Tawanan Tuan Jefri

Tawanan Tuan Jefri
35. Mencri Caroline


__ADS_3

Mencari Caroline 


“Apa yang kalian lakukan kepada anakku, lepaskan mereka!” 


Melihat kedua putranya yang diikat seperti itu, sungguh membuat hati Caroline tersakiti. 


Sebagai seorang ibu, melihat putranya yang diikat seperti itu membuat hatinya hancur. 


Melihat leher Alex dan Axel yang diikat dengan ikatan longgar dan kaki yang berjinjit menyentuh tanah, membuat hatinya terkikis. 


'Aku mohon, siapa pun tolong kedua putraku. Jefri, jika kau memang mencintaiku aku mohon datanglah dan selamatkan kedua putra kita. Aku akan memaafkan semua kesalahanmu, aku akan menerimamu, aku mohon datanglah …,' 


"Heh, melepaskan mereka?" ucap wanita itu, dengan menaikan sebelah alisnya dan tersenyum iblis. Yang mana dia adalah manajer yang sempat memarahi Caroline, saat pertemuan pertamanya dengan Jefri di cabang perusahaan Al Zero. 


“Kau membuat rencanaku untuk mendekati Tuan Jefri gagal! Karena kau juga aku dikeluarkan dari cabang perusahaan Al Zero. Dan karena kau, Bos memecatku dan menghancurkan semua keluargaku!” Teriak wanita itu. 


Wanita itu bernama Angel. Dia adalah Karyawan Card Group, yang mana salah satu perusahaan yang mencoba bersaing dengan Al Zero Group. 


Tetapi sampai saat ini mereka masih jauh di bawah Al Zero Group, sampai memerintahkan Angel untuk masuk ke dalam cabang perusahaan Al Zero Group untuk bisa menggoda Jefri.


Tapi semua rencana itu gagal, dan  pemimpin Card Group membuat seluruh keluarganya tiada. 


“Dan Sekarang aku akan membuat, orang yang kau sayang menghilang dari dunia ini, Hahaah …,” tawa menggelegar dari Angel yang mana membuat semua orang bayarannya merinding. 


“Apa bos sudah gila?” Bisik salah satu orang bayaran yang disewa Angel.


“Diamlah.” 


“Tapi Semua ini tidak ada hubungannya dengan anak-anakku! Jika kau ingin balas dendam lakukanlah padaku!” Air mata Caroline tak bisa berhenti mengalir. melihat kedua putranya yang tidak berdaya di depan matanya, membuat hatinya tak bisa menahan air mata itu. 


“Iya … kau tenang saja, aku pasti akan melakukannya padamu juga, Tapi nanti setelah kedua anakmu ini.” Senyuman iblis yang tergambar di wajah Angel.


“Sekarang kau akan merasakan juga, bagaimana rasa sakit kehilangan orang yang berharga.” 


Mendengar suara ribut-ribut membuat Alex dan Axel tersadar dari pingsannya. Dan saat mereka membuka matanya, mereka kaget, karena melihat diri mereka yang sudah terikat oleh tali tambang. 


“Apa yang terjadi,” gumam Alex. 


“Mami …,” gumam Axel saat melihat Caroline yang mana kedua tangannya terikat ke atas, yang mana tali itu bertumpu pada kayu yang tertancap pada tembok. 

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan Axel, Alex melihat ke depan dan kaget saat melihat sang mami yang di ikat kedua tangannya. 


 “Ohhh … ternyata kalian sudah sadar rupanya, Baguslah jika mama kalian itu dapat mendengar suara jeritan kesakitan kelian.” Angel mengangkat dagu Alex dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menunjuk ke arah Caroline. 


Alex membuang muka, sehingga jari yang tadinya berada di dagu Alex terlepas. “Jangan harap. Kaulah yang akan mati!” Dengan wajah yang terlihat marah Alex dengan berani meludahi wajah Angel. 


“Heh, aku suka anak yang pemberani, tapi sayang kamu adalah anaknya. Dan aku akan membuat semua miliknya menghilang.” 


Axes yang mendengar itu tidak merasa takut sedikit pun dan berkata, “Kau yang akan mati, keluarga dan keturunanmu akan tiada nantinya!” Teriak Alex. 


“Dasar Bajingan ….” 


Dorrr 


Arrrggghhhh 


Saat Angel ingin menmpar Alex, Jefri datang tepat pada waktunya dan menembak telapak tangan Angel sampai berlubang. Bahkan darahnya mengenai wajah Alex. 


Alex tak takut melihat hal itu, Karena ia tau Jefri akan datang dan menolong mereka. Berbeda lagi dengan Alex yan teriak dan menangis. 


“Jangan harap kau dapat menyentuh keluargaku!” Aura membunuh yang sangat pekat membuat siapa saja yang melihat Jefri saat ini ketakutan. 


“Jangan harap kau bisa menyelamatkan mereka!” Angel ingin mengeluarkan pistol yang ada di dalam sakunya menggunakan tangan kirinya. 


Dorrr 


Angel kalah cepat dengan Jefri. Jefri sudah lebih dulu menembak kaki Angel sehingga membuatnya terjatuh saat itu juga. 


“Sial!” Angel mengumpat. 


“Sudah kukatakan, kau tidak akan bisa menyentuh keluargaku.” Jefri mengarahkan pistol yang ada di tangannya ke arah perut Angel. 


Dorrr 


“Aku tidak akan membuatmu mati lebih dulu,” ucap Jefri menyeringai, dan melepaskan tali yang mengikat Alex. 


Sedangkan Axel dan Caroline sudah terlepas dan berada 5 meter jauhnya dari mereka. 


“Apa kau tidak apa-apa boy?” tanya Jefri dan Alex hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Papi akan mengantarkanmu pada mama okey?” ucap Jefri dan menggandeng tangan Alex menuju Caroline. 


Angel yang sudah terkapar lemah, dengan sisa tenaganya, Angel mengambil pistol yang ada di sakunya dan mengarahkannya pada Alex. 


“Alex, Awas …,” teriak Caroline dan Axel. 


Jefri menoleh ke belakang dan melihat peluru sudah akan meluncur ke arah Alex. 


“Papa …,” teriak Alex dan Axel. 


Dengan gerakan yang cepat Jefri melindungi Alex menggunakan punggungnya sehingga membuat punggung Jefri terkena peluru. 


Axel dan Caroline segera menghampiri Jefri dan Alex. 


Sedangkan Anak buah Jefri dengan cepat menembak mati Angel, dengan mata yang melotot. 


Alex sudah menangis melihat punggung Jefri yang berlumuran darah. Begitu juga dengan Axel yang berlutut di samping Jefri. 


“Hei kenapa kalian menangis? Papa tidak apa-apa, ini hanya luka kecil.” Jefri masih berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depan putranya dan juga Caroline. 


“Kau juga menangis sayang?” Alex bahagia karena Caroline masih memiliki rasa peduli terhadapnya. “Aku tidak apa-apa, sudah ya, jangan menangis.”


Jefri memeluk Caroline dan membenamkan wajahnya di dada bidan Jefri. 


Namun tak lama kemudian Jefri terjatuh dan tak sadarkan diri. 


“Papa/ Jefri …,” teriak Caroline dan kedua putranya. 


“Cepat bawa, Jefri kerumah sakit!” teriak Miko memerintahkan Anak buahnya. 


Sedangkan di sisi lain, tepatnya di mansion Tuan Card. 


Mereka sudah kewalahan menghadapi pasukan Jefri. 


Ya, dari Awal Jefri sudah mengetahui siapa identitas Angel sebenarnya. Tetapi Jefri masih tetap Diam dan ingin melihat apa langkah Angel selanjutnya. 


Tetapi Saat melihat rekaman yang ada di flashdisk yang Miko berikan, membuat kesabarannya habis dan memerintahkan Jose untuk menyerang Mansion Tuan Card. 


Dan sampai sekarang pertarungan sengit itu masih berlangsung, tetapi terlihat jika Tuan Card sudah sangat kewalahan menghadapi Jose yang mana setiap kali mereka mengalahkan pasukan yang Jose bawa, maka akan muncul lagi pasukan lainnya. 

__ADS_1


Dan itu sungguh membuat Tuan Card kewalahan. itu semua memang strategi yang Jose susun, yang mana akan membuat semua pasukan Tuan Card kewalahan terlebih dahulu dan di saat titik terakhir mereka akan menggunakan seluruh kemampuan mereka untuk membantai pasukan Tuan Card yang mana saat itu kondisi pasukan Tuan Card sudah pasti melemah. 


__ADS_2