Terjerat Cinta Anak Tiri

Terjerat Cinta Anak Tiri
BAB 7. Penampilan berbeda.


__ADS_3

Suara petir menggelegar di luaran sana dan saling bersahut-sahutan. Hujan turun dengan derasnya, bercampur angin kencang. Cuaca buruk makin sangat mengerikan karena saat ini dalam suasana malam.


Nofal mengendarai mobilnya sedikit cepat untuk segera sampai di mansion, tadi saat keluar dari tempat kerja belum hujan, tidak tahunya sampainya di tengah jalan hujan badai datang.


Setelah mobil berhenti di depan gerbang, Nofal menekan klakson mobil, tidak lama kemudian gerbang di buka oleh sekuriti, Nofal membawa mobilnya melesat masuk ke dalam.


Tubuh Nofal sedikit basah saat keluar dari dalam mobil menuju teras mansion, hawa dingin seketika merayap ke tubuhnya, apa lagi hembusan angin kencang, membuat tubuh Nofal seketika menggigil.


Nofal segera membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam mansion, dengan langkah lebarnya karena ingin segera masuk ke dalam kamar. Dan langkahnya terhenti seketika saat tiba di ruang tengah.


Nofal terdiam terpaku melihat pemandangan di depan matanya, bagian hatinya merasa iri melihat pemandangan mengusik matanya itu, meski hatinya tidak memiliki perasaan pada wanita itu, tapi nyatanya saat ini mampu mengusik emosinya.


Mengapa mereka bermesraan di luar kamar! cih! Jelas mereka mau pamer padaku. Hahah salah kalau aku sampai terpancing, jika aku mau aku bisa tidur bersama kekasihku yang baru malam ini, batin Nofal. Masih setia berdiri di tempat.


Padahal apa yang Nofal lihat tidak seperti apa yang pria itu pikirkan, Zelea hanya bergelayut manja di lengan Radit karena mengajak pria itu untuk tidur karena waktu sudah malam.


Tentu yang salah mata Nofal, hal biasa seperti itu di bilang bermesraan, tanpa Nofal sadari ternyata hatinya cemburu, merasa kalah dengan ayahnya sendiri.


Nofal kembali berdecih saat mendengar suara tawa Zelea, mengumpat lagi. Berkata tidak bermasalah ternyata hatinya tidak terima.


"Haha, Mas. Malam ini pasti akan sampai pagi."


Suara terakhir campur tawa dan manja yang Nofal dengar dari bibir Zelea sebelum wanita itu masuk ke dalam kamar bersama Radit.


Cih! Apa an dia bicara ambigu seperti itu, dasar wanita penggoda aku yakin Daddy pasti digoda oleh wanita itu, batin Nofal dengan sorot mata tajam.


Jiwa casavano yang sering berganti wanita, membuat Nofal langsung mengartikan ucapan Zelea itu menjurus hubungan dewasa.


Nofal menggelengkan kepalanya dan segera naik ke lantai tiga menuju kamarnya berada.


Ternyata suara Zelea tadi mengusik pikiran Nofal, sampai membangkitkan sesuatu di dalam celananya, dan malam ini Nofal menuntaskannya di dalam kamar mandi menggunakan sabun.


Benar-benar kesialan bagi Nofal karena harus terpancing hasrat.

__ADS_1


Nofal tidak henti-hentinya terus memaki Zelea dalam hati, dan setelah semua selesai Nofal membawa tubuhnya tidur.


*


*


Pagi menjelang.


Pukul tujuh Nofal bangun, setelah mencuci muka Nofal turun ke bawah, biasanya jam segini ayahnya sudah bangun dan sudah duduk di ruang makan, meski hari libur tidak merubah kebiasaan setiap paginya.


Namun setelah Nofal sampai di ruang makan, pria itu terbengong, kejadian seperti ini tidak pernah Nofal temui, dan ini baru pertama kali Nofal melihat ruang makan kosong belum ada ayahnya yang biasanya duduk di sana.


Tiba-tiba pikiran Nofal kembali teringat ucapan Zelea tadi malam yang mengatakan sampai pagi.


Hah berapa ronde yang mereka lakukan sampai saat ini belum keluar kamar, batin Nofal. yang saat ini masih berdiri di ambang pintu antara ruang tengah dan ruang makan, Nofal menoleh dan melihat lantai tiga.


Nofal menghela nafas berat, lebih milih duduk di ruang makan, Nofal sarapan lebih dulu. Di meja makan semua menu sarapan sudah tersaji.


Pria itu terus menggerutu merasa kesal karena ayahnya sudah berubah sekarang.


Gila ini benar-benar gila! Aku tidak percaya jika Daddy akan sekuat itu, apa karena Zelea masih muda, jadi gairahnya meningkat. Hah sialan, batin Nofal kesal, jelas aneh mengapa harus kesal, tapi Nofal tidak menyadari bahwa saat ini dia sedang cemburu dan iri.


Setelah minum dan meletakkan gelas ke meja dengan sedikit keras, sampai membuat pelayan yang mendengar jadi kaget, Nofal kembali berjalan ke lantai tiga menuju kamarnya.


Saat sudah sampai di sana, Nofal melirik kamar ayahnya yang masih tertutup rapat, sungguh Nofal penasaran dengan apa yang dilakukan manusia di dalam sana, sampai belum keluar juga.


Tidak segeranya mereka berdua keluar kamar membuat Nofal salah paham, padahal yang tidur di dalam sana tidak melakukan apa pun, hari ini sengaja bangun kesiangan karena Ahir pekan.


Nofal menggelengkan kepalanya, kemudian masuk ke dalam kamarnya, Nofal tidak menutup rapat pintu kamarnya ingin tahu saat nanti ayahnya keluar kamar.


Nofal sampai tidak mandi pagi demi ingin melihat pukul berapa ayhnya akan keluar kamar.


Dan setelah detik berganti menit dan berganti jam, ahirnya Radit dan Zelea keluar kamar, Nofal sampai melebarkan matanya karena mereka keluar kamar pukul sepuluh pagi.

__ADS_1


Nofal melihat jam tangannya.


Gila ini benar-benar gila, Daddy sangat kuat sampai menggagahi Zelea hingga selama itu, batin Nofal dalam kesalahpahaman nya.


"Mas, yakin tidak masalah menemani Zelea hari ini ke salon?" Zelea melingkarkan tangannya di lengan Radit. Tersenyum menatap pria itu, menyandarkan kepalanya di bahu Radit seraya berjalan bersama.


"Hem, akan aku temani. Hari ini kita jalan-jalan," jawab Radit dengan penuh kelembutan.


Dan seketika jawaban Radit membuat pria yang berdiri di balik pintu kamar yang sedang mengintip mereka berdua langsung terkejut.


Ucapan lembut yang dahulu sering Nofal dengar saat sang ayah bicara sama ibunya, tapi kali ini bicara dengan wanita lain.


Nofal mengepalkan tangannya dan pergi dari sana, Zelea dan Radit sudah turun ke bawah. Mereka sarapan sebentar dan langsung pergi dari mansion.


Saat Nofal turun ke bawah sudah berpakaian rapi, tidak melihat ayahnya di sana. Pria itu kembali berdecih dan ikutan pergi dari mansion, tidak mau hanya tetap di mansion karena hanya membuat dirinya teringat suara manja Zelea.


*


*


Di salon ternama, yang dahulu tempat langganan istrinya saat ingin perawatan, diwaktu masih hidup dahulu.


Radit menunggu Zelea sudah hampir satu jam lebih, tapi pria itu tidak mengeluh sedikitpun, malah merasa senang menemani Zelea yang lagi perawatan.


Padahal kebanyakan pria akan bosan saat menemani wanita ke salon, tapi Radit malah menikmati suasana ini, karena tahu kebersamaannya dengan Zelea itu singkat.


Dan setelah lama menunggu ahirnya Zelea keluar dengan penampilan yang berbeda jauh dari sebelumnya.


Bibirnya tersenyum manis.


Deg! Radit terkejut.


Sangat berbeda, rambut keritingnya kini berubah lurus, kulitnya yang tadinya bewarna sawo matang kini menjadi putih bersih. Benar-benar membuat Radit pangling.

__ADS_1


Cantik.


__ADS_2