
Akhirnya tangan kanan Axel pun terlepas, Alex mulai melepaskan tangannya yang satunya lagi, begitu juga dengan kakinya. Setelah dirinya terlepas, Alex mulai melepaskan ikatan tali yang ada pada Axel.
prok prok prok
“Tidak kusangka kalian ternyata cerdas juga bisa melepaskan ikatan tali ini dengan gigi kalian,” ucap Fahzan yang masuk ke dalam ruangan dan membuat Alex dan Axel tersentak.
Wajah Fahzan terlihat sangat menyeramkan, dengan senyuman yang penuh dengan maksud tersembunyi di dalam senyuman itu. Fahzan terlihat mengibaskan tangannya dan kedua anak buahnya masuk dengan membungkukan badannya.
“Ikat kedua bocah ini dengan rantai besi yang ada di sana. ikat dengan erat!” ucap Fahzan dengan tatapan nyalang ke arah kedua anak buahnya.
Alex melihat ke arah sekitarnya dan dengan cepat berusaha mengangkat kursi tempatnya diikat tadi. Alex melempar kursi itu ke arah anak buah Fahzan den melepaskan ikatan Axel. Tetapi saat mereka ingin berlari tengkuk mereka dipukul oleh Fahzan dan membuat Axel dan Alex pingsang.
Sedangkan di sisi lain, Caroline sedang berusaha keras membujuk Jefri agar mengizinkannya untuk bekerja di perusahaan Al Zero. “Sayang …,” ucap Caroline mulai naik ke atas pangkuan Jefri.
“Turun Caroline! Apa pun yang kau lakukan aku tidak akan membiarkanmu bekerja.” Suara Jefri terdengar tegas dan Caroline pun turun dari atas pangkuan Jefri.
“Aku tidak percaya, tidak bisa membuatmu luluh dan mengizinkanku,” gumam Caroline dan berjalan ke luar dari ruangan kerja Jefri.
Di depan pintu Caroline terlihat seperti sedang berfikir cara membuat Jefri menyetujui keinginannya. Caroline terlihat sedang mondar-mandir di depan pintu ruangan Jefri.
Tiba-tiba saja sebuah ide brilian muncul di dalam otaknya. Dan Caroline segera berjalan menuju kamarnya dan mengganti semua pakaiannya.
Tak lama kemudian Caroline kembali masuk ke dalam ruangan kerja Jefri.
"Sayang …." Caroline mulai beranjak naik ke atas paha Jefri
Gluk
Caroline tersenyum melihat reaksi Jefri, Dan segera melancarkan aksinya.
__ADS_1
Jefri yang sudah tidak tahan melihat Caroline langsung ******* bibir Caroline. Tetapi Caroline mendorong dada Jefri, dan berkata, “Sayang … jangan. Kau harus mengizinkan aku untuk bekerja di perusahaanmu terlebih.”
Caroline turun dari pangkuan Jefri dan tangannya dengan sengaja menyenggol kayu yang sudah sempurna itu. Jefri memejamkan matanya, dan berkata, “Tidak, kau tidak boleh bekerja.”
Namun saat Jefri membuka matanya, dirinya semakin di buat gila oleh istrinya. Bagaimana tidak, Jefri di hadapkan dengan pemandangan yang sangat indah di tambah dengan kedua tangan Caroline yang bergerak meremas skuisi di hadapan Jefri.
Caroline tersenyum dan melenggang pergi dari hadapan Jefri. Tetapi Jefri dengan Capat menangkap dan memeluk Caroline dan berkata, “Okey, aku mengizinkan kamu tetapi harus tetap dalam pengawasanku!”
Caroline tersenyum tetapi belum sempat Caroline menjawab. Jefri lebih dulu menarik Caroline ke sofa dan mengurungnya di bawahnya.
Dan kalian tau apa yang terjadi selanjutnya.
Sedangkan di sisi lain, Aurel sedang menyelidiki tentang Alex dan Axel yang berada di mansion kakaknya. Bahkan Aurel sampai nekat memasang kamera di kamar dan jam tangan yang mereka gunakan.
Karena kamera yang Aurel pasang bersifat seperti bunglon yang mana berbentuk pipih dan bisa menyesuaikan warna dengan benda di sekitarnya.
Dan saat ini Aurel sedang melihat dari hasil Laptopnya yang terhubung langsung oleh karena yang ia pasang pada jam tangan Alex dan Axel. Aurel mellihat jika Alex dan Axel sedang bertemu dengan seorang pria yang sama sekali tidak ia kenal.
Terlihat pria itu memberikan Alex dan Axel sebuah botol kecil yang entah itu berisi apa, melihat itu Aurel semakin curiga dengan Alex dan Axel. setelah melihat Alex dan axel kembali ke dalam kelas aurel mematikan laptopnya dan duduk di sofa dengan bersila dan bantal empuk yang berada di atas pangkuannya.
Di tengah lamunannya. Zail masuk ke dalam ruangan dengan menggunakan Jas kedokteranya. Melihat istrinya yang melamun dan sedang berfikir keras, Zail memeluk Aurel dan mencium pipinya.
Aurel kaget karena mendapatkan ciuman secara tiba-tiba. “Kau membuatku jantungan, kenapa tidak ketuk pintu terlebih dahulu Sayang,” ucap Aurel dengan mengembungkan pipinya dan melipat kedua tangannya di depan dada.
“Ayoyoyo … istriku yang imut … jangan marah, ya.” Zail mencubit pipi Aurel da menariknya.
“Sakit Zail,” ucap Aurel dan melepaskan tangan Zail yang mencubit pipinya.
“hihii ….” Zail terlihat senang saat Aurel cemberut. Entah kenapa harinya merasa senang saat istrinya dalam mode ngambek.
__ADS_1
“Apa yang sedang kau pikirkan sayang? Apa yang menggangu pikiran istriku ini.” Zail mencium pipi Aurel.
“Aku-”
“Umm ….” Belum Juga Aurel menyelesaikan ucapanya, Aurel sudah lebih dulu berlari menuju kamar mandi yang ada di dalam ruang kerja Zail.
Zail pun ikut berlri mengejar Aurel, saat Zail sampai di kamar mandi, Zail melihat Aurel yang sedang terduduk lemas di depan kloset.
“uweeekkk ….” Terlihat Aurel memuntahkan semua isi perutnya.
“Sayanggg … kau kenapa? Apa ada yang kau rasa sakit atau tak enak?” tanya Zail yang mulai khawatir melihat Aurel lemas di depan toilet.
Dan tak lama kemudian Aurel pun pingsang, Zail terlihat sangat khawatir dan segera menggendong Aurel menuju mobil. Dengan sopir yang mengendalikan mobil, Zail memangku Aurel dan berkata, “Kita krumah sakit cepat!” teriak Zail.
Di tengah perjalanannya Zail memeriksa denyut nadi Aurel, terlihat Zail mengerutkan keningnya saat memriksa denyut nadi Aurel. Zail masih idak percaya dengan apa yang ia temukan Saat memeriksa Denyut nadi Aurel.
“Apa ini benar?” ucap Zail dengan pandangnya yang terlihat rasa bahagia di dalam hatinya.
Plakk
Zail menampar pipinya dan saat ia merasakan sakit, Zail tersenyum senang.
“Tuan, Kenapa kau menampar dirimu!” Pekik sang sopir yang melihat apa yang Zail lakukan.
“Aku akan memiliki anak, Zex … aku akan memiliki anak! A-aurel saat ini hamil,” ucap Zail kegirangan. Ia bahkan terlihat berkali-kali mencium kening Aurel.
“Zex, lebih cepat lagi, aku sudah tidak sabar ingin melhat anakku.” sebuah senyuman yang sangat indah terukir di wajah Zail. Zail terus memeluk Aurel Sampai mereka tiba di rumah sakit.
“Baik, Tuan.” ucap sopir dan melajukan mobil lebih cepat lagi.
__ADS_1
Dan saat mereka sampai di rumah sakit, Zail sudah di tunggu oleh para dokkter yang berbaris di depan rumah sakit dan segera membawakan brangkar yang berisikan tempat tidur ke depan mobil.
Rumah sakit itu adalah milik Zail sendiri, Zail memiliki hampir seluruh rumah sakit yang ada di kota ini. Karena dari kecil Zail selalu ingin untuk menyelamatkan orang yang ia sayangi karena itu Zail membangun rumah sakit dalam jumlah banyak. Dan di smaping itu Zail juga merupakan seorang profesor hebat di eropa, sehingga membuat di dekatnya tidak berani melawannya, terkecuali Jefri dan kawannya.