Takdir Luna

Takdir Luna
Berlibur


__ADS_3

Dan disinilah.. akhir dari perdebatan pajang Luna dan Rehan..



Udara yang sejuk.. pepohonan.. yang rindang.. membuat Luna begitu senang.. senyum dibibirnya tak pernah lepas.. dari pipinya.


Sedangkan Rehan terus saja tersenyum melihat sang istri tersenyum bahagia...


" kau suka shayang.. ? " tanya Rehan pada istri kecilnya..


" suka.. suka sekali... dari mana kau dapatkan tempat seperti ini.. ini seperti surga. . bahkan.. belum terjamah oleh orang orang... " ucap Luna yang tak henti hentinya memandang pemandangan yang ada dihadapannya..


"tunggu... ini terlalu sepi.. bahkan aku tak melihat laki laki bertubuh sixpack di sini... " ucap Luna yang menyadari ada kejanggalan ditempat itu..


" itu.. ada laki laki sixpack.. " tunjuk Rehan


" shayang.. itu mah.. nelayan.. " gerutu Luna saat melihat seorang bapak sedang mendorong perahu


"lah.. bukannya kau ingin melihat laki laki bertubuh sixpack.. dengan warna kulit yang sedikit hitam... "


jawab Rehan sambil tersenyum senang karna rencana'nya berhasil


" ihh.. itu mah bukan cuci mata.. tau... " omel Luna

__ADS_1


" yaaaa kali.. aku membiarkan mata sang istri harus ternodai oleh badan laki laki lain... " ucap Rehan senang


Sedangkan Luna yang mendengar ucapan sang bapak Presiden.. hanya mendengus kesal..


" sudah... sudah.. nikmati aja pemandangan disini.. ini semua bahkan lebih indah dari pada perut sixpack" jawab Rehan sambil merangkul tubuh Luna untuk bermain air laut... tak lupa rehan membeli ikan segar yang baru saja ditangkap oleh nelayan


tanpa Terasa.. Rehan dan Luna bermain sampai lupa waktu... matahari mulai membenamkan dirinya.. barulah Rehan dan Luna kembali ke penginapan terdekat...


Setelah membersihkan tubuhnya dari keringat.. rehan dan luan kembali ketepi pantai,


dan menyalakan bara api..ikan yang dibelinya.. kini diolesi bumbu.. seadanya..


sedangkan Rehan bertugas.. mengipasi ikan.. supaya tak gosong..



Rehan yang terus memandang sang istri begitu terpesona dengan kecantikan sang istri walau tak memakai riasan yang begitu tebal, membuat Rehan melupakan ikan bakar yang tengah di kipasnya...


" shayang.. gosong... " Teriak Luna yang mencium bau gosong..


Sontak Rehan langsung tersadar dari lamunanya.. dengan buru buru Rehan langsung mengangkat ikan bakarnya.. namun naas.. ikan segar yang dibelinya.. kini sudah tak berbentuk.. hanya tersisa sedikit daging dengan warna hitam disana sini


" shayang.. ko bisa gosong. . " ucap Luna.. yang menyudahi bermain kembang apinya.. dan menuju suaminya

__ADS_1


"maaf.. tadi ada bidadari.. jadi ga bisa fokus... " ucap Rehan berbohong


" bidadari.. masa iya ada bidadari ditepi pantai.. adanya tu dibawah air terjun... " jawab Luna yang tak percaya dengan alasan dang suami


"kalau.. dibawah air terjun.. itu bukan bidadari.. tapi ibu kun kun.. yang sedang keramas... "


" haaa... " ucap Luna tak percaya dengan jawaban Rehan yang asal asalan...


"udah.. jangan berdebat terus... ni gantian kipasin ikan bakarnya.. aku cape... " ucap Rehan.. yang memberikan kipas tangan pada Luna..


Luna yang penurut akhirnya mengalah dan mengantikan rehan untuk mengipasi ikan bakarnya..


Setelah menunggu beberapa menit.. akhirnya Rehan dan Luna menyantap makan malam ditepi pantai... hembusan angin laut.. membuat suasana semakin romantis.. bahkan.. suara tawa Luna sesekali terdengar...bercampur suara deburan ombak...


" shayang dingin... " ucap Luna yang mulai mengigil kedinginan..


" baik.. ayo kita kembali... lagi pula ini sudah malam... " jawab Rehan sambil memasangkan Jaket'nya pada tubuh Luna.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung... 😊😊


__ADS_2