
Caroline yang tiba-tiba di gendong oleh Jefri memberontak dalam pelukannya.
"Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan, lepas!" teriak Caroline. Dan Jose yang melihat itu mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya dan segera keluar dari dapur.
"Diam!" ucap Jefri dengan suara tertahan. Bahkan wajah Jefri sudah mulai memerah sebab gejolak gairah yang begitu besar, membuat dirinya sulit untuk mengendalikan diri.
Caroline tidak menghiraukan ucapan Jefri, ia terus memberontak dan berkata, "Tuan saya mohon, jangan melakukan itu lagi Tuan, apa kau tidak cukup sudah merapat hartaku? Setidaknya jangan melakukan hal itu lagi, Tuan, kau bukan siapa-siapaku, aku mohon," ucap Caroline menangis.
Caroline tidak bisa berbuat, kedua tangannya di genggaman oleh Jefri, dan hanya bisa menggerakan kakinya. Kakinya pun tidak bisa digunakan untuk membuat dirinya lepas dari jeratan Jefri.
"Inilah akibatnya dari perbuatan suamimu, karena suamimu yang kabur maka kau yang akan menjadi tempat pelampiasannya, tidak peduli apa pun itu. Dan saat suatu hari nanti suami brengsekmu itu kembali dia akan mendapati istrinya sudah tak perawan bahkan meninggal, whahaha … itu adalah balas dendam terbaik untuk menyiksa batinnya," ucap Jefri dengan tawa jahat terdengar di setiap sudut dapur, dengan tangannya yang mendudukan Caroline di atas meja makan dapur.
"Tapi aku tid-"
Kalimat Caroline terhenti karena Jefri yang sudah tanpa ba-bi-bu langsung ******* bibirnya dengan sangat rakus.
Caroline tidak membalas ci**an Jefri dan hanya menutup mulutnya rapat-rapat. Jefri mengerutkan dahinya dan menggigit bibir Caroline sampai membuat bibir indah itu berdarah.
Caroline yang merasakan sakit pada bagian bibirnya, secara spontan membuka bibirnya. Jefri tak membuat kesempatan emas itu dan mulai menjelajahi bibir Caroline.
"Ahhh …," desah Caroline di sela-sela ******* bibir mereka.
Jefri tak berhenti sampai sana, tangan Jefri aktif bergerak di setiap inci tubuh Caroline.
Tangan Jefri meremas gumpalan daging yang ada di dada Caroline, yang sangat menantang yang masih berada di balik baju berwarna putih hitam itu.
'a*h miliknya sangat besar dan juga tingkat kekenyalan yang membuatku mabuk kepayang. Sial, jika begini kapan aku akan menghukumnya' Batin Jefri.
Sedangkan Caroline mendesah nikmat, saat Jefri bermain di atas dadanya yang masih terbalut kain. Saat Jefri ingin membuka kancing bajunya Caroline segera tersadar dari kenikmatan yang Jefri berikan dan mulai memberontak.
__ADS_1
"Lepaskan aku!" teriak Caroline dengan kesabaran yang sudah mulai habis.
Dia tidak bisa tinggal diam melihat hal itu, mau tidak mau Caroline harus menetapkan hatinya untuk berani melawan Jefri.
Caroline dengan cepat menendang junior milik Jefri dan membuat Jefri berteriak kesakitan.
"Aarrhh … sial! Beraninya kau," umpat Jefri kesal dengan tangannya yang memegang juniornya yang di tendang oleh Caroline.
Caroline tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan dengan cepat berlari keluar dari dapur untuk menghindari Jefri. Dan kebetulan di luar dapur tidak dijaga oleh Jose, karena Jose tau jika tuannya tidak ingin di ganggu.
Hal itu membuat Caroline bisa kabur tanpa penghalang.
Jefri dengan tertatih-tatih berlari keluar dari dapur dan berteriak dengan sangat keras, "Joseeee …."
Teriakkan Jefri yang begitu keras dapat didengar oleh Jose yang berada di ruang tamu yang jaraknya tak begitu jauh dari tempat Jefri berada. Jose yang mendengar teriakan sang tuan segera berlari menuju Jefri dan melihat Jefri dengan wajah yang sedang menahan rasa sakitnya.
"Ada apa, Tuan?" tanya Jose begitu dia berada di depan Jefri.
Jose dengan cepat berlari mengejar Caroline, ke arah yang ditunjukkan oleh Jefri.
Caroline berusaha berlari sekencang-kencangnya untuk bisa kabur dari mansion Jefri. Tiba-tiba saat akan melewati pintu keluar mansion Caroline melihat pengawal Jefri yang berjaga di depan mansion.
'sial, bagaimana ini, tidak mungkin aku melewati dua pengawal itu begitu saja, yang ada mereka curiga dan menangkapku kembali' Batin Caroline berbicara.
Caroline berfikir sejenak dan beberapa saat kemudian dia mulai mengambil tindakan.
Caroline melihat ada botol Kacar di dekat samping pintu keluar mansion dan juga tak jauh dari sana terdapat jendela yang sangat kecil.
Caroline berjalan dengan hati-hati tidak ingin menimbulkan suara sedikit pun, setelah Carolin mengambil botol kaca itu Carolin berjalan ke arah jendela kecil itu dan melemparkan botol kaca itu ke arah berlawanan dari para pengawal.
__ADS_1
Prranggg
Pengawal yang mendengar suara itu segera berlari menuju sumber suara dan Caroline segera berlari keluar dari pintu mansion.
Begitu keluar dari mansion, Caroline melihat halaman depan mansion yang sangat luas, yang mana membuatnya harus berlari beberapa puluh kilometer lagi untuk bisa keluar dari mansion Jefri.
'Sialan, kenapa mansion ini harus besar sekali, sih, malah pahaku masih sakit lagi, dan intiku juga masih sakit' Batin Caroline kesal.
Bagaimana Caroline tidak merasa sakit pada bagian intinya, pada saat itu Jefri melakukanya berkali-kali sampai membuat miliknya bengkak, ditambah itu adalah pengalaman pertamanya, bagaimana tidak sakit.
'Tidak bisa, aku harus menahan rasa sakit ini, daripada aku harus tinggal bersama dengan bajingan itu' batinnya lagi.
Caroline terus berlari menuju gerbang mansion, banyak penjaga yang Caroline lihat, dan Caroline berhasil mengelabui semua penjaga itu.
"Ini bukan mansion, ini lebih mirip seperti istana raja dan ratu, banyak sekali pengawal yang berjaga di halaman mention ini," gumam Caroline.
Caroline terus berlari sampai ia melihat pintu gerbang mansion yang tinggal sedikit lagi, jaraknya. Tetapi Caroline merasa aneh karena di pintu gerbang mansion tidak ada satu pun pengawal yang menjaga.
"Kenapa di pintu gerbang mansion tidak ada penjaga? Sedangkan di halaman depan mansion begitu banyak penjaganya, apa mereka semua itu bodoh," gumam Caroline.
Dan saat Caroline memegang gagang gerbang mansion.
Zeettttt zettt
Caroline dengan cepat melepaskan tangan dari gagang pintu gerbang mansion. Karena ternyata gerbang mansion berisi setrum, dan untungnya Caroline tidak memegang pintu mansion lama sehingga membuat dirinya terselamatkan.
Pintu gerbang mansion memang berisi setrum di gagang pintu terdapat sensor sidik jari, yang mana di pintu itu sudah terdaftar beberapa sidik jari dari orang-orang terdekat Jefri sehingga membuat orang orang terdekatnya bisa memegang pintu itu, tetapi sidik jari yang tidak terdaftar di sana akan terkena setrum jika memegang pintu gerbang tersebut.
"gila, canggih banget teknologi sekarang, pintu saja ternyata berisi setrum, apa lagi yang akan ada di masa depan, jangan-jangan baju terbang," gumam Caroline.
__ADS_1
Namun tak lama kemudian, Caroline merasa kedua tangannya digenggam oleh seseorang, Caroline dengan cepat memberontak, karena Caroline tau itu sudah pasti Jefri siapa lagi jika bukan bajingan yang ingin memperkosanya tadi.