
Setelah mengucapkan janji suci. Caroline dan Jefri sudah resmi manjadi pasangan suami istri.
Yang mana pernikahan itu hanya dihadiri oleh orang orang terdekat saja.
Tetapi semua yang ada di sana tidak menyadari bahwa sedari tadi, seorang wanita yang sudah berumur memperhatikan Caroline dan Jefri dengan senyuman licik.
"Akhirnya kau bisa memiliki kakak ipar seutuhnya. Selamat brow kau tidak 'jomblo' lagi sekarang," ucap Miko dengan menekankan kata 'JOMBLO' dan pandangan matanya yang terfokus ke arah Jose.
"Tidak usah menyindir seperti itu! Sebentar lagi juga aku akan menyusul, dan kau yang akan menjadi perjaka tua." Jose melipat kedua tangannya di dadanya.
"Apa kau sudah memiliki calonnya?" tanya Miko yang kurang percaya jika Jose memiliki pasangan.
Bukan hanya Miko tetapi Zail dan Jefri yang berada di sana juga tidak percaya, jika Jose memiliki pasangan.
Bagaimana tidak, teman mereka yang satu ini hampir sebelas, duabelas dengan Jefri. Yang mana tingkat anti perempuan mereka sangatlah tinggi, apa lagi Jose yang selalu menatap wanita seperti kotoran di matanya.
Jose yang di tanyakan hal itu menjadi gelagapan. Karena sebenarnya dia hanya asal bicara saja, karena tidak ingin diejek oleh Miko.
Miko tersenyum melihat reaksi Jose, dan berkata, "Hmm … sudah akui saja jika kau memang tidak laku, karena kau terlalu dingin. Hahaha …," tawa Miko menggelegar yang mana membuat Jose tak mau mengalah.
"Jika kau tidak percaya, maka tunggu saja 1 jam lagi, dia pasti akan datang, aku sudah menyuruhnya untuk ke sini!" ucap Jose yang asal bicara.
'Astaga … sebenarnya apa yang sudah aku katakan? Kenapa ini mulut tidak bisa dikontrol, sih. Sekarang di mana aku harus mencari wanita itu. Sudahlah, lebih baik aku menjauh dulu dari mereka dari pada aku terus mengatakan hal yang akan menjadi berbahaya bagiku.' Batin Jose dan berbalik meninggalkan Miko, Jefri dan Zail.
"Whahaha … aku yakin, dia pasti berbohong, sampai besok pun wanita itu tidak akan datang, hahaha …," tawa Miko yang mana membuat Jefri dan Zail, menatap Miko seperti orang tak waras.
Sedangkan di sisi lain, Jose sedang berjalan menyusuri lorong hotel, dan tanpa sengaja ia mendengar percakapan seseorang.
"Bu … saya mohon, beri saya pinjaman uang, Bu. Saya sangat membutuhkan uang itu," ucap seorang yang Wanita yang bersujud di depan wanita yang sudah berumur dengan memasang ekspresi marah.
"Sekali aku bilang tidak, ya tidak! Kau itu miskin. Meminjam uang sebanyak itu aku tidak yakin kau mampu untuk mengembalikannya." wanita yang sudah berumur itu berkata dengan nada yang membentak, dan menendang wanita muda yang berumur sekitar 18 tahun.
"Tapi, Bu … saya mohon. Ibu saya sangat membutuhkan ya." Wanita muda itu berbaring di depan wanita tua itu dengan memegang kakinya menghalangi wanita tua itu untuk masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Bruggghhh
Wanita tua itu menendang wanita muda itu dengan sangat keras sampai-sampai, tubuhnya terpental ke arah tumpukan kardus yang jaraknya sekitar satu meter dari jarak awal.
"Dasar miskin!" ucapnya dan menutup pintu dengan sangat keras.
Wanita muda yang bernama thasiko itu, mendudukkan dirinya di lantai dengan dikelilingi tumpukan kardus yang sudah berserakan.
"Hisk … hisk, sekarang aku harus bagaimana? Di mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat." Wanita itu menangis sesegukan dengan kepalanya yang menunduk dan kedua kakinya yang terlipat kesamping.
Jose yang melihat sebuah kesempatan emas pun tersenyum. "Pucuk dicinta ulampun tiba," gumamnya dengan senyum kebahagiaan terpancar dari wajahnya.
Jose dengan kembali bersikap cool, berjalan ke arah wanita itu dan berkata, "Aku bisa membantumu Nona, bahkan aku bisa memberikan jumlah uang yang kau inginkan dengan cuma-cuma."
Thasiko yang mendengar suara itu mulai mengangkat kepalanya dan melihat ke arah asal suara.
"Apa itu benar, Tuan?" Thasiko mengusap sisa air matanya dan cahaya kebahagiaan terpancar dengan jelas dari matanya.
"Tapi, dengan satu syarat," ucap Jose dengan memperhatikan wanita yang sedang terduduk di lantai itu dengan sangat intens.
Satu jam sudah berlalu.
"Tuh, kalian lihat 'kan. Dia tidak ada tanda-tanda wanita yang akan datang menjadi pasangan Jose," ucap Miko yang mana tersenyum meremehkan sahabatnya yang satu ini.
Yah, memang begitulah watak Miko, dia sangat suka mengejek orang lain dan membanggakan dirinya.
"Siapa yang mengatakan aku tidak memiliki pasangan." Semua orang yang sedang duduk di sofa aula pernikahan itu melihat ke arah asal suara.
Dan mereka semua terkejut, melihat Jose yang datang dengan menggandeng seorang wanita.
Wanita itu tidak lain adalah Thasiko. Thasiko terlihat sangat anggun dan memukau dengan menggunakan gaun malam yang Jose berikan kapadanya.
Gaun yang mana membelah bagian samping kanan paha Thasiko, sehingga memperlihatkan pahanya yang mulus. Apa lagi dengan bokong dan dadanya yang besar membuat pakaian itu terlihat ketat di tubuhnya.
__ADS_1
Ya, walau itu pakaian di masa kritis yang mampu Jose berikan kepada Thasiko, tetapi percayalah. Pakaian itu akan membuat Thasiko menjadi lebih cantik dan anggun.
Miko terpana melihat kecantikan pasangan yang Jose bawa. Karena Miko adalah seorang lelaki hidung belang membuatnya dengan mudah menyukai wanita yang memiliki lekuk tubuh yang bohay.
Jose tersenyum penuh kemenangan melihat Miko yang terpana melihat Thasiko.
'Tidak rugi juga aku memberikan uangku sebagai gantinya.' Batin Jose dengan penuh kemenangan.
Plakkk
"Tadi sepertinya seseorang baru saja mengatakan, jika Jose tidak mungkin membawa pasangan ke mari. Dan jika membawa pasangan pun pasangannya akan sangat jelek," ucap Zail menambah-nambahkan sedikit dari ucapan Miko tadi.
"Aku tidak ada mengatakan seperti itu!" Bantah Miko dengan raut wajah yang penuh kekesalan.
Dengan wajah kesal Miko meninggalkan kumpulannya yang sedang tertawa melihat Miko yang seperti anak kecil.
Jefri yang melihat Miko berjalan ke arah kumpulan para wanita pun, segera bangkit dan menyusul Miko.
Jefri tidak ingin jika Miko mengambil kesempatan untuk menggoda Caroline, walau hal itu tidak ada di dalam daftar niatnya. Tetapi Jefri cukup was-was karena Miko yang memiliki sikap mata keranjang.
Miko berjalan ke arah BI Michu, dan bergelayut manja di lengan Bi Michu.
"Bi, apa kau memiliki anak perempuan yang cantik?" tanya Miko dengan menunjukan mata yang seperti anak kecil.
"Paman, perempuan tidak akan mau denganmu 'pria hidung belang'," ucap Alex dengan kedua tangannya yang dimasukkan ke dalam sakit celananya.
Miko mengalihkan pandangannya dan bertemu pandang dengan Alex, yang mana tatapan matanya sangat tajam ke arah Miko.
"Bocah, kau itu masih kecil, tidak usah ikut campur!" ucap Miko dan kembali bergelayut manja di lengan Bi Michi.
Walau Bi Michu sudah berumur, tetapi tidak aneh jika Miko yang bermanja-manja pada Bi Michu.
Itu karena Miko, Jefri dan Jose dibesarkan oleh BI Michu seorang wanita yang sedari kecil menjaga mereka, jika orang tua mereka sedang sibuk.
__ADS_1
Tetapi hanya Miko saja yang selalu manja dengan Bi Michu, karena Miko dan Bi Michu sudah seperti ibu dan anak.