Tawanan Tuan Jefri

Tawanan Tuan Jefri
26. menaklukan hati Caroline


__ADS_3

Setelah melihat  Alex dan Axel menghilang, Jefri berbalik dan masuk ke dalam mobil dengan berkata, “Ke rumah sakit Zail,” ucap Jefri, dengan aura dingin yang kembali menyebar di sekitarnya. 


“ Baik Tuan.” Kornel menjawab dengan lugas. Tetapi di dalam hatinya ia berkata lain. 


‘Astaga, Tuan kenapa senyummu itu hilang dalam hitungan detik, baru saja kedua putra tuan menghilang aura dingin langsung menyebar memenuhi mobil.’


Ketika Jefri sampai di rumah sakit milik Zail, Dokter yang merawat Aurel semasa Aurel masih koma dulu. Dan juga salah satu sahabat karibnya semasa SD dulu selain Jose dan Miko. 


Jefri melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit Zail dan menuju ruangan pribadi milik Zail.


Tak lama kemudian, Jefri sampai di ruangan Zail. Jefri masuk tanpa permisi ke dalam ruangan Zail. Sehingga membuat dua sejoli yang sedang memadu kasih itu terkejut akan kedatangan Jefri dan segera menjauhkan badan mereka satu sama lainnya. 


Pasangan sejoli itu tak lain adalah Aurel dan Zail, yang sedang berciuman di dalam ruangan Zail. 


Jefri yang melihat adegan itu, merasa marah karena adik satu-satunya melakukan hal seperti itu. Jefri tidak ingin jika adiknya melakukan kesalahan yang sama seperti yang sudah ia lakukan pada Carolline. 


“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” Wajahnya memerah dan aura yang sangat mencekam menyebar di sekitar mereka, membuat Aurel dan juga Zail menjadi takut. 


“Jef, dengarkan dulu penjelasanku, jangan marah terlebih dahulu,” ucap Zail ang maju berdiri di depan Aurel. 


Zail takut jika Jefri menyalahkan Aurel karena hal ini. 


“Aku tau kalian saling mencintai tetapi jangan pernah kau menghasut adikku untuk melakukan hal seperti itu sebelum kalian menikah!” Jefri menarik kerah baju Zail ke atas, sampai membuat Zail berjinjit.


Bhuggg 


“Kakak … jangan lakukan itu, Kak, Aku tau ini salah.aku janji kak tidak akan melakukan hal itu lagi sampai aku menikah. Aku janji, tapi tolong lepaskan Zail, dia tidak bersalah Kak …,” ucap Aurel yang berlutut di depan Jefri dengan memeluk kaki Jefri. 


Aurel sangat tahu bagaimana kekejaman kakaknya sendiri, kakaknya hanya akan menyelesaikan masalah dengan cambukan atau kematian. 


Dan Aurel tidak ingin Zail mendapatkan hal itu karena dirinya. Tidak bisa Aurel bayangkan jika terjadi sesuatu pada Zail. 

__ADS_1


“Kau berlutut dan memohon, hanya karena lelaki yang sudah menyesatkanmu ini?!” Suara tegas dan keras dari Jefri membuat Aurel menunduk.


Tetapi sesaat kemudian Aurel kembali menegakan kepalanya dan berkata, “Iya, aku memang berlutut dan memohon kepadamu karena lelaki ini, lelaki yang aku cintai, lelaki yang sudah berusaha menyelamatkanku dari kematian. Aku mohon … aku janji tidak akan melakukan hal itu sebelum kami menikah. Asal kau tidak melukai Zail.”


Melihat ada ketulusan yang sangat dalam di mata adik tercintanya membuat Jefri tidak mampu lagi berkutik, selama mereka melakukan hal itu setelah menikah dan Zail tidak melukai adiknya maka Jefri tidak akan ada masalah. 


Perlahan Jefri mulai melepaskan kerah Zail, dan membuang nafasnya dengan kasar. 


Jefri menatap Zail dengan tajam, seakan Zail mengerti arti tatapan Jefri membuat Zail mulai membuka mulutnya yang sedari tadi bungkam dan mengatakan, “Iya aku berjanji, akan selalu melindungi dan menyayangi Aurel dengan tulus. Aku tau apa yang kau khawatirkan, aku akan berusaha untuk mengatasinya dan tidak membiarkan Aurel terluka.”


“Aku akan memegang perkataanmu, Jika sampai terjadi sesuatu pada Aurel maka aku akan langsung mengambilnya darimu!” ucap Jefri dengan tegas. 


Zail menjawab dengan menganggukan kepalanya.


Aurel yang mendengar percakapan antara Zail dan Jefri membuatnya bingung. Sebenarnya Aurel ingin bertanya apa yang di takuti oleh kakaknya tetapi saat ini mood Jefri sedang tidak baik membuat Aurel tidak berani bertanya. 


Jefri membuang nafasnya kasar dan menyerahkan sampel rambutnya, Alex dan Axel untuk melakukan tes DNA.


“Untuk apa kau memberikanku rambut?” Zail memiringkan kepalanya bingung.


“Lakukanlah tes DNA dengan tiga rambut ini.” jefri memasukan kedua tangannya ke kantong celananya. 


“Ini rambut siapa?” Zail memencet tombol merah yang ada di meja kerjanya. yang mana tombol itu tersambung kepada Asisten Zail yang berarti saat itu juga Asistennya harus segera datang ke dalam ruangannya. 


“Rambutku dan Anak-anak.” 


“Ohhh ….” 


“Apa?” pekik Zail saat otaknya kembali berfungsi. 


“Sejak kapan kau memiliki anak? kau tidak pernah menikah? apa mereka ada dua? sudah berapa lama kalian merahasiakan hubungan kalian dariku?” tanya Zail kaget, sekaligus penasaran, bukan hanya Zail yang penasaran. Tetapi Aurel juga.

__ADS_1


“Mereka anakku dan Caroline, wanita 7 tahun lalu.”


Zail tampak seperti sedang mengingat-ngingat, sedangkan Aurel terlihat bingung karena setahu dirinya kakaknya sangat sulit disentuh oleh wanita, tidak pernah ada wanita yang menyentuhnya.


“Apa kau sudah menemukan mereka?” tanya Zail saat ia sudah mengingat kejadian tujuh tahun lalu, di mana Jefri mengalami gejala Couvade Syndrome.


Tetapi Jefri sudah berjalan menuju pintu keluar dan berkata, “Berikan aku laporannya besok pagi di kantor. Dan dua pengawalku akan menemani kalian ke KUA.”


Setelah Jefri pergi Zail menoleh ke arah Aurel dan Aurel menatapnya tajam, meminta penjelasan. Akhirnya Zail menjelaskan semua yang ia ketahui kepada Aurel. 


Matahari menyinari gedung kantor cabang Al Zero group, sinarnya masuk menembus Glass block yang menjadi pembatas gedung itu. 


Sinar matahari itu mengenai Jefri yang dengan gagahnya sedang duduk di kursi kebesarannya yang mana membuatnya terlihat lebih menawan dan gagah bagaikan seorang raja.


Jefri membaca laporan Tes Dna yang sudah dikirimkan Zail subuh tadi.  Zail tersenyum saat membaca sebuah kalimat yang mana membuat hatinya sangat gembira. ‘999,9% dinyatakan sebagai ayah dan anak’ 


Jefri meletakan documen itu di atas meja dengan senyuman yang lebar lalu tangannya kembali mengambil documen  lainnya yang ada di atas meja. 


Saat membaca isi di dalamnya. Senyuman yang tadinya menghiasi wajah Jefri tiba-tiba sirnah begitu saja. Wajahnya menjadi merah padam, aura dingin menyebar memenuhi ruangan itu. Jefri mengambil handphonenya dan menelepon sekretarisnya menanyakan alamat Caroline. Jefri tidak akan membiarkan Caroline mengundurkan diri dari perusahaan dan membuatnya kehilangan Caroline lagi. 


setelan Sekretaris  jefri memberikan alamat Caroline, Jefri dengan cepat ke luar ruangannya, dan berjalan menuju Mobil. 


Tak lama kemudian Jefri sampai di apartemen milik Caroline, Tanpa basa-basi Jefri langsung masuk dan mencari lantai tempat Caroline tinggal. 


Tok tok tok 


tak lama kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan caroline yang hanya menggunakan dres selutut dan memperlihatkan *********** yang hampir menyembul keluar.


Seketika gairah Jefri bangkit dan membuat sesuatu di bawah sana berdiri. Tanpa aba-aba Jefri menggendong Caroline dan membawanya turun ke lantai bawah lalu memasukan Caroline ke dalam mobil. 


“Lepaskan aku ….”

__ADS_1


__ADS_2