Takdir Luna

Takdir Luna
Pecahnya gelas....


__ADS_3

Dengan perlahan Rehan membawa tubuh Luna... kedalam kamar, membaringkan nya diatas kasur...


Tatapannya.. tek pernah lepas... dari wajah istrinya...


" shayang... maaf... aku sungguh minta maaf... " ucap Rehan yang terus memakaikan minyak kayuh putih


" emmm... " ucap Luna yang mulai tersadar dari pingsannya..


" Shayang... "


cup....


Rehan yang melihat Luna telah tersadar dari pingsannya... langsung mengecup sayang jidat Luna..


"shayang... air... " ucap Luna... tenggorokan nya terasa kering... suaranya begitu lemah... wajah yang pucat... membuat Rehan menuruti kemauan istrinya...


" shayang... kau sudah makan...? " tanya Rehan yang khawatir dengan kondisi istrinya...


" Belum... " jawab Luna seadanya...


" kalau begitu... aku pesan makanan..., kau istirahatlah... " perintah Rehan yang langsung mengambil Benda pipih di sakunya...


Luna yang melihat suaminya tengah memesan makanan... air matanya kembali turun.... ucapan sisil yang meminta pertanggung jawaban, jawaban Rehan yang meminta mengugurkan kandungan sisil. terasa sangat menyakitkan.


hiks.....


hiks...


hiks....


huwaaaa...... (anggap aja.. suara tangis Luna ya Raiders)

__ADS_1


Tangisan Luna kini begitu keras.... tangannya menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak...


Rehan yang melihat Luna menangis, langsung menutup telfonnya... menghampiri Luna, dengan cepat Rehan memeluk tubuh Luna...


Luna yang kecewa... terhadap Suaminya... terus saja meronta... ronta... menyingkirkan tangan suaminya yang berusaha memeluknya...


Rehan yang tak mau.. menyerah pun terus berusaha memeluk istrinya, berharap dengan pelukan nya Luna bisa tenang...


Luna yang benar benar kecewa... juga tak ingin menyerah... Luna terus saja menolak pelukan Rehan...


" Minggir... minggir... lepaskan... " ucap Luna...


Karna tenaganya yang masih Lemah... akhirnya Luna menyerah dengan aksinya.. membiarkan Rehan memeluknya...


" maaf... maafkan aku shayang.. " ucap Rehan yang memeluk tubuh istrinya... cairan bening pun lolos dari tempatnya, membasahi pipi Rehan....


" jelaskan.. padaku apa yang terjadi.. " ucap Luna yang berusaha tegar


" kenapa.. diam..., apa yang terjadi sebenarnya... kenapa sisil bisa meminta pertanggung jawaban padamu... katakan dengan jujur... jangan kau sembunyikan... sejak kapan kalian berhubungan..., kenapa kau tega melakukan semuanya padaku... apa.. semua rasa manis yang kau berikan selama ini... hanya untuk menutupi semua ini.. " ucap Luna pancang lebar... kedua matanya terus menatap suaminya yang terus saja terdiam membisu..


" kenapa.. kau diam... kenapa tak menyanggah atau. menjelaskan sesuatu... setidaknya kau mengatakan... bahwa sisil berbohong... " ucap Luna yang yang gembali menangis... kedua tangannya terus saja menghapus cairan bening.. yang mengalir deras dipipinya.


" katakan shayang... katakan sisil berbohong...


setidaknya kau berbohong padaku bukan hanya diam membisu...karna diammu membuatku sangat sakit..."ucap Luna yang menggoyangkan tubuh suaminya...


" maaf... " ucap Rehan lirih.. dan menindukan kepalanya...


Luna yang mendengar kata maaf pun terdiam... Luna bukan anak kecil yang tak mengerti dengan satu kalimat yang dilontarkan dari mulut suaminya...


Dadanya terasa sakit... ribuan panah tak bisa menggambarkan betapa sakitnya hati Luna sekarang.... mendengar kata maaf dari suaminya...

__ADS_1


" pergi.. pergilah... aku ingin.. sendiri... kepalaku terasa sakit.. melihatmu disampingku. .. " ucap Luna yang menidurkan tubuhnya... selimut yang sedari tadi hanya menutupi lutut nya.. ditarik Luna... menutupi seluruh tubuhnya...


" shayang... aku ingin disini.. " ucap Rehan yang menolak pergi...


" pergi... aku mohon... , biarkan aku sendiri.. " ucap Luna dibalik selimut...


Rehan yang menyadari istrinya butuh menenangkan diri... memilih keluar dari kamar...


Penyesalan.. kini membuntuti nya... membuat Rehan benar benar frustasi...


hiks... hiksss


huuuwaaaa....


Luna kembali menangis... dengar keras... setelah kepergian suaminya... selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya dibuang kesegala arah....


prang.....


Gelas yang sedari tadi... bertengger diatas meja... kini dibuang Luna... dan hancur berkeping-keping ..


Sedangkan Rehan yang sedari tadi berdiri dibalik pintu kamar... merasakan sakit luar biasa.. mendengar istri kecilnya menangis begitu keras...


bahkan suara pecahan gelas... terasa begitu menyakitkan ditelinga Rehan..


Kini kedua insan... yang baru saja menikmati betapa indahnya... cinta... sedang menangis... ditempat mereka masing masing...


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2