Takdir Luna

Takdir Luna
TERTANGKAP..


__ADS_3

Luna yang terus berlari.... tanpa sengaja terjatuh.


"akhirnya kau berhenti juga... " ucap Rehan yang sudah didekat Luna, dan langsung menarik tangan luna.


Buuukkk.....


Rehan jatuh terhuyung mendapat serangan tiba tiba..


"lepaskan luna... " ucap malik dengan tangan masih terkepal


" Tuan malik... " ucap luna terkejut


" kurang ajar kau... " ucap Rehan dan langsung berdiri menyerang malik.


Luna yang melihat Rehan dan Malik saling adu pukulan hanya bisa teriak... dan duduk bersimpuh


" Hentikan.. hentikan aku mohon.. hikz.. hikzzz"


Rehan yang memang jago berkelahi dengan mudah mengalahkan Malik.


setelah merasa cukup dengan Malik Rehan langsung menarik Luna yang masih duduk bersimpuh..


Sedangkan malik yang kalah telak oleh Rehan hanya bisa memandang Luna yang ditarik paksa oleh rehan.


" Rehan lepaskan.... " ucap sasa yang masih setia diatas ranjangnya


" aku akan membalas perbuatanmu" Batin sasa


Sesampainya dirumah Rehan langsung membawa Luna kekamar tamu.


plak.... darah segar kini keluar dari bibir Luna,


" apa hubunganmu dengan lelaki tadi.. ha" ucap Rehan dengan muka yang sangat marah


" Dia hanya orang yang ku kenal.. di supermarket tuan.. tidak ada hubungan lebih"


" jangan kau berani berbohong padaku"


" Tidak tuan... aku tidak berbohong" jawab Luna dengan tubuh yang gemetar ketakutan, keringat dingin pun kini bercucuran mengalir dari dahinya,


Tanpa disadari Rehan melihat butiran butiran keringat didahi Luna, membuat kedua bola mata Rehan melihat intes tubuh Luna yang penuh keringat, dari wajah hinga leher Luna.


" Kau benar benar menggoda.. " Batin Rehan tanpa disadari ide jahat muncul didalam otaknya..

__ADS_1


Rehan yang masih melihat Luna menangis pun pergi dan mengunci pintu kamar dari luar


Luna yang melihat Tuan Rehan pergi sedikit lega.. dan mendudukan bokongnya dilantai..


cek lek... suara pintu terbuka..


Luna pun langsung menghentikan tangisnya saat tuan rehan kembali kekamar dan membawa tali dan ikat pinggang.


" Tuan... tuan mau apa dengan tali itu.. " tanya Luna dan menjauhkan dirinya dari Rehan yang semakin mendekat.


" Aku akan membuat permainan yang sangat menyenangkan" jawab Rehan dengan senyum dibibirnya, membuat Luna semakin ketakutan.


" Tuan aku mohon... jangan sakiti aku lagi"


" Sakiti kamu.. itu adalah hal yang selalu aku pikirkan, bagaimana cara membuatmu tersakiti. seperti ayahmu yang membuat aku kehilangan kedua orang tuaku. Bahkan kau sendiri yang memberikan ide untuk membalas kan dendamku padamu sebelumnya kan. " ucap Rehan


tanpa menunggu lama lama rehan langsung memukul kaki Luna dengan ikat pinggang ditangannya.


membuat Luna terjatuh ke lantai, bahkan tidak hanya satu atau dua kali Rehan memukul Luna bahkan tak segan segan memukul Luna ditubuhnya, membuat Luna jatuh pingsan.


Rehan yang melihat Luna pingsan pun membaringkan Luna diranjang, tanpa sengaja rehan melihat raut wajah Luna yang sedang pingsan, membuat adik kecil Rehan menginginkan sesuatu yang sudah dari tadi tertunda..


Rehan yang sudah panas kembali kini mengikat kedua tangan Luna disetiap tepi ranjang..


Luna yang merasa sekujur tubuhnya merasa perih, kembali sadar dari pingsannya


" Sakit... " ucap Luna dengan penglihatan yang masih kabur


" Tahan... aku akan membersihkannya" Jawab Rehan


" Tuan... tuan kenapa kau ikat aku.. " tanya Luna yang sudah sadar


" Diam... "


" aku mohon tuan lepaskan aku... aku bisa membersihkannya sendiri" mohon Luna


Rehan yang merasa sudah selesai membersihkan tubuh Luna, langsung membuka paksa tutup gunung kembar milik Luna,


" punyamu memang kecil.. tapi sangat menggoda. masih terasa sangat keras, aku akan berusaha membesarkannya dengan kedua tangan ku ini" ucap rehan dengan kedua tangannya langsung merem*s Kedua gundukan milik Luna


" Jangan tuan... " mohon Luna..


Rehan yang bernafsu tak menghiraukan ucapan Luna, bahkan langsung menjil*t cokocip milik Luna.

__ADS_1


Tubuh Luna langsung menggeliat hebat saat Tuan Rehan semakin menjadi menjil*t kedua cokocip milik Luna..


" Enak bukan... akan ku buat kau melayang dengan permainanku, itu hukuman bagi mu karna berani sekali kau berkenalan dengan lelaki lain di luar sana" Bisik Rehan dengan tangan yang kini menuju bagian sensitif Luna.


" Jangan tuan cukup" Ucap Luna


" Cukup... katamu " ucap Rehan dan langsung ******* bibir Luna,


Luna pun berusaha menutup rapat rapat bibirnya namun Tuan Rehan menggigit bibir luna, membuat Luna terpaksa membukanya.


Rehan yang sudah mendapat kesempatan langsung memasukan lid*hnya kemulut Luna dan meng' eksplorasi setiap sudut.


Sedangkan tangan Rehan tak henti hentinya bermain kacang milik Luna.


tanpa sadar tubuh Luna semakin menggeliat hebat saat sesuatu akan keluar.


" hmmm.... hmmm.. " ucap Luna


Rehan yang mengerti kondisi Luna langsung menghentikan cium*annya, tapi tidak dengan tangannya yang semakin cepat bermain dikacangin milik Luna..


" Aaahhhhh... " ucap Luna mengeluarkan


kan cairan bening dibawah sana


" sekarang giliranku.. " Ucap Rehan yang semakin bersemangat memasukan adiknya ke' goa kenikmatan


" Tuan jangan... aku.. sedang hamil tuan.. jangan kau lakukan padaku.. "


" Hamill.. hamil katamu jangan kau berbohong.. aku bahkan selalu melihatmu meminum pil KB, kenapa kau bisa hamil. " ucap Rehan yang tak percaya dan terus memasukkan adik kecilnya.


Luna yang mendapat tusukan dibagian bawah tanpa sadar mengeluarkan suara yang membuat semangat bagi Rehan.


Sesekali Rehan memukul kedua gundukan kecil milik Luna, membuat Luna meringis kesakitan,


namun tidak dengan Rehan kegiatan memukul itu membuat Rehan semakin bersemangat.


Sekian menit berlalu Rehan akhirnya mengeluarkan cairan kenikmatan didalam goa milik Luna.


Luna yang memang merasa lelah dan sekujur tubuhnya sakit pun tak sadarkan diri.


Sedangkan Rehan berbaring disamping tubuh Luna dan tertidur, tanpa disadari darah segar terus mengalir dari bagian sensitif Luna..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2