
London
Bandara London Heathrow
Caroline sampai di bandara London Heathrow, dengan membawa tas bag yang berisikan uang yang Caroline ambil dari brankas milik Jefri.
Caroline membayar taksi yang dia naiki. Dan mulai masuk ke dalam bandara.
Sedangkan di sisi lain, sedang terjadi keributan di mansion Jefri. semua anak buah Jefri panik mengetahui jika tawanan sang tuan menghilang.
“Bagaimana wanita itu bisa hilang? Jika tuan mengetahuinya kita akan habis, apa yang harus kita lakukan?” tanya salh satu pengawal.
“Tadi saat saya ingin kembali ke dalam kamar tuan untuk mengambil beberapa peralatan kebersihan saya yang tertinggal saya melihat kamar tuan sudah berantakan, saya mencari di setiap sudut kamar tuan, tetapi tidak menemukan siapa pun.
“Karena itu saya mencoba untuk melihatnya melalui rekaman CCTV, saya meminta petugas penjaga ruangan keamanan untuk melihat rekaman ruangan CCTV dan dari sana saya melihat wanita yang ditawan oleh tuan di ruang bawah tanah, kabur dengan membawa beberapa jumlah uang yang ada di brankas tuan,” ucap maid.
“Kita harus mencari wanita itu sampai ketemu, jika tidak tuan akan menghabisi kita nanti,” ucap salah satu penjaga yang mendengarkan cerita dari maid itu.
“Cari wanita itu di seluruh mansion, jangan biarkan dia kabur, dan tutup semua akses yang bisa membuat wanita itu keluar dari manson ini!” ucap salah satu penjaga yang mana menjadi ketua yang bertanggung jawab atas keamanan mansion Jefri.
“Tunggu, percuma kalian mencarinya di mansion. Perempuan itu sudah keluar dari mansion 4 jam yang lalu,” ucap maid itu.
“Apa?!” pekik ketua keamanan mansion itu.
“Jika dia sudah kabur dari empat jam yang lalu, pasti dia sudah jauh, sekarang bagaimana kita akan mencari wanita itu?” ucapnya panik.
“Bagaimana jika kita melaporkan hal ini kepada tuan saja?” usul salah satu maid.
“No, jangan dulu, jika kita melaporkan hal ini kepada tuan maka kita akan habis saat ini juga, sebaiknya kita mencoba untuk menyebar dan mencari wanita itu terlebih dahulu, jika tidak ketemu baru kita melaporkan hal ini kepada tuan,” ucap salah satu penjaga.
“Baik jika begitu kita sebaiknya berpencar dulu,” ucap salah satu penjaga di sana.
Perusahaan Al Zero.
__ADS_1
di dalam ruangan CEO Jefri sedang tersenyum-senyum sendiri, semenjak meeting selesai tadi, senyum Jefri seakan tidak akan pernah luntur dari wajahnya.
Bahkan seluruh bawahan Jefri yang melihat itu heran di buatnya. Jefri yang biasanya bersifat dingin dan kejam, kali ini berubah menjadi anak kucin yang imut.
Melihat senyuman di wajah Jefri yang seakan tidak akan pernah luntur, membuat mereka menjadi menerka-nerka. ‘Apakah yang sedang berada di dalam ruangan meeting itu adalah tuan Jefri yang biasanya kita lihat?’ begitulah rata-rata pertanyaan para bawahan Jefri yang melihat keanehan Jefri.
Bukan hanya para petinggi perusahaan saja, bahkan Miko heran melihat sahabatnya yang kehilangan senyum semenjak kedua orang tuanya meninggal, kali ini Miko melihat kembali senyum itu di wajah sahabatnya.
tok tok tok
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan indah Jefri. pintu terbuka dan terlihatlah Miko yang berjalan memasuki ruangan CEO.
“Kau ini sebenarnya kenapa? sejak tadi senyum di wajahmu itu tidak pudar-pudar.” Miko mendudukan bokongnya di atas sofa empuk yang ada di ruangan Jefri.
“Aku tidak sabar ingin menikahinya,” gumam Jefri dengan suara yang sangat kecil, tapi masih bisa terdengar oleh Miko.
“What? Apa aku tidak salah dengar, Jefri yang biasanya seorang yang anti dengan perempuan kali ini mengatakan dirinya tidak sabar ingin menikah?” ucap Miko kaget mendengar ucapan sahabatnya itu.
“Wajahmu dibiasakan saja, tidak perlu kaget, sudah biasa jika seseorang itu menikah ‘kan,” ucap Jefri dengan wajahnya yang datar.
Jefri samar-samar mendengar perkataan Miko.
“APA KATAMU?!” ucap Jefri mulai menatap Miko dengan tatapan tajam dan aura membunuhnya kembali terpancar dari dalam diri Jefri.
“ehh … tidak-tidak, iya, menikah itu wajah bahkan kau bisa menikah lebih dari sekali,” ucap Miko asal.
Jefri melotot ke arah Miko dan Miko hanya menunjukan giginya yang putih bersih.
“Owh iya, aku lupa, aku ke sini ingin menanyakan tentang apa yang kau katakan di ruang rapat barusan, memang siapa yang akan menikah nanti? kenapa kau menyuruhku menyiapkan semua data untuk menikah di KUA?” tanya Miko, dengan tangannya yang mengambil jus alpukat di atas meja Jefri yang memang sudah disiapkan oleh office girl sebelum Miko masuk tadi.
“Aku,” jawab Jefri jelas, simpel dan padat.
byurr
__ADS_1
Miko memuncratkan minuman yang ada di dalam mulutnya ke depan, sehingga membuat celana yang Jefri gunakan basah.
Wajah jefri mulai merah padam, dan menatap Miko dengan tajam. “Keluarrrr!” teriak Jefri.
Tetapi Miko seakan tuli, miko masih duduk dengan mulut yang terbuka lebar dan tatapannya yang kosong melihat ke arah Jefri.
“Apa kau perlu kubawa ke dokter THT?” ucap Jefri dengan suaranya yang berat.
Mendengar itu Miko pun tersadar dan berkata, “Apa kau yakin dengan keputusanmu? Siapa yang ingin kau nikahi? Dan kau harus ingat, kau sudah berjanji kepada almarhum dan almarhumah om dan tante,” ucap Miko mengingatkan janji Jefri kepada kedua orang tuanya.
“Iya aku tau dan aku hanya akan menikah sekali, yaitu dengan Caroline,” ucap Jefri yang mana lagi-lagi membuat Miko terkejut.
‘Apa aku tidak salah dengar? Ternyata rencanaku untuk membuat Jefri mengakui cintanya itu sangat mudah, tidak perlu berlama-lama Jefri sudah mengakui perasaannya sendiri kepada dirinya,’ Batin Miko bangga dengan dirinya sendiri.
“Apa?! No, kau ingin merebut mempelaiku?” ucap Miko kembali melanjutkan aktingnya.
Jefri menatap Miko dengan tatapan tajamnya dan berkata, “Sejak kapan Carolineku menjadi mempelaimu? Dia milikku dan akan selalu menjadi milikku. Dan jika kau ingin merebutnya langkahi dulu mayatku!” ucap Jefri dengan tatapannya yang sangat menyeramkan.
“Haaiiisss … demi persahabatan kita, aku akan merelakan Caroline denganmu, aku tidak ingin bertengkar hanya karena seorang wanita,” ucap Miko membuat ekspresinya sesedih mungkin.
Di saat Jefri ingin membuka mulutnya untuk berbicara, tiba-tiba saja handphonenya Jefri yang berada di saku celananya bergetar.
Jefri mengangkat handphonenya dan menempelkan handphonenya itu ke telinganya dan berkata, [“Apa?”] tanya Jefri dengan simpel.
[“Tuan, gawat wanita tawanan Anda kabur!”] ucap bawahan Jefri yang terdengar panik dengan suaranya yang sedikit gemetar.
Jefri yang mendengar itu lagi-lagi melototkan matanya. Mendengar calon mempelai wanitanya kabur membuat jantungnya berpacu sangat kencang.
[“Bagaimana bisa? aku tidak mau tau, kalian harus menemukannya di mana pun dia berada!”] ucap Jefri dengan nada suaranya yang mulai berat.
[“Tuan ada lagi yang lebih penting,” ]ucap bawahan Jefri di seberang telpon.
[“Apa?”] tanya Jefri hanya dengan satu kata yang keluar dari dalam mulutnya dan itu mampu membuat bawahannya gemetar hebat.
__ADS_1
[“Wanita itu kabur dengan membawa paspor, KTP dan juga sejumlah uang,”]ucap bawahan Jefri