
" Luna.....? " panggil Rehan dengan kedua bola mata tetap fokus pada pada jalan yang sedang ramai.
" iya tuan... "
" bisakah kau tak takut lagi padaku" mohon Rehan yang sudah menepikan mobilnya
" tuan... "
" aku minta maaf atas kelakuanku yang membuatmu selama ini terluka, "
" tak apa tuan, aku mengerti dengan sikap tuan selama ini"
" Luna... aku sungguh sungguh minta maaf" ucap Rehan kembali
" tak apa tuan" jawab Luna sekali lagi
Rehan yang mendengar ucapan Luna langsung memeluk tubuh Luna erat, dan melampiaskan kelegaan ya, karna selama ini kata maaf lah yang ingin diucapkan selama ini.
" tuan... " ucap luna yang masih dalam dekapan majikannya
" hemmm" jawab Rehan yang tak mau melepaskan pelukan nya
" tuan ... "
" hemmm"
" aku tak bisa bernapas" ucap Luna yang benar benar sulit bernafas
" maaf" jawab Rehan yang langsung melepaskan pelukkannya.
Setelah lepas dari pelukkan majikannya, Luna langsung mengatur nafasnya,
Rehan yang melihat Luna mengatur nafasnya tak sengaja melihat d*da Luna yang naik turun mengatur nafasnya.
tanpa Rehan sadari sesuatu disana mulai bergerak, dan Rehan mulai menelan ludahnya, dengan sekuat tenaga Rehan menahan hasrat yang selama ini dia tahan.
Karna tak lucu baginya melakukan hal itu didalam mobil, dengan kondisi hari yang masih sore.
" tuan... " ucap Luna membuyarkan lamunan Rehan
__ADS_1
"hemmm" jawab singkat rehan
" apa aku boleh bertanya? "
" boleh, katakanlah"
Luna yang mendengar jawaban Rehan, tgu ragu akan mengutarakan jawabannya.
" Luna... " panggil Rehan yang melihat Luna ?ragu ragu dalam bertanya.
" tuan... jangan marah ya"
" iya.. "
"sebenarnya apa yang terjadi pada ayahku, kenapa aku tak mengingat sama sekali"
Rehan langsung terdiam mendengar pertanyaan Luna.
" tuan.. " ucap Luna yang menyadari majikannya itu diam
" tuan... marah" selidik Luna
" tidak.. Luna"
" besok aku ajak kau menemui seseorang, tapi ada syaratnya "
" syarat.. "
" iya"
" apa syaratnya tuan.. "
" kau tidurlah dikamar ku, dan pindahkan semua barang barangmu ke kamarku"
" tapi"
" itu juga kalau kau mau tau apa yang terjadi pada ayahmu" ucap Rehan dan kembali menyalakan mobilnya.
" baik" jawab Luna singkat
__ADS_1
Rehan yang mendengar jawaban Luna tersenyum senang.
Sesampainya dirumah, rehan langsung merebahkan tubuhnya disofa ruang tamu, sedangkan Luna langsung kekamar.
" tuan" sapa bi inah
" hemm"
" mau dibuatkan sarapan ap buat nanti malam? "
" terserah bi... kalau bisa kesukaan Luna juga boleh" jawab Rehan dengan tersenyum
Bi inah yang melihat majikannya senang pun ikut senang, karna selepaa kepergian Luna, Rehan jarang tersenyum, dan bersikap masa bodoh.
Rehan yang tak melihat Luna, akhirnya memilih menghampiri kamar Luna, melihat apakah luna sedang bersiap pindah kamar atau tidak.
Dilain sisi luna yang sedang membereskan bajunya, tak menyadari kalau ada sepasang mata yang sedang memperhatikan tanpa henti.
Rehan yang melihat rencananya berhasil, tersenyum senang, dan pergi ke kamarnya dengan senyum yang terus terpancar dibibirnya.
Rehan yang berpapasan dengan bi inah, langsung menghentikan langkah bi inah, dan langsung mencubit pipi bi inah dengan gemasnya. setelah puas mencubit pipi bi inah, Rehan langsung kembali menuju kamarnya.
Bi inah yang dicubit pipinya, langsung memegang pipinya bingung dengan sikap tuan Rehan.
Luna yang sudh selesai membereskan bajunya, langsung memindahkan baju bajunya kekamar Rehan.
Bi inah yang melihat Luna memindahkan Baju kekamar Rehan, tersenyum menyadari penyebab majikannya mencubit pipinya gemas, dan senyum yang terus terlukis di bibir majikannya itu.
" somoga ini awal yang bahagia" ucap bi inah
" awal yang bahagia apa bi? " tanya mbah yem
" itu mbah... Luna berkemas dan memindahkan bajunya kekamar tuan Rehan, semoga ini awal yang bahagia mbah" ucap Bi inah menjelaskan pada mbah yem
" amin... " jawab mbah yem yang ikut senang dengan berpindahnya Luna kekamar Rehan.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...... ☺☺☺