.. " ucap Arman yang ikut membujuk Rehan supaya tenang..


" bi.. bibi.. aku mohon.. beritahu mereka.. aku tak ingin anak itu.. aku ingin istriku.. " ucap Rehan yang menyingkirkan satpam yang sedari tadi memegangnya.. kini Rehan bersimpuh di lutut bi inah.. supaya membantunya..


" bi.. aku mohon.. beri tahu mereka semua supaya menyelamatkan istriku.. bi.. aku mohon.. " mohon Rehan.. tapi bi inah hanya mengabaikan Rehan dan terus saja menangis...


" bi... aku menyuruhmu menolongku.. bukan menyuruhmu menangis sedari tadi.. " bentak Rehan pada bi inah.. yang menyadari tak ada respon dari pembantunya yang sudah dianggapnya sebaiknya ibunya..


Arman yang melihat majikannya mulai kehilangan kendali.. langsung memukul Rehan dengan keras.. membuat Rehan tersungkur.. ke lantai..


" hey... kau ini.. yang memilih bayimu.. dan sekarang kau memilih istrimu.. apa yang kau inginkan.. " teriak Arman...


" AKU INGIN KEDUANYA...hikss...hikss...hikss" teriak Rehan pada.. Arman

__ADS_1


" sudah.. sudah.. Arman.. tak apa.. aku bisa.. memahaminya.. " ucap Bi inah., yang mengusap sayang Arman supaya tenang..


" tuan.. aku mihin.. tenang lah.. para dokter pasti akan berusaha menyelamatkan keduanya.. " ucap Bi inah yang berganti menenangkan majikannya.. dan ikut berjongkok mensejajarkan tinggi badannya..


" bi.. bibi... " ucap Rehan yang langsung memeluk bi inah...


" tenang ... tuan.. kita doakan supaya luna bisa bertahan..


stelah.. Rehan lebih tenang.. bi inah menyuruh Rehan untuk duduk dikursi tunggu.. para satpam pun kembali bertugas ditempatnya masing masing


Setelah menunggu satu jam lebih... Pintu ruang operasi pun terbuka.. seorang suster membawa seorang bayi kecil di dekapannya.. dan bergegas pergi ke ruang bayi.. dan meletakannya di inkubator..


Sedangkan bi inah.. yang melihat suster keluar membawa bayi.. mengekor dibelakangnya...



Bi inah yang melihat bayi majikannya pun tersenyum senang.. tapi air matanya terus saja menangis...


Buru.. buru bi inah.. berlari menghampiri majikannya..


" tuan.. tuan.. ayo kita lihat dede bayi.. " ajak bi inah pada Rehan yang masih setia menunggu istrinya

__ADS_1


" tidak.. aku tak mau.. aku mau menunggu istriku.. " tolak Rehan.. dengan wajah masa bodohnya...


Bi inah pun.. terdiam.. mengerti apa yang dirasakan majikannya..


Setelah menunggu cukup lama.. Akhirnya Dokter pun.. keluar dengan senyum diwajahnya...


" selamat tuan.. bayi anda.. dan istri anda selamat.. tapi.. istri bapak.. mengalami koma.. jadi.. kita harus banyak banyak berdoa.. untuk kesembuhan nona luna.. " jelas dokter sambil menepuk pelan pundak Rehan..


Seketika Rehan, Arman, dan Bi inah tersenyum senang... air mata kebahagiaan.. mengalir deras di setiap orang.. kegundahan hati semua orang sirna sudah dalam sekejap...


tak menunggu lama.. suster pun mendorong ranjang luna.. dan membawanya kembali ke ruang semula..


Rehan pun dengan senyum dibibirnya mengekor dibelakang para suster..


Setelah Luna dipindahkan keranjangnya para suster pun berpamitan pergi.. melakukan pekerjanya masing masing..


.


.


.

__ADS_1


Bersambung... 😁😁


__ADS_2