Terjerat Cinta Anak Tiri

Terjerat Cinta Anak Tiri
BAB 101. Kebahagiaan.


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Seperti janji Zeon Minggu lalu, bahwa akan menuruti keinginan Zelea yang ingin liburan. Dan tepat hari ini mereka sudah berapa di negara K.


Tidak hanya Zelea dan Zeon saja, tapi mereka juga mengajak Nofal dan Milli, dan tidak lupa si kecil baby Enzo.


Masing-masing saat ini sedang beristirahat di hotel penginapan, karena baru sampai untuk melepas rasa lelah.


Untungnya selama dalam perjalanan di dalam pesawat, Baby Enzo sama sekali tidak menangis, jadi tidak membuat Zelea dan Zeon kerepotan.


Apa bila Zeon dan Zelea sedang tidur dulu sebelum nanti akan jalan-jalan. Tidak dengan pasangan di kamar sebelah.


Milli mengusap perutnya yang saat ini makin membesar. Nofal memperhatikan Milli yang terlihat sedang tidak nyaman.


Nofal mendekati Milli dan duduk di sebelah Milli, kemudian ikutan juga mengusap perut buncit Milli. "Kamu kenapa? Apa ada yang kamu rasakan tidak enak? Coba katakan padaku."


Suara lembut Nofal terasa hangat Milli dengar, bumil itu langsung tersenyum manis ke arah Nofal. "Laper hehe."


Sudah terduga, Nofal sudah bisa menebak bahwa Milli sedang merasa lapar, akhir-akhir ini selera makan Milli memang semakin bertambah, hanya saja kadang cara Milli kelaparan membuat Nofal takut.

__ADS_1


Seperti tadi, Milli mengusap perutnya sembari meringis, Nofal khawatir terjadi sesuatu pada Milli.


"Kalau lapar bicara, jangan bikin aku gemas." Nofal beralih mengacak rambut Milli, dan Milli hanya tersenyum meringis tanpa dosa.


Tiga puluh menit, makanan yang Nofal pesan yang tersedia di hotel ini kini sudah diantar.


Milli langsung makan semua menu yang dihidangkan dengan lahap, Nofal hanya bisa geleng-geleng kepala melihat cara makan Milli.


Malam ini mereka putuskan untuk istirahat saja, setelah menelpon Zeon dan pria itu mengatakan besok saja untuk memulai jalan-jalan nya.


Pagi hari setelah semua selesai bersiap, Zelea menggendong baby Enzo, Zeon juga Nofal dan Milli, mereka turun ke bawah menuju restoran yang disediakan di hotel ini.


"Enzo ... Enzo ..." Milli gemas ingin menggigit jari montok Enzo, kini mereka semua sudah duduk, sedang melakukan pemesanan untuk sarapan pagi.


Baby Enzo senyum terkikik saat jemarinya mau di gigit Milli.


"Gigit ya ... gigit ya ..." Milli kembali menggoda baby Enzo. Dan baby kecil itu kembali tertawa.


"Sayang, jangan digitukan nanti dia takut."

__ADS_1


Suara Nofal menasehati Milli, Bumil hanya menyebik diingatkan suaminya.


Begitu makanan datang, semua orang memulai untuk sarapan pagi, Baby Enzo nangis mau pindah di pangkuan Zeon.


"Enzo sayang jangan nangis ya? mau ikut Daddy." Zeon langsung mengambil Baby Enzo dari pangkuan Zelea, dan begitu duduk di pangkuannya, Enzo langsung diam.


"Uuhh ... Mau makan sama Daddy ya?" Milli menggoda Enzo lagi, dan baby kecil itu langsung tersenyum.


Setelah selesai sarapan, mereka mulai jalan-jalan melihat keindahan wisata di negara K.


Tidak lupa juga untuk berfoto, Zeon berfoto bersama Zelea juga baby Enzo yang berada di gendongan Zeon.


Ini adalah liburan pertama untuk baby Enzo dan mereka berdua setelah memiliki anak, dahulu setelah menikah hanya liburan sekali saat bulan madu.


Pasangan muda yang satunya juga tidak kalah mesra, Nofal dan Milli juga berfoto untuk mengabadikan moment-moment liburan ini.


Kebahagiaan menyelimuti mereka semua, setelah masalah yang mereka semua hadapi, kini buih kebahagian mereka dapatkan


...TAMAT....

__ADS_1


__ADS_2