
Pagi hari di kediaman ayah Milli.
Nofal terbangun dari tidurnya, sudah tidak mendapati Milli yang tudur di sampingnya, Nofal menghela nafas panjang kemudian duduk di atas ranjang.
Dari tempatnya duduk saat ini Nofal mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi, bertanda ada orang di dalam sana, Nofal berpikir itu pasti adalah Milli.
Jam dinding menunjukan pukul tujuh pagi, bagi Nofal saat ini ia bangun kesiangan, karena biasanya selalu bangun pukul enam pagi, walau pun tidak sepagi betul datang ke restoran. Nofal membiasakan bangun pagi.
Ternyata aku tidurnya terlalu nyenyak hingga bangun kesiangan, batin Nofal.
Bangun tidur di hari pertama menjadi pengantin baru, tidak ada cerita yang terkejut mendapati seseorang di sampingnya saat bangun tidur, seperti cerita para temannya yang sudah menikah.
Tapi Nofal bangun tidur malah disuguhi istrinya yang saat ini sedang mandi.
Klek!
Suara bunyi pintu terbuka membuyarkan lamunan Nofal, seketika menatap ke arah pintu kamar mandi yang kini terbuka.
Milli keluar dengan mengunakan pakaian lengkap, berbeda dengan baju yang semalam di pakainya.
Nofal tersenyum.
Milli tidak menyapa Nofal yang sudah bangun, Milli milih terus berjalan menuju lemari, Milli mengambil sebuah handuk dari dalam sana, kemudian memberikannya ke Nofal.
"Kamu mau mandi? Pakailah ini."
Nofal menerima handuk yang Milli berikan, Nofal sempat tersenyum ke arah Milli, namun wanita itu langsung memalingkan wajahnya, entah karena takut terpesona ketampanan Nofal atau ada sesuatu hal lain, hanya Milli yang tahu.
Nofal masuk ke dalam kamar mandi.
Milli mengeringkan rambutnya yang masih basah menggunakan hairdryer, suara berisik seketika memenuhi ruang kamarnya.
Milli sembari bercermin melihat pantulannya di sana, setelah rambutnya kering, Milli menyisir rambut panjangnya itu, warna hitam berkilau.
Setelah rapi, Milli mengikat rambutnya, kemudian ber makeup tipis-tipis.
Biasanya jam segini Milli pasti keluar kamar, meski tidak melakukan apa pun, semua pekerjaan rumah sudah dikerjakan oleh pembantu.
Milli yang baru saja keluar kamar, Nofal baru saja keluar dari kamar mandi, kini Nofal sudah tidak mendapati Milli di dalam kamar.
Nofal membuka kopernya, hanya ada sedikit bajunya di dalam koper, lagian pagi ini akan langsung pindah ke apartemennya, jadi koper akan ia bawa pulang lagi.
Nofal mengambil satu setel bajunya di dalam koper, kemudian ia gunakan.
Setelah rapi memakai baju, Nofal menyisir rambutnya di depan cermin.
__ADS_1
Di luar kamar.
Sarapan pagi sudah siap, di sana sudah ada Ibu dan Ayah Milli, juga Milli.
"Suami mu tidak kamu panggil, kita makan sekarang," ucap ibu Milli.
"Entar juga kalau lapar datang sendiri tidak usah dipanggil." Bukan Milli yang bicara tapi ayahnya.
Ibu Milli menghela nafas panjang mendengar suaminya bicara.
Ahirnya tidak ada lagi yang bicara, semua sibuk mau sarapan sendiri-sendiri.
Milli yang mau menyuap ke dalam mulutnya tiba-tiba mendengar suara, membuat sendok berhenti di depan mulutnya yang terbuka.
"Selamat pagi semua." Nofal datang kini langsung duduk di sebelah Milli.
"Selamat pagi, Nak Nofal." Ibu Milli menjawab ramah.
"Selamat pagi," jawab lirih Milli, sebelum ahirnya melanjutkan yang tadi mau menyuap makanan di sendok yang sudah di pegangnya.
Ayah Milli hanya melirik malas ke arah Nofal. Namun Nofal hanya fokus ambil makanan dan makan, karena untuk menghadapi papa mertua juga butuh tenaga.
Setelah makan selesai, dan Nofal menatap semuanya juga sudah selesai makan, ia bersuara.
Cih! Ayah Milli langsung melengos di panggil Papa oleh Nofal.
Ibu Milli hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap suaminya yang tidak baik terhadap anak menantu.
"Kami ijinkan, Nak. Jaga Milli ya? Mama titip Milli." Ibu Milli tersenyum, namun matanya sudah berkaca-kaca, karena akan ditinggal Milli.
"Terimakasih, Ma." Nofal membalas tersenyum.
Milli dan Nofal pergi meninggalkan ruang makan, karena Milli harus bersiap untuk menyiapkan barangnya yang mau dibawa.
"Apa mau dibantu?" tawar Nofal begitu mereka sudah sampai di dalam kamar.
Milli langsung mengambil kopernya yang semula tersimpan di dalam ruang ganti.
"Boleh," jawab Milli.
Milli membawa dua koper miliknya yang akan diisi semua dengan barang-barang milik Milli.
Satu jam kemudian semua sudah beres. Milli meminta tolong pada pelayan untuk membantu membawa kopernya dan barang yang lain yang di kardusin.
Dengan di bantu pelayan, Nofal membawa satu koper milik Milli keluar kamar.
__ADS_1
Ayah dan Ibu Milli sudah menunggu di teras rumah, Milli langsung memeluk ibunya, mereka berdua sama-sama menangis, seolah akan bertemu lama.
Sementara itu Nofal bersama pelayan yang lain memasukkan semua barang-barang ke dalam bagasi mobil.
Ibu Milli tidak berkata apa-apa, hanya menepuk punggung Milli saat meluk, selalu bahagia lah, begitu makna tersirat.
Milli berganti memeluk ayahnya, ayah Milli juga begitu sama seperti Ibu Milli tidak bicara apa pun.
Setelah Milli selesai memeluk kedua orang tuanya, kini gantian Nofal yang menjabat tangan mereka berdua untuk berpamitan.
Ayah Milli tadinya tidak mau menerima jabatan tangan Nofal, namun karena disenggol bahunya oleh ibu Milli, ahirnya mau menerima jabatan tangan Nofal.
Ibu Milli meneteskan air mata, setelah melihat mobil Nofal berjalan meninggalkan pelataran rumahnya.
...----------------...
"Kamu ada yang mau dibeli?" tanya Nofal, sebelum mereka sampai di tempat tujuan, Nofal menawari Milli, biasanya orang hamil suka nyemil, cerita-cerita yang sering Nofal dengar, dan sapa tahu Milli juga seperti itu.
Milli belum menjawab, matanya nampak memperhatikan sekeliling jalanan yang menampakkan penjual makanan di pinggir jalan.
"Tidak ada," jawab Milli ahirnya, karena tidak ada makanan yang ia selera.
Nofal terus melajukan mobilnya, karena Milli tidak ada yang mau di beli, lima belas menit ahirnya mobil sampai di apartemen Nofal.
Sebuah gedung bertingkat pencakar langit menjadi pemandangan pertama yang Milli lihat saat keluar dari dalam mobil.
Nofal meminta bantuan sekuriti penjaga apartemen, untuk membantunya membawa barang-barang naik ke lantai kamarnya berada.
Setelah melewati lift dan beberapa lantai, kini sudah sampai dan lift terbuka, Nofal mengajak Milli keluar dan berjalan menuju apartemennya.
Begitu selesai menekan tombol password, pintu kamar Nofal terbuka, sekuriti yang tadi membantunya langsung membawakan masuk semua barang-barang mereka, dan setelah itu langsung pergi.
"Selamat datang di apartemen aku, di tempat baru kamu," ucap Nofal sembari merentangkan tangan dan tersenyum.
Milli tersenyum kecil melihat tingkah Nofal.
Nofal membawa tiga koper, dua milik Milli satunya miliknya ke dalam kamarnya.
Ada tiga kardus yang isinya juga barang milik Milli, Nofal bawa masuk ke dalam kamarnya.
Milli duduk di ruang tengah, setelah Nofal selesai membawa barang ke dalam kamarnya, Nofal menghampiri Milli.
"Pelayan aku belum datang, sebentar lagi mereka datang, nanti biar mereka saja yang beresin barang-barangnya."
Milli mengangguk mendengar penuturan Nofal.
__ADS_1