
Jefri yang melihat ekspresi itu segera melepaskan pautan bibirnya dan tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Caroline dan berkata, "Kenapa? kau pasti sangat senang bukan, bisa mencoba milikku?"
Ucap Jefri dengan tersenyum miring dan rasa bangga dengan dirinya sendiri.
Caroline tidak menjawab pertanyaan Jefri dia hanya memutar bola matanya. 'kau membuatku tersiksa' Bantin Caroline berbicara.
Sedangkan Jefri merasa sangat senang, karena mengira jika Caroline menyukai kayunya . Jefri semakin menjadi, dari memainkan buah segar di dada Caroline, kali ini Jefri membuka pengait kaca mata kuda milik Caroline dan membuangnya ke sembarang arah.
Sehingga terpampang dengan sangat jelas sesuatu yang bersembunyi di sana.
Mata Jefri berbinar terang kala melihat keindahan tubuh Caroline. Bagian depan yang sangat besar dan dibalik rok yang Caroline gunakan bisa ditebak jika bola milik Caroline sangat berisi.
Tanpa menunggu lama Jefri langsung memainkan bola itu. Dengan rasa yang tidak pernah ia rasakan selama ini
desahan Caroline lolos dari mulutnya. Dan Jefri yang mendengar itu semakin rakurs menggigit buah segar itu..
Dengan tangannya yang nakal Jefri mulai membuka bawahan yang Caroline gunakan sehingga membuatnya terbinar.
Tangan Jefri meraba-raba apa yang ada di sana, yang masih tertutupi benda segitiga berwarna merah muda itu.
Bruk
Jefri membalik posisi mereka dengan membanting keras badan Carolin. Caroline merasa sangat sakit pada bagian pahanya karena luka dari cambukan Jefri belum pulih apa lagi dengan Jefri yang membalik posisinya.
Jefri mengurung Caroline di bawahnya dengan wajah yang sudah berkabut gairah. Jefri menarik benda segitiga itu dan memperlihatkan sumur .
Jefri menggerakan tangannya di sana. Caroline yang merasakan rasa nikmat yang datang menghampirinya membuat Caroline bergerak tak menentu.
Dan hal itu membuat Jefri semakin menjadi, Jefri mulai membuka semua pakaiannya dengan tatapannya yang tak berhenti menatap tubuh Caroline.
Jefri yang sudah melepaskan semua pakaiannya dengan sigap dan bersiap melakukan aktifitasnya.
__ADS_1
Dengan satu kali Jefri sudah berhasil memasukan kayunya ke dalam sumur Caroline dan membuat Caroline mendesah. Tanpa menunggu lama lagi, Jefri langsung melakukan dengan sangat kasar dan membuat Caroline merasakan sakit.
******* demi ******* keluar dari mulut Caroline sampai 6 jam kemudian Jefri ambruk di atas badan Caroline.
Sedangkan Caroline sudah tak sadarkan diri karena tenaganya yang terkuras sangat banyak ditambah dengan dirinya yang belum makan selama 4 hari membuatnya tidak kuat untuk menghadapi nafsu Jefri.
'Kenapa aku selalu tidak bisa menahan hasratku jika sudah bersama dengan perempuan ini? Rasanya aku ingin melakukannya berkali-kali, bahkan walaupun sudah berkali-kali Dragonku belum tidur juga.' batin Jefri melihat ke arah bawah di mana kayunya tidak tidur.
'Apa aku harus menghentikannya? Tapi jika aku hentikan si jago tidak mau tidur.' Batinnya bingung.
"Sudahlah, tidak peduli berapa kali aku melakukannya dan seberapa kuat dia memuaskanku, intinya si jago aku tidurkan dulu, lagian di adalah tawananku sudah sepatutnya dia mengikuti perintahku," gumam Jefri.
Dan Jefri kembali melakukan perjalanan itu sampai tiga jam kemudian milik Jefri baru bisa tidur.
"Astagaa … aku sekali melakukannya dengan wanita ini selalu membuat diriku ingin lagi dan lagi," gumam Jefri terheran-heran, "padahal setiap aku keluar negeri. Selalu melihat yang lebih indah dari ini, tetapi si dragon tidak meminta apa pun. Sangat berbeda dengan wanita ini, saat masih menggunakan pakaian pun si dragon langsung berdiri."
"Aku rasanya benar-benar tidak dapat lepas dari wanita ini, apa yang terjadi sebenarnya kepada diriku?" Gumam Jefri lagi.
Caroline tersadar dari pingsannya dan mendapati dirinya yang masih dalam keadaan te*anjang bulat dan terselimuti dengan selimut tebal milik Jefri.
Caroline melihat sekelilingnya dan mendapati makanan yang sangat menggugah seleranya di atas nakas.
Caroline yang sudah menahan lapar jurang lebih 4 hari, langsung saja mengambil makanan tersebut dan memakannya dengan sangat lahap.
Spaghetti bolognese, cake cokelat, tanghulu, dan stik. Itu semua adalah makanan kesukaan Caroline yang selama ini Carolin idam-idamkan.
Dan hari ini Caroline akhirnya bisa mencicipi makanan kesukaannya.
Beberapa saat kemudian Caroline sudah selesai memakan semua makan yang ada di atas nakas.
"Aku harus segera kabur dari tempat ini, aku tidak boleh tinggal diam, jika aku hanya berdiam diri maka aku akan semakin tersiksa. Aku harus kabur hari ini juga," gumam Caroline.
__ADS_1
Caroline turun dari ranjang, tetapi Caroline merasakan sakit pada intinya. "Iissshhh … sakit banget, pasti dia menggunakannya hingga bengkak," gumam Caroline.
"Sebaiknya aku tunda dulu saja untuk kabur sekarang, aku istirahat dulu, jika aku kabur sekarang dengan jalanku yang seperti ini sama saja seperti memasukan diriku ke dalam kandang macan," gumam Caroline.
Sedangkan di sisi lain, Jefri yang baru saja sampai di perusahaan Al Zero langsung melangkahkan kakinya masuk menuju lift perusahaan dan menekan tombol dengan angka 50.
Sesampainya di lantai 50, Jefri langsung berjalan menuju ruangannya dengan tangannya yang berada di saku celananya dan wajahnya yang tampan membuat perhatian seluruh karyawan tertuju padanya.
Saat Jefri berada di depan pintu masuk ruangannya, pintu itu dengan otomatis terbuka sendiri. Jefri melanjutkan melangkahkan kakinya ke dalam ruangan.
Mendudukan dirinya ke kursi kerjanya. Jefri merilekskan pikiran dengan memejamkan matanya. Sejak setelah melakukan hubungan suami-istri dengan Caroline, Jefri tidak bisa melepaskan pikirannya dari kemolekan tubuh Caroline.
Bayangan wajah Caroline selalu menghantui dirinya, bahkan semalam Jefri sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena bayangan wajah Caroline dan suara indah Caroline yang selalu saja menghantuinya.
"Aarrrhhh …." Jefri mengusap wajahnya kesal, saat bayangan wajah Caroline terlintas kembali di dalam pikirannya ataupun benaknya.
'Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku selalu membayangkan wajah wanita itu. Tidak biasanya aku seperti ini, ada apa ini? Apa … aku jatuh hati dengan wanita itu?' Batin Jefri yang merasa frustasi.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar dan membuyarkan lamunan Jefri. Miko masuk dengan membawa setumpuk berkas dan documen di tangannya. Jefri yang melihat Miko masuk dengan membawa documen mengerutkan keningnya.
"Untuk apa kau membawa documen? Sepertinya aku tidak ada menyuruhmu untuk membuat laporan," ucap Jefri dengan memperhatikan documen yang ada di tangan Miko.
Brraakkk
Miko meletakan documen itu dengan kasar di atas meja, dan membuat Jefri menatap Miko dengan tajam dan auranya yang dingin.
Miko tidak mempermasalahkan hal itu, karena sudah biasa menghadapi Jefri yang seperti ini, jadi bisa dibilang Miko sudah kebal akan tatapan maut Jefri, kecuali jika Jefri mengancamnya dengan gajinya maka Miko akan langsung meminta maaf atau bungkam.
hallo semuanya. author up sempat soon dulu y, Kalo rame author lanjut.
__ADS_1