
“Papa janji akan meminta maaf kepada mama?” tanya Axel dengan matanya yang menggambarkan penuh dengan harapan.
“Iya, sayang … Papa akan berusaha sekuat mungkin, untuk membuat mama kalian memaafkan Papa,” ucap Jefri dengan mengelus kepala Axel.
Berbeda dengan Axel, Alex menatap Jefri dengan tatapan yang menggambarkan berbagai pertanyaan didalam hatinya.
Jefri yang melihat tatapan putranya yang seperti itu, menaikan sebelah alisnya. “Kenapa kau menatap Papa seperti itu, Nak?” tanya Jefri.
“Jika mama marah dengan Papa, pasti ada penyebabnya. Memang Papa melakukan apa sampai membuat mama marah?” tanya Alex dengan menatap Jefri penuh selidik.
Jefri merasakan tenggorokannya tercekat saat mendengar pertanyaan sang putra. Jefri masih belum siap jika anak-anaknya menjauhinya saat mengetahui apa yang sudah ia perbuat kepada Caroline.
“Hmm … nanti saat kau beranjak dewasa kau akan mengetahui semuanya sayang … saat ini usia kalian masih belum cukup untuk mengetahuinya,” ucap Jefri.
Jefri sebisa mungkin untuk tidak membuat kedua putranya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Dirinya masih belum siap jika sampai kedua putranya mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Setelah mendengar jawaban Jefri, Alex membuang nafasnya dengan kasar, sebenarnya Alex masih merasa ada yang aneh dengan jawaban sang papa, tetapi Alex lebih baik untuk tidak memikirkannya.
“Baiklah, Pa, Alex percaya untuk saat ini, tetapi papa harus bisa membuat keluarga kita bersatu. Dan jika papa menyakiti Mama sedikit saja maka Alex tidak akan menganggap papa sebagai papa Alex lagi,” ucap Alex dengan nada dingin dan tegas serta aura menakutkan yang menyebar di sekitarnya.
Melihat cara bicara yang Alex, membuat Jefri sangat terkejut. Bagaimana tidak? Aura dan nada bicara Alex sangat sama dengan dirinya, jika orang lain mendengarnya tanpa melihat wajah ataupun tubuhnya pasti akan mengira jika itu adalah Jefri.
“Tentu sayang, tanpa kau suruh Papa sudah pasti tidak akan menyakiti mama kalian.” Jefri berjalan mendekati kedua putranya. Walau di hatinya ada rasa takut jika putranya mengetahui apa yang dirinya perbuat kepada Caroline, tetapi Jefri bangga karena putra-putranya sangat menyayangi Caroline dan juga menjaga Caroline.
“Aku akan selalu menjaga kalian bertiga dengan nyawaku sendiri. aku akan menebus semua kesalahanku yang pernah aku lakukan terhadap kalian dan juga mama kalian. Kalian adalah orang terpenting dalam kehidupan Papa, terutama mama kalian dia sumber kehidupan Papa,” ucap Jefri dengan memeluk kedua putranya.
Tok tok tok
Miko mengetuk pintu ruangan Jefri tanpa melihat ke arah Jefri. Pandangannya terus terfokus pada laporan yang ada di tangannya.
Ketukan pintu Miko membuat perhatian ayah dan anak itu tertuju pada Miko. Alex Axel dan Jefri serempak membalikan badannya dan menoleh ke arah Miko.
__ADS_1
Miko berjalan masuk ke dalam ruangan Jefri dengan mata yang masih berfokus pada Laporan yang ada di tangannya.
“Paman, jika berjalan lihat jalannya jangan melihat buku, Paman, nanti Paman jatuh.” ucap Axel dengan nada yang terdengar sangat lucu, seperti anak-anak.
Mendengar suara anak kecil, Miko langsung mengalihkan pandangannya dari laporan yang ada di tangannya.
Miko melihat ke arah asal suara yang memanggilnya tadi. Dan saat matanya tertuju pada Axel yang berdiri di depannya, membuat Miko melotot, lalu melihat ke arah Jefri.
Miko mengucek-ucek matanya berulang kali dan berkata, “Apa aku tidak salah lihat? Kenapa ada seorang anak kecil di ruangan Jefri? Bukannya Jefri sangat membenci Anak kecil, Lalu dari mana munculnya anak satu ini? Lalu kenapa bisa wajah anak ini sangat mirip dengan Jefri? Apa aku salah memasuki ruangan?”
Pada saat Miko ingin melangkahkan kakinya menuju pintu, Jefri langsung berkata dan membuat langkah Miko terhenti, “Kau tidak salah ruangan, dan Mereka berdua adalah anak-anakku,” ucap Jefri, yang mana membuat Miko sangat terkejut.
“Kau jangan bercanda, Jef, dari mana kau mendapatkan anak jika kau tidak pernah tidur dengan seorang wanita selain-”
Ucapan Miko tiba-tiba saja terhenti saat teringat dengan Caroline. “Apa ini anakmu dengan Caroline?!” tanya Miko begitu ia teringat dengan Caroline.
Jefri menjawab dengan menganggukan kepalanya.
“Jadi tujuh tahun lalu Caroline benar-benar hamil?!” tanya Miko kaget.
Lagi-lagi Jefri hanya menganggukan kepalanya.
Miko langsung berjalan ke arah Axel dan juga Alex yang ada di samping Axel. Miko berjongkok di depan mereka, memandangi wajah Axel dan Alex.
“Tidak salah lagi, Mereka memang benar-benar putramu Jefri, wajah mereka adalah buktinya. mereka seperti duplikatmu saat kau kecil,” ucap Miko dengan tangannya mengusap wajah Axel.
Tetapi saat Miko ingin menyentuh wajah Alex, Alex malah menghindar dan menepis tangan Miko.
“Jangan menyentuhku Paman, Selain mama dan papa tidak ada yang boleh menyentuhku,” ucap Alex tegas.
“Wao … anak ini benar-benar duplikatmu Jefri, dia sangat mirip denganmu bahkan sifatnya,” ucap Miko kagum.
__ADS_1
Jefri hanya mendengarkan saja, ia tidak bereaksi apa pun. Tetapi di dalam hatinya sangat senang.
“Waktu kita sudah habis, Aku dan Axel harus segera pulang. Jika tidak mama akan cemas mencari kita di sekolah,” ucap Axel.
Jefri yang mendengar ucapan putranya menaikan sebelah alisnya lalu berkata, “Apa kalian ke mari tanpa sepengetahuan mama?” tanya Jefri penuh selidik.
Alex dan Axel menjawab dengan menganggukan kepalanya.
Jefri berjongkok di depan kedua putranya dan berkata, “Alex, Axel, jika kalian ingin menemui Papa, jangan sekali-kali kalian berbohong kepada mama kalian, Lain kali jika ingin menemui Papa, sebaiknya kalian telepon Papa. Dan Papa akan menemui kalian di mana pun kalian berada,” ucap Jefri menasehati kedua putranya.
“Apa kalian mengerti?” lanjut Jefri lagi.
Alex dan Axel menjawab dengan menganggukan kepalanya dan menunduk.
“Baiklah, untuk sekarang Papa tidak akan menyalahkan kalian, Papa akan mengantar kalian kembali pulang. Ayo!” ucap Jefri berdiri dan mengulurkan tangannya ke depan meminta Alex dan Axel menggandeng tangannya.
“Jangan, Pa, antar kita kembali ke sekolah saja, kita tadi jika ada kelas tambahan kepada mama” ucap Axel.
“Baiklah.” Jefri mengusap kepala putranya dengan lembut.
New South Wales High Schools
Setengah jam kemudian, mereka sampai di New South Wales High Schools. semua orang yang ada di sekitar sekolah memandangi mobil yang terparkir di depan sekolah itu.
Yang mana membuat mereka semua bertanya-tanya dalam hati ‘Siapa yang menaiki mobil langka seperti itu? bukankah itu mobil hanya ada satu di dunia? Mengapa bisa ada di sekitar sekolah?’ begitulah rata-rata pertanyaan mereka dalam hati saat melihat mobil yang sangat langka ada di dekat sekolah.
Tak lama kemudian, Alex, Axel dan juga Jefri keluar dari dalam mobil sehingga membuat kericuhan pada orang-orang yang melihat siapa yang keluar dari dalam mobil.
‘Lihat-lihat, bukankah itu adalah Tuan Muda Jefri seorang raja bisnis dan ketua mafia yang ditakuti di asia? waa … mereka sangat mirip pasti mereka anaknya.’ Begitulah ucapan orang-orang yang melihat Jefri keluar dari dalam mobil.
“Papa, kita masuk dulu, ya, dada …,” ucap Axel dengan melambaikan tangannya, dan Jefri juga membalas dengan melambaikan tangannya kepada putranya dengan melihat kedua putranya berjalan menjauh.
__ADS_1