Tawanan Tuan Jefri

Tawanan Tuan Jefri
20. Ayah


__ADS_3

Jefri masih terus memandangi motor Caroline sampai, Miko menepuk pundak Jefri dan membuat Jefri tersadar.


“Apa yang kau lihat? Kenapa kau sampai terbengong seperti itu?” tanya Miko melihat ke arah pandang Jefri tetapi Miko, tidak menemukan apa pun.


“Tadi aku melihat seorang perempuan menaiki motor matic dengan dua putranya, perempuan itu mengingatkanku kepada Caroline,” ucap Jefri dengan raut mukanya yang terlihat sedih.


Jefri tidak melihat jelas wajah Croline dan juga kedua putrinya, itu karena Jefri hanya melihat punggung Caroline dan juga sedikit punggung kedua putranya.


“Sudah kau lupakan saja dia, kau sudah mencarinya selama tujuh tahun ini, tetapi hasilnya masih sama ‘kan? Kau tidak menemukan keberadaan Caroline,” ucap Miko dengan tangannya yang mengusap punggung Jefri.


“Sudah, kau jangan sentuh-sentuh!” ucap Jefri dengan aura dingin yang kembali terpancar di dalam tubuhnya.


Jefri tanpa mengatakan apa pun langsung masuk ke dalam mobil dan Miko hanya bisa tersenyum tipis melihat hal itu. Jefri sudah berusaha keras mencari keberadaan Caroline, bahkan Jefri juga sempat hampir gila karena merasa terpukul dan juga meras bersalah.


Selama itu pula Jefri mendapat penanganan khusus dari Zail, sampai akhirnya Jefri bisa sembuh dan normal kembali. Walau begitu Jefri masih suka melamun entah apa yang dilamunkannya, Miko juga tidak tau. Tetapi semenjak hilangan Caroline Jefri seperti orang yang berbeda, di mana yang biasanya Jefri selalu menebar aura dingin dan juga membunuh, dari saat itu aura dingin dan membunuh jefri jadi lebih berkurang.


Tetapi Jefri menjadi lebih pendiam dan sedikit bergerak, Jefri hanya lebih lama berdiam diri di depan komputer mau pun laptop.


Miko menyusul Jefri naik ke dalam mobil dan mobil dengan harga fantastis itu melaju dengan kecepatan sedang.


Di perjalanan, Jefri hanya melihat ke arah jendela. Pikirannya masih tertuju kepada Caroline, wajah Caroline masih terus terbayang di dalam pikirannya. Entah kenapa Jefri sama sekali tidak bisa melupakan Caroline, hatinya tidak bisa bergerak untuk berpindah.


Sedangkan di tempat lain, Caroline baru saja sampai di apartemen milik Dokter Corzel.


tok tok tok


Caroline mengetuk pintu Dokter Corzel. Dan tak lama kemudian seorang pria tinggi dengan kulit putih dan mata yang berwarna biru keluar dari dalam apartemen dengan pakaian yang berantakan.


“Carzol aku titip si kembar dulu, ya, aku harus kembali ke kantor,” ucap Caroline setelah wajah Carzol terlihat dengan sangat Jelas.


“Nak, kalian bersama dengan Paman Carzol dulu, ya,” ucap Caroline mendaratkan bibirnya di pipi kedua putranya secara bergantian.


“Ya Ma, Mama hati-hati juga di jalan, Ma,” ucap Axel.

__ADS_1


“Iya sayang, Mama pergi dulu ya” ucap Caroline dan berdiri mensejajarkan badanya dengan Carzol.


“Aku titip anak-anak, ya,” ucap Caroline pergi meninggalkan Alex Axel dan Carzol.


Selama tujuh tahun ini, Caroline dan Carzol menjadi lebih dekat. Bahkan sebagian orang yang melihat jika mereka berjalan berdua, maka mereka akan mengira jika Carzol dan Caroline adalah kakak da adik.


Carzol yang mana adalah anak yatim piatu. Dengan kehadiran Caroline dan kedua putranya hal itu membuat hidup Carzol menjadi lebih berwarna.


Carzol sudah berkali-kali mengatakan kepada Caroline jika Caroline tidak perlu bekerja, tetapi Caroline masih saja menolak dan bersikeras untuk bekerja demi membayar semua hutang budi dan materi yang dikeluarkan oleh Carzol semasa dirinya hamil dulu.


Alhasil Carzol tidak bisa berbuat apa pun kepada Caroline dan hanya bisa membiarkan Caroline melakukan apa pun yang ia suka. Dan Selama ini Carzol juga menyembunyikan Caroline sebisa mungkin Dari pencarian Jefri.


Ya, Saat pertama kali Carzol menyuruh Caroline untuk pindah ke apartemennya Carcol menemukan jika ada seseorang yang mencari informasi Caroline. Dan dengan ilmu komputer yang Carzol miliki, Carzol sebisa mungkin untuk menyembunyikan informasi yang berkaitan dengan Caroline.


Karena itu juga Jefri tidak bisa melacak informasi tentang Caroline. Selain ahli dalam bidang kesehatan Carzol juga ahli dibidang IT sehingga membuatnya dengan mudah bisa menyembunyikan informasi Caroline. Tetapi lawannya kali ini cukup kuat sehingga membuatnya kewalahan. Bahkan Carzol sampai harus begadang demi menyembunyikan informasi tentang Caroline.


“Ya sudah, yuk kita masuk,” ajak Carzoldengan menggandeng sebelah tangan Alex dan Axel.


Tetapi Alex dengan cepat menepis tangan Carzol dan berkata, “Paman aku bukan anak kecil lagi, aku sudah besar aku bisa berjalan sendiri!” ucap Alex.


Mereka masuk ke dalam kamar.


Siang hari


Apartemen Carzol.


“Apa kalian sudah selesai makan siangnya?” tanya Carzol.


“Iya Paman, kami sudah selesai,” ucap Axel dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, “Paman, apa ada cemilan? aku ingin ngemil sambil menonton ini.”


Axel menunjukan tablet miliknya yang berisikan kartun shaun the sheep.


“Ada di dalam kulkas, kalian ambil saja sesuka kalian, Paman ada di ruang kerja jika kalian membutuhkan sesuatu panggil Paman ya,” ucap Corzel sebelum ia beranjak pergi meninggalkan si kembar.

__ADS_1


“Okey Paman,” ucap Axel. Sedangkan Alex hanya menjawab dengan deheman saja.


Corzel yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya melihat Alex yang memiliki sikap yang sangat dingin. Corzel meninggalkan si kembar di ruang makan dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


“Kau bawa cemilannya ke dalam!” ucap Alex dan masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar, Alex menghidupkan layar ipad miliknya dan dia melototkan matanya saat melihat foto seseorang yang ada di dalam breaking news kali ini.


‘Kenapa wajah orang ini sangat mirip dengan aku dan Axel? Bagaimana mungkin ada orang yang memiliki paras sama persis seperti ini, siapa orang ini?’ Batin Alex dengan pandangannya terus tertuju kepada foto pria itu.


Tapi sedetik kemudian mata besar dan imut milik Alex tertuju pada judul berita yang ada di atasnya.


(PRESDIR DARI AL ZERO GROUP TIBA DI SINGAPURA)


‘Pria ini adalah pemilik perusahaan Al Zero? Perusahaan yang dikatakan selalu menjadi raja bisnis itu yang memiliki kekayaan tunggal?' Batin Alex.


Alex selalu mengetahui tentang semua informasi di dunia bisnis, karena Alex sangat suka membaca berita. Alex sangat jarang membaca cerita dongeng atau kartun seperti anak-anak pada umumnya.


Tetapi hal itu tidak terjadi pada Axel, Axel menjadi kebalikan dari Alex. Axel sangat suka membaca dongeng ataupun menonton kartun, Axel sangatlah manja berbeda dengan Alex yang sangat dingin.


'pria ini sungguh luas bisa? Tapi aku masih bingung siapa dia? Kenapa dia bisa sangat mirip denganku dan juga Axel?' Batin Alex kembali bertanya-tanya.


Tok tok tok


Cklek Axel masuk dengan membawa begitu banyak cemilan di tangannya. Dan saat Axel masuk, ia melihat raut wajah sang kakak yang seperti orang kaget.


"Ada apa, Kak? Kenapa wajahmu seperti itu?" ucap Axel dan naik ke atas ranjang bersama dengan sang kakak.


"Ini," ucap Alex menunjukan iPad miliknya kepada Axel.


.Axel melihat layar iPad itu dan melotot melihat wajah pria yang sama dengannya.


"Ayah …," ucap Axel begitu melihat foto itu.

__ADS_1


"Aku akan mencari ayah, lihat di mana lokasi yang biasanya orang itu datangi di Singapura yang bisa kita kunjungi," ucap Axel.


__ADS_2