
Caroline masih dengan posisi yang sama. Tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Jefri.
Caroline melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Jefri, tetapi tangannya langsung ditahan oleh Jefri dan ditarik, sehingga membuat Caroline jatuh ke dalam pelukannya.
“Aku tidak akan membiarkanmu keluar. Sudah cukup sekali aku kehilanganmu, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi,” ucap Jefri dengan matanya yang tajam dan suara yang terdengar sangat tegas, apa lagi auranya yang menakutkan.
‘Astaga ini orang sangat menakutkan, hanya dari tatapannya saja sudah bisa membuatku takut.’ Batin Caroline berkata.
Caroline langsung menggelengkan kepalanya keras kala menyadari apa yang ia pikirkan. 'Tidak, aku tidak boleh takut, aku harus melawannya, aku tidak ingin diperlakukan seperti budak.' batin Caroline berkata.
Caroline memberontak kembali dan berusaha untuk kelas dari pelukan Jafri. Tetapi Jefri memeluknya dengan sangat keras dan membuatnya sangat kesulitan untuk melepaskan pelukan Jefri dari tubuhnya.
Akhirnya Caroline tidak memiliki cara lain, dengan cepat Caroline menggigit tangan Jefri yang memeluknya dengan erat.
"Aauuwww …," pekik Jefri merasa sakit pada tangannya dan langsung melepaskan pelukannya dari Caroline.
Caroline tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga itu, dengan langkah cepat berlari menuju pintu ruangan CEO yang masih terbuka lebar.
“Tidak apa, hari ini kau bisa lepas, tapi aku akan berusaha untuk mendapatkanmu lagi. Sampai saat itu aku tidak akan membiarkanmu pergi,” gumam Jefri, dengan senyuman yang sulit diartikan.
New South Wales High Schools
Kringgg
Bel sekolah berbunyi, menandakan waktu istirahat telah tiba. semua anak-anak bersorak gembira dan mengeluarkan bekal mereka.
Tetapi berbeda dengan Alex dan Axel, dengan wajahnya yang murung duduk di atas kursi dengan kedua tangannya yang menumpu dagu mereka dan siku yang bertumpu pada meja.
Mereka asyik dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba Alex membuka suara dan berkata, “Bagaimana jika kita mengatakan kepada mama jika kita ada kelas tambahan?”
__ADS_1
Alex meminta pendapat sang adik dengan jari telunjuknya yang menunjuk ke atas.
“Tapi bagaimana jika Mama mengetahuinya. Aku takut Mama akan meninggalkan kita, jika kita ketahuan,” jawab Axel dengan raut wajah khawatirnya.
“Alex … Axel …,” Teriak seorang gadis dengan berlari ke arah Alex dan Axel.
“Ayo, ikut denganku!” Gadis kecil bernama Alicia itu menarik tangan Alex, kemudian menarik tangan Axel.
Tetapi gerakannya tertahan karena Alex dan Axel yang tidak mau mengikuti Alicia.
“Kau ingin mengajak kita ke mana? Sebentar lagi jam masuk kelas,” ucap Axel dengan menarik tangannya kembali.
“Lepaskan aku! Jangan pernah menyentuhku!” Bentak Alex dengan cepat menepis tangan Alicia menjauh darinya.
“Kau ini selalu saja marah, apa kau tidak takut kau akan tua lebih cepat nantinya,” ucap Alicia dengan berkacak pinggang.
“Kau jangan memarahi kakakku terlebih dahulu, jawab dulu pertanyaanku,” ucap Axel.
Axel, yang memang menyukai pertunjukan sirkus, tentunya menjadi senang dan langsung melupakan kesedihannya yang ingin bertemu sang ayah. dan berlari ke luar dari ruang kelas.
Alex melihat itu menggelengkan kepalanya dan pergi menyusul Axel, berjalan dengan santai. Sedangkan Alicia berlari mengejar Axel yan sudah berada jauh di depan sana.
Sesampainya di halaman sekolah, Axel dan Alicia dengan antusias menonton sirkus yang ada sedangkan Alex, Alex berfokus pada Ipad yang ada di tangannya, Alex lebih tertarik membaca berita yang ada dan mencari tahu tentan Jefri lebih dalam lagi.
Mata besar berwarna biru itu sangat fokus pada Ipad yang ada di tangannya, bahkan suara teriakan orang-orang di sekitarnya tidak mengganggu konsentrasinya. Tangan kecil, mungil itu dengan sangat lincah berselancar di atas layar Ipad.
Satu persatu, tentang Jefri ditemukan Alex melalui internet dan bahkan dirinya terkejut saat mengetahui jika ayah mereka adalah seorang mafia yang ditakuti di asia.
‘Apa mungkin ini yang membuat mama pisah dengan papa? Mama sangat tidak menyukai kekerasan apalagi darah. Jika begitu aku harus membantu mereka untuk bersatu kembali, aku akan membuat keluarga kita utuh kembali.’ Batin Alex dengan tekad yang ada di dalam hatinya.
__ADS_1
“Tunggu aku, pah, aku akan mencarimu,” gumam Alex.
Sedangkan di sisi lain, terjadi kehebohan besar di perusahaan Jefri. Bagaimana tidak? Jefri dengan semua para petinggi perusahaan makan di kantin perusahaan. Jefri dan para petinggi lainnya sebelumnya tidak pernah menginjakan kaki mereka di kantin perusahaan, mereka hanya makan, makanan restoran kelas atas.
Tetapi hari ini sejarah telah berubah, seorang raja bisnis makan di kantin untuk pertama kalinya. Dan telah menjadi perbincangan di perusahaan.
“Tuan, sebaiknya Anda makan dengan petinggi perusahaan lainya di meja sebelah. Sepertinya mereka membutuhkan Anda,” ucap Caroline yang melihat jika di para petinggi perusahaan sedang menunggu Jefri untuk memberikan arahan.
Jefri melihat ke arah meja samping dengan tatapan tajam dan aura membunuhnya lalu bertanya, “Apa kalian sedang membutuhkan bantuanku?”
Merasakan aura yang dapat menekan mental mereka membuat mereka semua menciut dan menjawab, “Tidak Tuan, kami tidak membutuhkan bantuan apa-apa, kami bisa menghendelnya.”
Setelah mendengar jawaban itu Jefri tersenyum ke arah Caroline dan menatapnya dengan lembut. Seluruh karyawan kaget melihat tatapan lembut sang CEO kepada rekan mereka. CEO yang terkenal kejam dan angkuh hari ini tersenyum dan menatap Caroline dengan lembut, membuat mereka tidak percaya jika itu adalah CEO mereka.
Caroline merasa risih duduk di samping Jefri apa lagi Caroline masih sangat membenci Jefri. “Jika begitu saya permisi Tuan,” ucap Caroline dan beranjak dari kursinya.
Caroline berjalan keluar dari kantin dan hal itu juga diikuti oleh Jefri. Caroline semakin lama semakin risih karena Jefri yang selalu membuntutinya, dan lama kelamaan kesabaran Caroline semakin habis terkuras.
“Bisakah kau berhenti mengikutiku? Aku masih belum memperhitungkan masalah kita yang tadi dan kali ini kau membuatku semakin naik darah,” ucap Caroline berusaha menahan amarahnya.
“Kenapa aku tidak boleh mengikutimu? ini perusahaanku, jadi suka-sukaku ingin pergi ke mana saja,” ucap Jefri.
“Okey, aku keluar dari perusahaan ini, jangan pernah menemuiku lagi!” ucap Caroline dengan tegas kepada Jefri.
Baru saja Caroline akan melangkahkan kakinya menjauh dari Jefri, tetapi tiba-tiba saja Jefri kembali menarik pergelangan tangan Caroline dan mendorong karoline ke tembok dan mengurungnya di antara kedua tangannya yang berada di samping Caroline.
“Jangan pernah kau berfikir untuk pergi dariku, karena aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia sekali pun!” ucap Jefri yang mulai marah setelah mendengar ucapan Caroline yang akan meninggalkannya.
“Kau bukan siapa-siapaku, jadi jangan berusaha untuk mengaturku, camkan itu!” ucap Caroline dan mendorong dada Jefri dengan sekuat tenaganya sampai membuat Jefri mundur beberapa langkah.
__ADS_1
“Aku akan mengurungmu kembali di sisiku Caroline