
Miko mendekatkan wajahnya ke layar laptop Jefri dan mengklik link yang tertera pada gambar yang ada di bawah gambar.
Miko membaca semua yang tertera di sana dan satu kalimat yang membuat Jefri melototkan matanya, ‘es cendol adalah salah satu makanan dari Indonesia’
“Kau gila ini makanan Indonesia, dan kita sedang berada di Inggris, sangat sulit mencari restoran yang memiliki menu makanan Indonesia apa lagi ini makanan pinggiran jalan,” ucap Miko dengan nada yang meninggi.
“Aku tidak mau tau, aku hanya ingin makan ini untuk menambah stamina untuk mencari Caroline,” ucap Jefri.
“Tapi aku akan mencari minuman ini ke mana?” ucap Miko
“Yaa … itu derita lo!” ucap Jefri membaik Laptopnya dan kembali menslancarkan jari-jari lentiknya di atas keyboard.
“Apa?!” pekik Miko. tetapi Miko tidak bisa membantah lagi, karena Miko sadar jika dia adalah bawahan Jefri dan sudah sepantasnya menjalankan perintah Jefri.
Akhirnya mau tidak mau Miko melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan Jefri.
blaagg
Miko menutup pintu ruangan Jefri dengan sangat keras sebagai bentuk kekesalannya.
Sedangkan Jefri yang melihat itu berkata, “Dih, pemalas,” cibir Jefri.
Jefri kembali melanjutkan pencarian Caroline melalui laptop yang ada di depannya saat ini. Yang mana tadi sempat tertunda karena Jefri yang merasa lapar, tetapi juga merasa bosan dengan makanan yang biasanya dia makan. Akhirnya Jefri menelusuri Google dan menemukan menu yang bisa menggugah seleranya.
Matanya yang tajam, wajahnya yang datar tanpa ekspresi dan hawa menyeramkan yang selalu ada di sekitar Jefri. Walaupun saat Jefri merasa sedih tetapi hawa menyeramkan itu tetap terpancar dari dalam diri Jefri sehingga membuat lawan-lawannya ketakutan.
Singapura.
Seorang wanita yang sedang berpanas-panasan di pinggir jalan, dengan topi di kepalanya untuk melindungi wajahnya dari teriknya sinar matahari.
Demi memenuhi kebutuhannya primer dalam kehidupannya, Caroline rela berpanas-panasan demi mendapatkan sepeser uang.
Ya, wanita itu tidak lain adalah Caroline yang sedang berpanas-panasan membagikan selebaran browsur kepada orang-orang yang sedang lewat. Setelah dua minggu lamanya Caroline tinggal di Singapura, Caroline menyewa toko selama sebulan dan Caroline sudah membayar DPnya dengan menggunakan uang yang Caroline ambil dari brankas Jefri dan membuat toko bunga.
__ADS_1
Walau toko itu kecil, tapi setidanya toko itu cukup untuk membiayai hidupnya. Caaroline berjalan ke tepian trotoar dan mengambil tasnya yang tergeletak begitu saja di sana, yang berisikan masker dan juga rambut palsu laki-laki di dalamnya.
Caroline mengambil cadar itu dan menggunakanya untuk menutupi wajahnya. cadar dan wik inilah yang membuat Caroline bisa lolos dari pengecekan saat memesan tiket pesawat menuju Singapura.
Dengan menggunakan cadar berwarna hitam dan juga wik dengan gaya rambut laki-laki sehingga tidak ada yang mengenali wajah Caroline. sebagian besar dari mereka yang melihat Caroline dengan rambut laki-laki dan juga cadar mengira jika Caroline adalah lelaki banci. mereka tidak dapat melihat tubuh Caroline karena tubuhnya tertutupi oleh jaket yang sangat tebal, panjang dan sedikit kebesaran sehingga tidak ada yang menyadari jika Caroline adalah seorang wanita.
Caroline mendapat semua peralatan itu dari sebuah toko yang berada tak jauh dari bandara yang mana Caroline lihat saat turun dari taksi.
Caroline yang memiliki badan yang terbilang cukup tinggi bagi seorang perempuan, dengan bodynya yang sangat berisi bagaikan gitar spanyol membuat kaum lelaki selalu menatapnya dengan tatapan mesumnya. Ditambah dengan menggunakan cadar dan juga topi di kepalanya membuat Caroline terlihat sangat cool.
Setelah menggunakan cadar Caroline kembali menyebarkan browsur. tetapi tiba-tiba saja Caroliena merasakan sakit pada bagian kepalanya.
Tetapi Caroline berusaha untuk menahan rasa sakit itu dan melanjutkan kegiatannya membagikan selebaran brosur. Baru saja Caroline berjalan beberapa langkah, Carolien merasakan pandangannya mulai kabur dan secara perlahan mulai menutup matanya dan terjatuh ke trotoar.
Pejalan kaki yang lewat, melihat Caroline yang pingsan segera berjalan ke arah Caroline. Banyak orang yang mengerumuni Caroline, sampai salah seorang pria berinisiatif untuk menelpon ambulan.
Setelah ambulan sampai, Caroline dibawa pergi menuju rumah sakit.
Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di Inggris. Jefri merasa tidak tenang. Sedari tadi pikirannya terus tertuju kepada Caroline, Seolah memiliki ikatan batin, Jefri bisa merasakan apa yang Carolin alami saat ini.
Jefri berusaha menenangkan dirinya dan duduk di sofa. Jefri menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan. Jefri melakukan itu berkali-kali. tetapi Jefri belum juga bisa tenang.
jefri merogoh kantong celananya, mengambil handphone dari dalam celananya dan menelepon Miko.
[“Hallo?”] ucap Miko dari seberang telepon begitu telepon tersambung.
[“Kembali ke perusahaan sekarang juga!”] perintah Jefri tegas.
[“Tapi aku belum menemukan Es cendol yang kau inginkan itu,”] ucap Miko.
[“Kembali SE-KA-RANG paham!] bentak Jefri.
[I-iya,”] jawab Miko terbata.
__ADS_1
Tut
Panggilan terputus.
Tak berselang lama Miko sampai di perusahaan Al Zero. Baru saja Miko membuka ruangan CEO dirinya langsung mendapatkan perintah baru dari sang tuan.
“Kita ke rumah sakit sekarang!” perintah Jefri dan berjalan mendahului Miko.
“Kau menyuruhku kembali ke perusahaan hanya untuk mengantarkanmu ke rumah sakit?” Miko menaikan sebelah alisnya.
“Hayoo lah brow … kau tidak bercanda ‘kan? kau bisa menggunakan mobil yang lainnya dan tinggal menyuruh supir untuk mengantarkanmu, tidak perlu aku untuk kembali ke perusahaan,” ucap Miko.
Jefri tak menjawab dan terus berjalan menuju parkiran mobil, semakin Jefri berbicara semakin pula Jefri merasakan perasaannya tidak enak.
Jefri hanya ingin menenangkan dirinya di rumah sakit dengan melihat sang adik, yang sedang terbaring koma.
Singapura
Caroline baru saja tersadar dari pingsannya, Caroline melihat sekelilingnya. Dan Caroline merasa tidak asing dengan ruangan yang berwarna putih ini.
Cklak
“Anda sudah bangun Nyonya?” seseorang dengan pakaian serba putih masuk kedalam ruangan dan berjalan ke arah Caroline.
“Anda siapa? Dan kenapa saya bisa ada di sini, di mana saya berada sekarang?” tanya Caroline bingung yang masih belum menyadari jika dirinya sedang berada di rumah sakit.
“Anda sedang berada di rumah sakit Nyonya, dan saat ini anda sedang mengandung, usia kandungan anda sudah mencapai 3 minggu,” ucap sang dokter yang mana membuat Caroline terkejut bukan main dengan apa yang dikatakan sang dokter.
Jantung Caoline berdetak sangat cepat begitu Caroline mendengar perkataan dokter barusan.
Untuk memastikannya Caroline bertanya sekali lagi, “Apa yang Anda katakan barusan, Dok?” tanya Caroline.
“Selamat Nyonya, Anda sedang mengandung dan usia kandungan anda saat ini 3 minggu,” ucap dokter pria itu dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
Caroline tidak mengatakan apa pun, pandangannya kosong melihat ke arah depan begitu perkataan sang dokter itu selesai.
Ada rasa benci di dalam hatinya terhadap janin yang tumbuh di perutnya saat ini. Janin dari seorang pria yang ia benci dan janin yang tidak diharapkan. tiba-tiba saja hadir dalam rahimnya.