Terjerat Cinta Anak Tiri

Terjerat Cinta Anak Tiri
BAB 44. Kebohongan terbongkar.


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian.


Sebuah ruangan di ballroom hotel kini telah di sulap menjadi megah, banyak bunga-bunga di ruang tersebut, dekorasi yang indah, membuat setiap mata yang melihat akan takjub.


Selain tempat yang bagus juga tamu undangan yang begitu banyak, karena pernikahan anak dua pengusaha yang menjadi satu.


Satu jam yang lalu Zeon dan Riska sudah resmi menikah, dan saat ini adalah acara pesta pernikahan mereka.


Nofal mendekati Zeon yang saat ini berdiri menunggu kedatangan pengantin wanita.


"Kamu gak apa-apa, kan?" Nofal memeluk Zeon, dalam pelukan kakaknya Zeon meneteskan air mata.


"Apa aku sudah benar-benar tidak ada kesempatan bersama dia kak?"


Dia yang dimaksud Zeon adalah Zelea.


Nofal menepuk punggung Zeon. "Bisa, jodoh tidak akan kemana."


Mendengar ucapan Nofal, Zeon melepaskan pelukannya, kini menatap ke arah lain, melihat banyaknya tamu. "Status aku sudah menikah."


Nofal menghela nafas panjang, mendengar suara Zeon yang sangat rapuh.


"Kamu yang sabar." Nofal menepuk punggung Zeon kembali.


"Aku kembali kesana." Menatap Zeon sebentar kemudian berlalu dari hadapan Zeon.


Radit juga memperhatikan Zeon dari kejauhan, hatinya merasa senang karena Zeon sudah menikah dengan Riska hari ini.


Maafkan Daddy Zeon, Daddy hanya bisa berharap kamu bahagia dengan Riska dan bisa melupakan Zelea.


Daddy tahu kamu masih sangat mencintai Zelea, tapi Daddy ingin kamu bahagia dengan wanita lain, dan Daddy yakin Riska adalah wanita yang tepat.


Dan maafkan Daddy harus menggunakan cara alasan perusahaan bermasalah, karena Daddy tahu kamu pasti akan menolak jika tahu yang sebenarnya.


Saat bicara dalam hati Radit meneteskan air mata, dan langsung menyekanya karena tidak mau dilihat orang.


Di ruangan ini banyak sekali teman dan kolega bisnis Radit yang juga hadir.


Tiba-tiba ada yang mengagetkan Radit dari arah belakang.


"Hei Tuan Radit selamat atas pernikahan putra Anda."


Radit menoleh untuk melihat pelakunya, kemudian balas senyum ramah orang tersebut. "Terimakasih Pak Teguh."


Hahah. "Sama-sama," ucap Pria bernama Teguh.


"Silahkan dinikmati hidangannya, Pak Teguh," ucap Radit seraya memegang pundak Teguh untuk diajak duduk bersama.

__ADS_1


"Ah, iya iya. Terimakasih Tuan Radit."


Selain Teguh masih banyak lagi teman dan kolega bisnisnya yang mengucapkan selamat atas pernikahan putranya.


Bahkan saat ini Tuan Herlino juga sedang bersama Radit. Dua orang pemilik acara ini menjadi pusat perhatian semua para tamu undangan.


Mendapat julukan semakin kaya karena bersatunya dua keluarga yang kaya.


"Selamat Tuan Radit."


"Selama Tuan Herlino."


Begitu ucap para tamu undangan pada mereka berdua yang tak henti-henti karena begitu banyaknya yang hadir.


*


*


*


Riska saat ini sudah berdiri di samping Zeon, wanita itu tersenyum bahagia, ahirnya keinginannya menjadi kenyataan.


Saat berusaha melingkarkan tangan di lengan Zeon, namun Zeon segera melepas dan menjauhkannya seraya berbisik. "Jangan berani pegang-pegang aku," bisiknya penuh penekanan.


Riska tersenyum simpul menanggapi bisikan Zeon.


Beberapa rombongan wanita yang duduk tidak jauh dari tempat pengantin, nampak sedang bisik-bisik.


"Pengantinnya cantik, tapi auranya tidak keluar," ucap wanita berpakaian dress putih.


"Kalau menurut aku perutnya sedikit buncit, lihatlah dia memakai ikatan belakang, seperti gaun pengantin yang didesain khusus untuk wanita hamil," ucap wanita berpakaian dress hijau, yang langsung mendapat plototan tajam para teman-temannya.


"Mulut elo kalau bicara dijaga," ucap tiga temannya serempak.


"Eh sorry," ucap wanita berpakaian dress hijau seraya menutup mulutnya.


"Tapi kalau dicermati sungguhan, memang terlihat lagi hamil deh dia." Wanita berpakaian dress kuning ikut membenarkan.


Wanita berpakaian dress hijau langsung memukul tangan wanita berpakaian dress kuning. "Tadi kamu melototi aku dan sekarang membenarkan ucapan aku," ucapnya tidak terima.


Mereka jadi terkekeh semua.


Dan ternyata obrolan ringan para wanita itu mampu terdengar telinga Riska meski tidak begitu jelas.


Tapi arah mata mereka yang seolah mengintimidasi dirinya membuat Riska tidak nyaman.


Namun sebisa mungkin Riska bersikap biasa saja, dan ingin memeluk lengan Zeon lagi namun lagi-lagi mendapat penolakan. Riska hanya bisa tersenyum getir.

__ADS_1


Hingga senyum getir itu makin bertambah getir disaat tiba-tiba ada seorang pria datang dan mengamuk, teriakan pria itu mengacaukan acara pernikahannya dengan Zeon.


Bahkan saat ini wajah Riska sampai pucat. rona merah hasil make up tidak mampu menyamarkan wajah pucat wanita itu karena diserang kepanikan.


"Kau mau menikah dengan pria lain! Sedangkan anak yang kau kandung itu adalah anakku!"


Semua orang terkejut dengan ucapan pria itu, Zeon langsung mau pergi tapi di tahan oleh Riska. seketika para tamu bisik-bisik tetang Riska.


Rombongan wanita yang tadi bisik-bisik langsung senang merasa benar tebakannya.


Pria itu masih memberontak dalam cekalan tangan sekuriti, tidak bisa mendekati Riska.


"Riska! Sudah aku bilang aku mau tanggung jawab! Tapi kenapa kau tetap ingin pria lain menjadi ayah dari anakku!" teriak pria itu lagi.


Sekuriti mau menyeret pria itu keluar namun tetap tidak bisa, pria itu yang saat ini sedang marah seolah memiliki kekuatan super untuk mempertahankan dirinya.


"Dia anakku Riska! Aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan pria lain!"


Pria itu masih terus berteriak mengatakan anak yang dikandung Riska, seolah sudah tidak malu lagi meski semua pasang mata menatap ke arahnya.


Tapi Riska tidak peduli dengan ucapan pria itu, Riska malah sibuk berusaha meyakinkan Zeon.


"Zeon ... Zeon tolong percaya sama aku Zeon ... Aku tidak hamil, pria itu gila bicara seperti itu pada kita semua." Riska mau meraih tangan Zeon tapi langsung ditepis.


Air mata Riska sudah bercucuran membasahi pipi. "Tolong percaya sama aku Zeon."


"A-aku mencintaimu aku tidak mungkin berhubungan dengan pria lain." Tenggorokan Riska mendadak terasa kering, suaranya bergetar benar-benar menahan ketakutan.


Zeon hanya diam saja namun matanya menyalakan kobaran amarah yang siap meledak, dan langsung menoleh saat pria itu kembali bicara berteriak.


"Lihatlah layar itu!" terik pria itu lagi.


Zeon dan Riska langsung melihat ke arah layar yang berukuran besar, layar yang sebelumnya digunakan untuk menayangkan pernikahan mereka berdua.


Riska langsung menutup mulutnya, dan air matanya semakin deras membasahi pipi, tidak menyangka Dion mantan pancarnya itu berani mempermalukan dirinya.


Semua orang melihat layar di mana di sana Riska memegangi tes kehamilan tanda wanita itu hamil, dan di slid terakhir menunjukan foto tidur bersama pria itu.


Brukk.


Suara benda jatuh ke lantai begitu keras, ternyata Radit pingsan.


"Daddy ...." teriak Nofal langsung mendekat dan mengguncang tubuh Radit.


"Sepertinya harus segera di bawa ke rumah sakit," ucap seseorang yang berdiri di belakang punggung Nofal.


Nofal dengan dibantu pria lain membawa Radit ke mobil.

__ADS_1


"Kita bercerai sekarang!" Zeon langsung menyusul Nofal.


__ADS_2