Terjerat Cinta Anak Tiri

Terjerat Cinta Anak Tiri
BAB 23. Seminar Alexa Group.


__ADS_3

Gedung Alexa Group.


Mentari bersinar dengan hangatnya di atas gedung pencakar langit itu, bertanda saat ini masih pagi hari, semua orang pekerja mulai beraktivitas.


Beberapa karyawan Alexa Group sudah bersiap untuk menghadiri sebuah seminar Alexa Group, yang di selenggarakan di hotel.


Karyawan wanita menyenggol lengan teman sebelahnya yang masih berdandan. "Kamu tahu seminar tahun ini itu berbeda dengan seminar di tahun-tahun sebelumnya," ucapnya dengan bahagia.


"Tentu aku tahu, karena seminar tahun ini yang mengisi CEO baru kita, Tuan Zeon Alexa. Bila bukan beliau rasanya aku malas mau datang," jawab temannya.


"Kamu benar, ya sudah buruan kita berangkat sebelum acaranya mulai." Karyawan wanita itu menarik tangan temannya padahal temannya belum selesai berdandan.


*


*


*


Di ruang Presdir.


Radit nampak bahagia wajahnya, saat ini masih duduk di kursi kebesarannya, pikirannya mengingat Zeon yang saat ini akan ia perkenalkan sebagai penerusnya.


Sudah lama Radit menantikan hari ini tiba, dan sekarang tibalah waktunya, kebahagiaan yang dirinya rasakan saat ini seolah melupakan dengan masalahnya yang ada pada Nofal.


Saat ini Radit tidak mengingat Nofal sama sekali, Radit fokus lebih dulu pada Zeon, yang akan menggantikan posisinya.


Zelea keluar dari ruang kerjanya, sedikit terkejut saat melihat Radit senyum-senyum sendiri.


Mas Radit nampak bahagia sekali, pasti karena Zeon sudah menjadi anak berbakti, batin Zelea.


Radit masih saja tersenyum, tidak menyadari Zelea yang saat ini sudah berdiri di depan mejanya mau memberikan berkas.


"Mas Radit," panggil Zelea.


Diam tidak ada respon, Radit masih betah senyum-senyum sendiri.


"Mas Radit." Zelea memanggil sedikit keras.


Radit terperanjat kaget mendapati Zelea sudah berdiri di depan mejanya. "Ze, maaf tadi aku melamun." Tersenyum, merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, Mas. Saat nya kita berangkat ke Hotel, acara seminar sebentar lagi akan di mulai." Zelea tersenyum.


Radit mengangguk seraya bangkit dari duduknya, merapihkan jas nya, kemudian berjalan ke arah pintu, yang diikuti Zelea.

__ADS_1


*


*


*


Di hotel tempat acara seminar.


Di dalam sebuah ruangan, Zeon bersama asistennya yang bernama Galang.


Zeon duduk di kursi sofa, perasaanya tidak tenang, karena ini kali pertamanya untuk bicara di depan para orang pebisnis.


"Tuan, minumlah supaya Anda tenang," ucap Galang seraya memberikan sebotol air mineral.


Zeon menerima botol air mineral tersebut dan meneguk airnya. Setelah minum rasa gugupnya sedikit berkurang, tapi tidak menghilangkan.


"Galang, bagaimana jika nanti saya malu-maluin saat mengisi seminar nanti," ucap Zeon sangat cemas.


"Tenang Tuan, Anda hanya belum terbiasa," jawab Galang dengan tatapan meyakinkan.


Berulangkali Zeon mengambil nafas dan ia keluarkan perlahan, Zeon hanya takut membuat ayahnya kecewa, hingga membuatnya gugup sampai seperti ini.


Pintu ruangan tersebut terbuka, Zeon dan Galang menoleh melihat siapa yang datang, ternyata Radit dan Zelea yang baru masuk.


"Dad, Zeon belum melakukan apa pun mengapa sudah Daddy puji," ucap Zeon, masih meluk ayahnya.


"Karena Daddy yakin kamu hebat kamu pasti bisa." Radit menepuk pundak Zeon sebelum ahirnya melepas pelukannya. Berganti menatap wajah Zeon.


"Kamu harus yakin jangan gugup," nasehat Radit, yang langsung mendapat anggukan kepala Zeon.


Setelah itu Radit dan Zelea bersama Zeon juga Galang, keluar dari sana menuju tempat acara, mereka duduk di kursi paling depan. Para kolega bisnis Radit semua sudah datang untuk mengikuti acara seminar Alexa Group.


Sepuluh menit kemudian acara dimulai, pembawa acara mulai mengisi acara memberikan sambutan.


Setelah beberapa kalimat pembawa acara sampaikan, ia mempersilahkan Radit untuk mengisi waktu acara sebentar sebelum ahirnya Zeon yang akan mengisi.


Tepuk tangan meriah menyambut Radit yang sedang berjalan ke atas mimbar.


Di atas sana Radit tersenyum seraya mengangkat tangannya ke atas tanda menyambut terimakasih para kolega bisnis.


"Terimakasih yang besar-besarnya saya ucapkan untuk teman-teman semua yang sudah hadir." Radit menjeda ucapannya dan tersenyum menatap ke depan.


"Saya hanya mau menyampaikan bahwa yang akan mengisi acara ini bukanlah saya ... Mungkin sebagian ada yang sudah tahu, dan yang belum tahu saya beritahu ... Dia lah putra saya bernama Zeon Alexa yang nanti akan menggantikan posisi saya sebagai presiden direktur di perusahaan Alexa Group."

__ADS_1


Tepuk tangan kembali meriah saat Radit turun dari mimbar, dan saat ini jantung Zeon makin berdegup kencang, detik-detik dirinya harus mengisi acara ini.


Sebelum Zeon berdiri, Radit menepuk pelan bahu Zeon, memberikan semangat untuk putranya.


Setelah pembawa acara menyebutkan namanya, Zeon langsung berdiri dan berjalan menuju mimbar penuh elegan.


Terlihat cool dan percaya diri, tidak ada yang tahu bahwa saat ini Zeon sedang gugup.


Dan bersamaan itu para wanita yang duduk terkagum-kagum melihat wajah tampan sosok Zeon, yang baru dilihatnya saat ini.


"Masih muda."


"Keren."


"Lihatlah matanya sangat indah."


"Baru tahu Tuan Radit miliki anak yang tampan, lebih tampan dari pada Nofal."


"Hah! Kalau aku belum ada pacar aku ajak pacaran tuh dia."


Suara-suara wanita di belakang sana, ada yang sambil tertawa kecil saat menyuarakan.


Di depan sana Zeon terlihat sangat keren, saat menyampaikan kalimat per kalimat, Radit terkagum tidak menyangka bahwa putranya mampu melakukan lebih dari yang ia duga.


Semua orang di dalam ruangan itu terdiam karena terhipnotis dengan yang Zeon sampaikan, mereka semua mengagumi Zeon, yang saat ini berbicara mengenai pengembangan perusahaannya dan akan membuka kerja sama bersama perusahaan mana pun, mengajak untuk sama-sama maju bersama.


Hanya satu orang di ruangan ini yang merasa biasa tidak terkagum sama sekali dengan adanya Zeon.


Yaitu Zelea, wanita itu tetap kesal sama Zeon. Mau sehebat apa pun Zeon dalam bekerja, tetap saja karena Zeon saat ini Zelea masih tertahan dalam rumah tangganya. Yang saat itu menahan Zelea saat mau kabur setelah meyelesaikan misinya balas dendam ke Nofal.


Zelea menghela nafas berat.


Tepuk tangan kembali meriah, saat Zeon turun dari atas mimbar, Zeon kembali duduk.


Acara seminar sudah selesai, semua orang sudah di persilahkan untuk pulang, ada yang langsung pulang ada yang masih mengobrol di sana bersama teman bisnisnya.


Zelea ijin pulang lebih dulu sama Radit, namun Radit masih di sana bersama temannya yang lain.


Zelea masuk ke dalam lift, tidak sadar di dalam lift itu ada Zeon bersama asisten Galang, setelah menyadari ada Zeon, Zelea merasa hawa panas yang mencengkam, apa lagi baru saja menangkap lirikan tajam pria itu.


Hah sial kenapa harus satu lift dengan pria menyebalkan itu sih! Napa juga tadi tidak lihat-lihat dulu siapa yang ada di dalam, malah kepala aku menunduk saja dari tadi, batin Zelea.


Zelea tidak tahu kalau Zeon tadi juga keluar, ijin pulng lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2