Tawanan Tuan Jefri

Tawanan Tuan Jefri
45. Penyerangan


__ADS_3

“Sial, mereka datang lebih cepat!” umpat Jefri. 


“Siapkan pasukan garda depan dulu untuk bertahan, dan suruh pasukan yang ada di luar markas untuk menyerang dari dari luar!” ucap Jefri dengan melihat rekaman CCTV dari layar laptopnya. 


“Dan sisanya, sebagian menyerang dari luar menunggu aba aba dariku dan sebagian menyerang dari dalam,” ucap Jefri dengan cukup keras menggunakan Microfon yang ada di samping layar laptop, yang mana tersambung pada alat pendengar yang di bawa setiap anak buah Jefri. 


“Miko kau pimpin pasukan, aku akan mengaktifkan sistem keamanan di sekitar Markas dan mansion!” ucap Jefri terdengar sangat tegas. 


“Baik, Tuan.” Miko dengan cepat berjalan keluar dan memimpin pasukan menggantikan yang mana seharusnya itu adalah posisis Jose. 


Sedangkan Jefri masih fokus dengan layar laptopnya, tiba-tiba saja suara dering handphone miliknya berbunyi. Jefri mengangkat handphonenya tanpa membaca siapa yang meneleponnya. 


“Hallo adik ipar …apa kau sedang membutuhkan bantuanku?” Carzol berbicara dengan mengeluarkan senyum penuh dengan kemenangan. 


“Jefri menaikan sebelah alisnya dan berkata, “Apa kau menyadap keamanan markasku?” 


“hehe … tadinya aku hanya berniat kepo saja, untuk mengetahui sistem apa yang kau pakai. Siapa yang menyangka sekarang ada yang menyerang secara tiba-tiba.” ucap Carzol dengan matanya yang terus menatap ke layar laptop miliknya yang mana saat ini Carzol sedang duduk di atas sofa.


“Sialan kau. Aku akan mengurusmu nanti setelah aku menyelesaikan ini!” ucap Jefri geram dengan apa yang Carzol lakukan. 


“Apa kau yakin tidak membutuhkan bantuan dariku?” tanya Carzol, meremehkan kemampuan pasukan Jefri. 


“Tidak, ini hanya hal kecil. kau jaga keluargaku dan jangan biarkan mereka keluar. Dan, ya. jika mereka keluar suruh pengawal selalu berada di sekitar mereka,” ucap Jefri terdengar sangat tegas dan berwibawa. 


Carzol yang berada di seberang telepon masih tidak percaya dengan yang Jefri katakan. Bagi Carzol, kelompok mafia yang menyerang markas Jefri saat ini sangatlah besar belum lagi dengan sebagian dari pasukan Jefri sedang berada di Amerika untuk menyelesaikan masalah dengan kelompok Vallensa. 


Tetapi berbeda dengan Jefri Yang menganggap ini sebagai serangan kecil semata, Tentu saja, itu karena Black Dragon memiliki senjata tempur yang sangat kuat bahkan berkali-kali lipat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang senjata itu. 


Bahkan Carzol yang sudah menyadap keamanan markas Jefri juga masih tidak mengetahui tentang senjata itu, terlebih lagi dengan Jefri yang sangat pintar dalam mengatur strategi perang menjadi unggulan dalam kelompok mereka. 


Jefri langsung mematikan sambungan teleponnya dan kembali melakukan pekerjaannya. Dalam hitungan menit semua sistem keamanan markas Black Dragon sudah kembali secara sempurna. 

__ADS_1


Dan senjata rahasia itu pun sudah mulai aktif. Jefri menggerakan senjata itu menggunakan layar laptopnya. Yang mana senjata dengan tembakan yang sangat cepat dan memiliki sistem fungsi untuk mengenali yang mana lawan dan kawan. 


Yap sangat mudah bagi senjata itu untuk mengenal yang mana lawan dan kawan. Karena setiap orang yang masuk ke dalam markas Jefri selalu memiliki lambang huruf di atas kepalanya. 


Dalam sekali pencet semua musuh Jefri tumbang dalam hitungan detik. karena senjata itu bukan hanya ada satu, tetapi ada di setiap sudut dan ruangan  Markas, Dan akan menjadi tembok jika tidak ada musuh dan akan berfungsi sebagai CCTV pula. 


Jefri mengembangkan senyumannya. Dan dengan menggunakan microfon yang ada di samping laptop Jefri berucap, “ bereskan semuanya!” 


Jefri berdiri dan melihat halaman markasnya dari jendela yang ada di ruangan Jose. Jefri memperhatikan setiap musuh yang sudah tumbang dan mengeluarkan darah satu persatu, Dan pandangannya terfokus pada salah satu mayat yang berisikan tato mata dengan garis ditengahnya. 


“Ternyata ada seekor serangga yang berani mencari masalah denganku,” Gumam Jefri. 


Jefri berjalan keluar dari markas, menuju mobil miliknya dan mengendarai mobil itu menuju rumah sakit tempat Alex dirawat. 


Saat Jefri sampai di rumah sakit, Carzol yang melihat kedatangan Jefri sangat kaget.


“Ada apa dengan wajahmu? Kenapa kau kaget begitu melihatku datang?” tanya Jefri memperhatikan wajah Carzol. 


Mendengar apa yang Jefry katakan, membuat perhatian Caroline, Alex dan Axel terpusat pada Carzol. 


“Apa? Kenapa kau tidak mengatakan jika markasmu di serang? Apa kau terluka?” tanya Caroline panik, saat mendengar apa yang dikatakan Carzol.


Jefri langsung melotot ke arah Carzol, dan Carzol baru saja menyadari jika dia sudah mengatakan seseuatu yang seharusnya tidak dia katakan. 


“Tidak sayang … aku tidak apa-apa, itu hanya serangan kecil saja,” ucap Jefri mengusap lembut kepala Caroline. 


“Apa aku tidak salah dengar? kau bilang hanya serangan kecil? pasukan yang datang masuk ke dalam markasmu itu melebihi 3000 orang. mereka hampir setara dengan pasukan kerajaan. Apa kau gila menyebut itu hanya serangan kecil?” ucap Carzol yang lagi-lagi keceplosan. 


“Apa?!” Pekik Caroline, Caroline langsung menarik Jefri untuk duduk di ranjang. 


“Apa yang ingin kau lakukan, Sayang …,” tanya Jefri menahan pergerakan tangan Caroline. 

__ADS_1


“Aku ingin memeriksamu,” ucap Caroline yang terlihat sangat panik. 


 “Aku tidak apa-apa, sayang …,” ucap Jefri, tetapi Caroline sepertinya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jefri, dan dengan cepat membuka pakaian Jefri. 


Setelah semua pakaian Jefri terlepas, Caroline membolak-balikan badan Jefri dan tidak menemukan apa pun. 


“Sayang … jika kau menginginkannya, tidak perlu menggunakan cara ini, kau hanya tinggal mengatakannya saja dan aku akan memberikannya,” ucap Jefri dengan senyuman yang menggoda. 


Bluss 


Mendengar apa yang Jefri katakan membuat wajah Caroline memerah, dan melihat ke atas. 


Pandangan Caroline terdiam saat melihat badan berotot milik Jefri. Caroline menelan Salivanya dengan kasar. 


“Apa kau menyukainya? Jika kau suka kau bisa menyentuhnya …,” ucap Jefri berbisik di telinga Caroline dan membuat Caroline tersadar. 


Caroline membalikkan badannya dan segera keluar dari ruangan Alex, dengan wajah yang sudah merah seperti tomat. 


Jefri tersenyum melihat tingkah Caroline dan kembali membenarkan pakaiannya yang sudah dilepas oleh Caroline dan segera menyusul Caroline. 


“Kak, itu muka mama kenapa merah?” tanya Axel dengan polosnya. 


“Anak kecil tidak perlu tau,” ucap Alex dengan wajah datarnya dan lanjut membaca buku yang ada di tangannya. 


Axel mendengus kesal dengan kakaknya dan kembali berkata, “Paman-” 


“Yang kakakmu katakan benar Axel … kau belum cukup umur untuk mengetahui hal itu.” Carzol tau jika Axel akan menanyakan hal yang sama dengannya sehingga membuatnya menjawab hal yang sama dengan Alex. 


 Sebulan Berlalu …


Jefri dan Caroline saat ini sedang berbulan madu di Jepang. Dan mereka saat ini sedang berada di hotel Aman Tokyo, yang mana merupakan salah satu hotel terbesar di Jepang. 

__ADS_1


Alex juga sudah jauh lebih sehat begitu juga dengan Carzol. Dan saat ini Alex dan Axe sedang dititipkan kepada Carzol. 


Dan Jefri berencana ingin mengadakan pernikahan di jepang besok hanya dengan menghadirkan Alex, Axel, Carzol, Miko, Jose, Arurel, Zail dan juga Listar. Yap Jefri tidak ingin jika pernikahannya dilakukan dengan meriah dan mengundang banyak orang, karena itu akan membahayakan nyawa Caroline. 


__ADS_2