
Saat ini Arzan dan Caroline sedang berada di Hotel Aman Tokyo.
“Arzan, Kenapa kita tidak sekalian membawa Alex dan Axel. Mereka pasti akan merasa senang jika ikut, pemandangan di sini sangat bagus.” Caroline melihat pemandangan keindahan Jepang dari kaca jendela kamar mereka.
Jefri yang sedang fokus pada handphone miliknya mengalihkan pandangannya ke arah Caroline. Jefri tersenyum dan berjalan menuju Caroline dan memeluk Caroline dari belakang.
“Jika ke mana-mana kita selalu membawa mereka kapan kita akan memiliki waktu untuk berdua, Hmmm ….” Jefri menggigit telinga Caroline dan membuat Caroline kegelian.
“Tapi-”
“Sutttt … sayang, apakah kau tidak ingin membuat adik untuk si kembar?” ucap Jefri dengan bibirnya yang masih tetap aktif menjilati leher Caroline.
“Je-Jefri … Jefri … berhenti,” ucap Caroline terbata saat merasakan getaran aneh yang terjadi pada tubuhnya.
“Sayang … aku merindukanmu,” ucap Jefri dengan tangannya yang tidak berhenti meraba tubuh Caroline.
Desahan yang terdengar merdu keluar dari mulut Caroline. Dan itu membuat Jefri mengembangkan senyumannya.
“Apa kau menyukainya, sayang?”
Desah Caroline semakin menjadi karena tangan Jefri yang terus semakin menjadi sampai meremas Caroline dengan sangat kuat.
“Aku menginginkanmu, sayanghhh …,” ucap Jefri sambil tangannya yang meremas-remas Caroline yang mana masih blm cukup di dalam genggamannya.
Caroline yang sudah terkabut pun menghentikan pergerakan tangan Jefri. Awalnya hal itu membuat Jefri sedih, karena mengira jika Caroline menolak dirinya.
Tetapi siapa yang menyangka jika Caroline akan bertindak dengan sangat berani.
Jefri mend*** saat merasakan nikmat yang Caroline berikan, Bagaimana tidak merasakan nikmat Jika Caroline tanpa ragu langsung menggenggam kehidupannya Jefri dan meremasnya.
Dan Caroline yang awalnya hanya ingin membalas Jefri dibuat kaget saat merasakan **** yang bisa membuatnya mendesah selama ini sangatlah besar.
Jefri yang melihat ekspresi Caroline dibuat bingung dan bertanya, “Ada apa sayang?”
“Besar,” gumam Caroline yang mana masih dapat didengar oleh Jefri.
Jefri yang mendengar itu pun mengerti, dan tersenyum menggoda. “Sayanggg ….” Jefri langsung menarik pinggang Caroline dan merapatkan badan mereka.
__ADS_1
***** Caroline saat merasakan hal yang tidak ia tau selama ini.
“Apa kau bisa merasakannya?” ucap Jefri dengan tangannya yang nakal tidak berhenti ******* buah kesukaannya yang berada di **** Caroline.
Caroline dengan gerakan cepat, membalik badannya dan langsung mendorong Jefri menuju ranjang. Dan membuat Jefri tidur terlentang diatas ranjang dengan tatapan matanya yang menatap penuh arti ke arah Caroline.
Caroline dengan gerakan cepat menarik celana yang Jefri gunakan begitu juga dengan ********** yang mana membuat **** ***** miliknya langsung keluar. Hanya dengan melihatnya saja sudah bisa membuat Caroline bergidik ngeri saat membayangkan batang itu masuk ke dalam lembahnya.
“Kenapa tidak kau lanjutkan sayang?” tanya Jefri dengan senyumnya yang menggoda.
Brukkk
Jefri langsung menarik Caroline ke kasur dan membuat dirinya berada di atas Caroline dan berkata, “Kau salah teknik, Sayang ….”
Bisik Jefri pada telinga CAroline yang mena membuat Caroline merah seperti tomat, Dengan tangannya yang ******* kancing baju yang digunakan oleh Caroline. Saat pakaian Caroline sudah terbuka semua, Jefri dengan sekali tarikan dapat membuat *** yang Caroline gunakan terlepas.
“Bisakah kau lembut sedikit!” ucap Caroline dengan mengerutkan alisnya.
Jefri bukanya menjawab tetapi malah membuat Caroline mendesah dengan ********* buah kesukaannya.
Di dalam kamar itu hanya terdengar suara ******* sepasang insan yang sedang dimabuk ******.
Bahkan tidak jarang mereka berganti-ganti posisi, Sampai pada sore hari mereka terkapar lemas di atas ranjang. “Kau benar-benar membuatku puas sayang ….” Jefri mengecup kening Caroline, yang mana caroline sudah tertidur dari tadi karena sudah merasa kelelahan.
Malam hari pun tiba.
Caroline mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya. “Kemana perginya Jefri?”
Saat Caroline menurunkan kakinya dari ranjang, Karoline merasakan kakinya menginjak sesuatu yang lembut. Saat Caroline melihat ke bawah ternyata itu adalah sandal tidur yang terbuat dari bulu domba asli.
“Nyaman ….” Caroline terus saja mengusap-usap kakinya pada sandalitu sampai pada saat terdengar suara ketukan yang mana membuat Caroline tersadar dari lamunannya.
Caroline bangun dan membuka pintu, ternyata itu adalah pengantar makanan yang di pesan Jefri khusus untuknya.
“Kenapa semua ini sangat banyak? Siapa yang akan memakannya?” gumam Caroline melihat begitu banyak hidangan yang masuk ke dalam kamarnya.
Saat pengantar makanan itu akan keluar dari kamar, Caroline menggenggam pergelangan tangannya dan berkata, “Tuan, Anda bisa bawa yang satu ini. dan ini, dan ini, dan ini.” ucap Caroline memberikan beberapa cake dan sushi yang ada di atas troli.
__ADS_1
“Tapi nyonya-”
“Keluar!” Belum juga pengantar makanan itu menyelesaikan ucapannya tetapi Caroline sudah lebih dulu mendorongnya keluar.
Hufftt
Caroline menghembuskan nafasnya dengan menepuk-nepuk kedua tangannya. “Sudah, lebih baik aku mandi dulu.” ucap Caroline dan berjalan ke arah kamar mandi.
Tetapi Saat Caroline sudah berada di dalam kamar mandi dan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya sudah tidak ada, Caroline menemukan sebuah surat yang terletak pada teras di samping wastafel.
“Sayang … Setelah kau mandi gunakan gaun yang ada di dekat lemari.” itulah yang terdapat pada surat yang ada di atas wastafel.
Setelah Caroline selesai mandi, Caroline menggunakan gaun yang mana sudah di siapkan di atas lemari.
Gaun berwarna hitam dengan panjang sampai mata kaki dan terdapat belahan pada bagian pahanya. Yang mana gaun itu memperlihatkan seluruh lekuk tubuh Caroline.
Saat Caroline memegang gagang pintu ruang ganti, Caroline menemukan sebuah surat tergantung di gagang pintu yang mana bergambarkan sebuah hati.
‘Sayang, jika kau merasa lapar makan dulu makanan yang tadi. Dan jika kau tidak lapar kau bisa langsung datang ke lobi hotel.’
“Sebenarnya dia membuat apa, sih. Kenapa harus pakai surat sigala!” ucap Caroline dan segera berjalan menuju troli yang ada di dekat meja dan memakan setengah dari semua makanan yang ada di troli.
“Wahhh … tanghulu ini rasanya sangat enak. aku akan membawanya saja!” ucap Caroline dan membawa semua tanghulu yang yang mana masih tersisa delapan tusuk di atas troli.
Dengan tangan yang penuh dengan tanghulu caroline berjalan menuju lobi. Saat sampai di lobi, seorang wanita muda dan cantik dengan menggunakan pakaian yang ketat dan memperlihatkan buah dadanya berjalan ke arah Caroline dan memberikan sebuah surat dan juga bunga mawar yang berwarna merah.
“Sayang … kau berjalanlah ke arah barat.” isi pada surat tersebut.
Caroline clingak-clinguk saat dia sudah berjalanke arah barat. Pasalnya sedari tadi tidak terdapat rang sedikitpun dan membuatnya merasa takut.
“Hallo … apa ada orang!” teriak Caroline.
“Hal-”
ucapan CAroline terpotong karena seseorang yang membekap mulutnya dan menariknya ke arah yang gelap.
__ADS_1